The Hobbit – An Unexpected Journey

“Far over the Misty Mountains Cold,
to Dungeons Deep and Caverns Old,
the Pines Were Roaring on the Heights,
the Winds Were Moaning in the Night,
the Fire Was Red, It Flaming Spread,
the Trees Like Torches Blazed With Light.”

Saya suka lagu di atas, lagu yang dinyanyikan para Dwarf di film The Hobbit – An Unexpected Journey

Buat penggemar Tolkien, tentu telah lama menantikan side story Lord of The Rings ini di versi layar lebarnya. Masih ditangan Peter Jakson yang sukses mengantarkan Gollum menjadi ‘hidup’, kali ini Bilbo Baggins akan menceritakan kisah petualangan hidupnya.

Masih di Middle Earth dengan mengambil latar belakang 60 tahun sebelum era LOTR, hidup seorang hobbit mapan di desanya. Namun hobbit ini rupayanya kurang puas akan kehidupan sehari-harinya dan berusaha mencari pengalaman baru. Gandalf sang penyihir akhirnya dapat membujuk Bilbo untuk pelakukan sebuah petualangan bersama serombongan Dwarf yang ingin merebut kembali harta karunnya yang dicuri.

1 hobbit dengan 1 penyihir tua dikelilingi 13 dwarf againts the world.

Jadi seberapa kolosal pertempuran geng gandalf versus Orc, Goblin dan monster-monster lainnya? Mari kita saksikan sendiri saja tanggal 13 nanti di Bioskop.

Dan kali ini, harus nonton 3D-nya di IMAX Gandaria City :)
Kalau rata-rata film dibuat dengan 24 frame rate/detik, The Hobbit adalah film pertama di dunia yang dibuat dengan High Frame Rate (HFR), 48 frame rate/detik. Jadi 3D nya bakal lebih kinclong dari yang selama ini kita lihat di bioskop ^_^

And beware .. Gollum is there around you..

If precious asks
and it doesn’t answer…
…we eats it, my precious.

3 thoughts on “The Hobbit – An Unexpected Journey

Comments are closed.