World Cup 2006, Day #8

Argentina 6 – 0 Serbia
Argentina memang cap maut.
Rekor kemenangan besar untuk seminggu ini dipecahkan oleh Pablo Sorin dkk.
Pesta gol Argentina di awali di menit ke-6. Kerja sama antara Sorin dan Saviola diselesaikan dengan tendangan first-time oleh Maxi Rodriguez. Menit 31 Cambiaso menjebol gawang Serbia setelah menyelesaikan serangkaian umpan-umpan cantik yang diperagakan Riquelme, Saviola dan Crespo. Menjelang babak pertama berakhir, Argentina kembali menambah pundi-pundi golnya. Berawal dari kesalahan bek Serbia menghalau bola supaya tidak menghasilkan sepak pojok, bola tersebut justru berhasil di “colong si ‘Kelinci’ Saviola. Walo tendangannya dapat ditahan kiper, namun Maxi segera menyambar bola rebound itu dan mencetak gol keduanya di menit 41. 3-0 hingga babak pertama usai.
Rasa frustrasi yang melanda tim Serbia sepertinya makin memperburuk keadaan mereka. Mateja Kezman diganjar kartu merah langsung di menit 65 akibat tackling keras yang dilakukannya terhadap Maxi. Menit 75 Leo Messi masuk menggantikan Maxi. 3 menit kemudian dia sudah memperlihatkan kontribusinya. Menyambut tendangan bebas Riquelme, Messi mengirim crossing ke Crespo. Striker Chelsea inipun mencetak gol keduanya di Piala Dunia 2006 ini. Sekitar 5 menit kemudian, giliran Tevez. Masuk menggantikan Saviola di menit 58, Tevez langsung menunjukkan bahwa dia pantas untuk masuk di starting-11. Dengan aksi individunya, striker Corinthians ini berhasil melewati 2 bek Serbia sebelum mencetak gol di menit 84. Di menit 88, Tevez memberikan assist bagus untuk Messi. Salah satu bintang muda yang paling ditunggu kiprahnya ini pun mencetak gol dan menggenapkan kemenangan Argentina 6-0 atas Serbia. Belanda saja hanya mampu 1-0.
Pertandingan terakhir grup C Antara Belanda – Argentina nanti akan menjadi ulangan perempat final PD 1998 Perancis. Saat itu Belanda menang 2-1 berkat Kluivert dan gol indah Dennis Bergkamp setelah Argentina sempat menyamakan kedudukan 1-1 lewat Claudio Lopez.
Apakah pertandingan kali ini akan berakhir seperti itu ? Apakah van Der Sar akan mendapat tandukan lagi ? (mungkin ditanduk Sorin, abis liat rambutnya jadi inget Ortega sih :P)
Nah, MoM kali ini adalah Riquelme. Sepertinya Argentina akan timpang jika playmaker Villareal ini sampai tidak dapat diturunkan.

Belanda 2 – 1 Pantai Gading
Wah wah wah, Belanda mulai mengadopsi Cattenacio ?
Walaupun unggul 2-1 di babak pertama, Belanda justru dikurung habis-habisan di babak kedua.
Belanda mencetak gol di babak pertama lewat Robin van Persie. Striker Arsenal ini dijatuhkan di luar kotak penalti oleh rekannya sendiri di Arsenal, Kolo Toure. Dan eksekusi tendangan bebasnya di menit 23 membuat Belanda unggul 1-0. Disamping perayaan gol van Persie, sebenarnya ada perayaan lainnya. Edwin van der Sar merayakan prestasinya dengan tidak kebobolan selama 1000 menit di laga internasional . Di menit 27, Nistelrooy menggandakan kedudukan. Memanfaatkan assist dari Arjen Robben, striker Manchester United ini lepas dari jebakan offiside dan mencetak gol pertamanya. Hmm, offside apa ga yah ? Susah buat menentukan, karena ini emang spesialisasinya (Pippo Inzaghi lebih jago lagi soal ginian). Sepertinya Belanda akan mengikuti Argentina menang besar.
Ketinggalan 2 gol, The Elephants mulai menekan lewat peluang Drogba dan Zokora. Menit 32 Arjen Robben mendapat kartu kuning. Tingkah “aktor penerima Oscar” Liga Inggris ini memang rese. Ingat insiden Pepe Reina ? Nah mirip-mirip gitu deh. Robben dijatuhkan oleh bek Pantai Gading. Namun sebenarnya tidak ada kontak serius, tapi pemain Chelsea itu seakan baru saja di tubruk “gajah”.
Menit ke 38 Pantai Gading mencetak gol. Salah satu gol terbaik dalam turnamen kali ini. Melewati 2 bek Belanda, Bakari Kone melepaskan tendangan keras ke pojok atas gawang Belanda. Rekor clean-sheet van der Sar pun patah di menit ke 1014 . Pantai Gading masih menekan dengan 2 peluang dari Arouna Kone hingga babak pertama selesai.
Seperti saya tulis di atas, Belanda mulai ber-cattenacio di babak kedua ini. Walau van der Vaart yang masuk menggantikan Sneijder tampil cukup bagus. Van Persie yang tampil sangat impresif menjadi pahlawan dengan menggagalkan peluang emas Pantai Gading di menit 77. Berdiri di garis gawang, dia menghalau sundulan keras Droga dengan dadanya. Dengan total tembakan 9:15 untuk Pantai Gading, babak kedua praktis dikuasainya. Namun debutan Afrika ini sepertinya masih harus memperbanyak pengalaman.
Belanda menang dengan skor akhir 2-1 dengan Robben kembali menjadi Man of the Match. Hmm, menurut saya sih van Persie yang lebih pantas untuk itu. Tapi mungkin komite pemilihnya bersimpati akibat insiden “ketubruk gajah” tadi itu

Meksiko 0 – 0 Angola

This entry was posted in General by nuri. Bookmark the permalink.

About nuri

a telco employee by day / at night pretend to be a dj / addicted to manga, anime, soccer / reading books and traveling / writing codes and taking photos / very happy finally visited Kyoto :)