World Cup 2006, Day #3

Serbia 0 – 1 Belanda
Kenapa saya tulis Serbia, bukannya Serbia & Montenegro ? Karena secara teknis tim Serbia & Montenegro “tidak ada lagi”. Hal ini dikarenakan hasil referendum di negara pecahan Yugoslavia yang dilakukan 21 Mei 2006 lalu menghasilkan keputusan perpisahan di antara keduanya. Montenegro mengumumkan kemerdekaannya 3 Juni 2006, Serbia 2 hari kemudian 5 Juni 2006. Nah udah dulu pelajaran geografinya :P Back to the World Cup.
Pertandingan berlangsung cukup ketat di Leipzig. Belanda tampil full tim di motori 3 pemain senior yaitu Van der Saar, Cocu, Nistelrooy. Sedangkan Serbia tampil tanpa Nemanja Vidic dikarenakan kartu merah yang dia terima pada pertandingan internasional sebelumnya. Jika Vidic tampil maka akan ada 3 orang pemain Manchester United saling bertarung untuk negaranya masing-masing.
Memegang kendali serang di awal babak pertama membuat anak-anak van Basten ini memimpin 1-0. Terlepas dari kecengengannya di Liga Inggris, Robben tampil bagus dengan mencetak gol di menit 18. Selain itu dia juga banyak menciptakan peluang-peluang bagi Belanda. Jadi tidak heran jika Man of the Match kali ini adalah Arjen Robben. Belanda bisa dibilang menguasai permainan selama babak kedua. Namun begitu, Belanda tidak dapat mencetak gol tambahan hingga akhir pertandingan karena solidnya pertahanan Serbia.

Pertandingan ini penuh dengan hujan kartu kuning, terbanyak dalam 3 hari ini. Tercatat 6 kartu kuning dikeluarkan Markus Merk.4 kartu untuk Serbia (Stankovic, Koroman, Dragutinovic, Gavrancic) dan 2 untuk Belanda (Gio dan Heitinga).

Meksiko 3 – 1 Iran
Pada babak pertama Omar Bravo memanfaatkan assist striker Villareal Franco memmbuat Mexico unggul 1-0 di menit 28. Iran menyamakan kedudukan lewat Golmohammadi di menit 36. Iran tampaknya akan cukup senang dengan 1 point hasil imbang dengan Mexico hingga pertengahan babak kedua. Ditambah dengan cederanya Jared Borgetti, kepercayaan itu makin menebal.
Namun kiper Iran justru mengawali bencana bagi timnya. Goal kicknya sempat membuat barisan belakang kaget dan dimanfaatkan dengan bagus oleh Zinha. Pemain pengganti ini menyambar bola dan mengumpannya langsung ke Omar Bravo. 2-1 untuk Meksiko. 3 menit kemudian, Zinha sendiri mencatatkan namanya di scoresheet dengan mencetak gole ke-tiga Meksiko.
Omar Bravo menjadi Man of the Match dan menjadi top-skor sementara bersama dengan Klose dan Paulo Wanchope

Angola 0 – 1 Portugal
Ini pertandingan yang boleh dibilang ada unsur “politis”nya. Tim dari bekas negara jajahan melawan bekas penjajahnya. Di masa lalu, Angola adalah salah satu daerah jajahan Portugal. Pemain Angola pun banyak yang bermain di liga Portugal.
Satu-satunya yang tersisa dari tim emas Portugal sepertinya hanya Luis Figo. Dan pemain Inter Milan inipun masih menunjukkan kelasnya dan menjadi Man of the Match. Umpannya di menit ke-4 kepada Pauletta membuat Portugal unggul 0-1. Satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan ini. Pertandingan ini lebih mengarah ke betapa hebatnya Angola mampu mengimbangi salah satu unggulan Piala Dunia 2006, bukan sebaliknya. Karena permainan Porto tidak sesuai dengan yang diharapkan seperti halnya Inggris sehari sebelumnya.

This entry was posted in General by nuri. Bookmark the permalink.

About nuri

Hi, i am Nuri. Just another IT guy working on fintech and telco at Jakarta, Indonesia. While tech stuff became my daily breakfast, i also love to travel around the globe and taking photos also. I DJ on my spare time (not professionally) while dealing with a mess my 9 cats made at home :)