Google Apps

Google Apps

Google Apps

Dalam acara Telkomsel CBS (Corporate Business Solution) Sales Exhibition 2010 Oktober 2010 kemarin, Telkomsel mengambil tema Personalization® for Integrated Solution. Salah satu highlight dari acara yang dilakukan di 3 kota ini (Medan, Surabaya, Makassar) adalah kerjasama Telkomsel dengan Google untuk layanan Google Apps bagi pelanggan Telkomsel.

Ada yang tahu Google Apps itu apa?

Google Apps adalah kumpulan layanan berbasis web/internet yang disediakan oleh Google yang fungsinya mirip dengan aplikasi perkantoran. Layanan ini meliputi Email (Gmail), Calendar, Talk, Video, Docs dan Sites.

Nah dengan Google Apps ini, perusahaan (baik skala kecil s/d besar atau bahkan perorangan) dapat melakukan penghematan akan keperluan infrastruktur TI (Teknologi Informasi).
Kenapa?
Dengan era cloud-computing saat ini, Google menawarkan infrastruktur termasuk aplikasinya dalam satu paket. Untuk punya layanan messaging dan collaboration di atas, kita ga perlu perangkat keras (server, storage, dll) maupun perangkat lunak khusus untuk itu. Kebutuhan administrasinya pun minimal, sehingga menciptakan penghematan waktu dan biaya yang sangat besar bagi bisnis. Google sendiri menawarkan layanan ini dengan SLA hingga 99.9%, jadi pengguna akan lebih produktif dan kekhawatiran tentang penghentian operasional sistem akan berkurang.

Berikut ini video mengenai pengenalan akan Google Apps

[tube]http://www.youtube.com/watch?v=kJT3pagjd8s[/tube]

Berapa?

Ya, ujung-ujungnya emang duit :) Tapi sebelum membahas itu perlu saya sampaikan kalo Google Apps ini punya 4 versi.

  • Google Apps – gratisan, mungkin cocok untuk penggunaan personal/rumahan atau kelompok dengan maksimal 50 user. Tapi ga dapat SLA 99.9% dan beberapa fitur lainnya.
  • Google Apps for Business – menawarkan email 25GB/user, SLA jaminan 99.9% uptime, kemampuan migrasi data, advanced management tools, support via telpon, fitur keamanan dll.
  • Google Apps for Government sepertinya untuk pemerintahan.
  • Google Apps for Education mirip seperti Google Apps for Business tapi untuk institusi pendidikan dan lembaga non-profit

Perbandingan dari tiap versinya tersebut dapat dilihat di sini

Dikutip dari laman Google Apps for Business, biaya untuk menggunakan layanan Google Apps (untuk Business) ini sebesar USD 50 tiap pengguna, tiap tahunnya. Jika sebuah perusahaan misalnya punya 50 pegawai, biaya tahunannya ya sekitar USD 2,500. Nah, kalau perusahaan tersebut harus setup server sendiri, sewa lokasi datacenter, belum lagi kalau pakai aplikasi propritary seperti kombo Ms Windows Server + Ms Exchange + Firewall + Anti virus + Ms SQL Server dll, waaah ga kebayang deh abis berapa. Beberapa ulasan sih penghematan bisa sampai USD 30,000 (bergantung ke kebutuhan juga, bisa lebih banyak lagi).

Sebagai ilustrasi bisa akses ke sini untuk perbandingan biaya yang dapat dihemar atau ke situ untuk migrari dari Exchange atau  di sana untuk pengguna Lotus Notes.

Saya sempat meyinggung di awal mengenai kerjasama Telkomsel – Google untuk memasarkan layanan Google Apps ini. Nah, saya belum tahu skema harga yang ditawarkan Telkomsel-Google Apps nanti kaya gimana. Tapi semestinya bisa lebih murah ga sampe USD 50/user/tahun. Info yang lebih valid soal Telkomsel-GoogleApps ini bisa kontak ke sini ajah deh :)

Telkomsel sendiri saat ini sudah meluncurkan beberapa layanan yang menggunakan Google sebagai backend-nya. Diantaranya adalah Google Maps dan Google SMS Translator.

Berita terbaru dari Google adalah …. jreng jrenggggg … tadaaaa…
Layanan dalam paket Google Apps yang diberikan Google bertambah hingga 10 kali lipat lho!!! Jadi sekarang kira-kira ada 60 aplikasi dalam paket layanan Google Apps. Wow!

Apa ajah?

Walah buanyak, ada AdSense, AdWords, Alerts, Analytics, Maps, Checkout (ini menarik buat e-commerce), Places (kombo ma Maps n GIS) sisanya lihat sendiri di sini.

Kalo ga nyoba sendiri emang bakal penasaran lho :) Kan ada versi gratisnya juga tuh. Kalo emang pingin manfaat lebih, baru deh itung-itungan biaya tambahannya :)

Leave a Reply

11 Comments

  1. bagaimana mereka bisa menjadi penjual, jika mereka sendiri bukanlah pengguna google apps? jadi penasaran..

    • imho, ndak setiap penjual harus nyobain barang dagangan mereka
      tapi setiap penjual harus tahu apa yang mereka jual
      dalam level tertentu tahu tidak harus sama dengan makai

  2. oia, mau nambahin juga. itu screenshot nya google maps yg di situs telkomsel kok punya iphone maps yah?

    • pertanyaan ini dapat ditujukan langsung ke si content supplier, google-nya maupun applenya. aku rasa material publishing either from them or approved by them :)
      and where apple get the maps from by the way?
      ah yes, google.

    • there is no such thing like iphone maps
      it’s just google maps for iphone :D

  3. Google Apps ? boros bandwidth luar negeri…
    ada layanan sejenis di Indonesia :D

    • ayo aku njaluk profile daganganmu, ben tak tulis di sini. Jadi yang baca biar ada pembandinge

  4. Pingback: Telkomsel Business Connect

  5. syaf

    mau tanya Google Apps – gratisan itu beneran maksimal 50 user?. SLA 99.9% maksudnya apa? thanks atas pencerahannya.

Next ArticleSocial Media is Twitter Until Some Agencies Say Otherwise