From Eindhoven, England 0 – 1 Spain

Anti klimaks bagi Middlesbrough. Performa buruk selama babak kedua serta kurang jelinya McClaren dalam melakukan pergantian pemain harus di bayar mahal. Sevilla menghukum mereka dengan 4 gol tanpa balas.
Pertandingan babak pertama sebenarnya masih 50-50 walaupun Boro tertinggal 0-1 lewat tandukan Luis Fabiano memanfaatkan umpan lambung Daniel dari luar kotak penalti. Kedua tim cukup mempunyai kesempatan yang hampir sama. Namun di babak kedua, McClaren rupanya ingin mengulangi kejutan yang dia ciptakan waktu quarter final dan semifinal. Too bad, it was a bad surprise.
Maccarone langsung masuk menggantikan Morrison di babak kedua. Sevilla juga melakukan hal yang sama. Namun bedanya, Kanoute diturunkan untuk menggantikan Saviola yang mainnya malam itu cukup jelek. Benar-benar under perform. Serangan-serangan Boro cukup gencar di awal babak ke-dua. Paling tidak Viduka dan Macarone mendapat 1 kesempatan mencetak gol. Menit 70 Yakubu masuk menggantikan Quedrue. Jadi Boro main dengan 4 FW, 3 MF dan 3 DF plus satu GK bertopeng (bukan pahlawan bertopeng lho ya).
Pesta gol Sevilla pun dimulai. Memanfaatkan kecepatan penetrasi dari sayap, mereka mulai aktif melakukan serangan. Daniel, Jesus Navas dan Adriano menjadi pengacau pertahanan Boro yang tampil makin buruk. Bola rebound hasil tendangan Jesus Navas dari sisi kiri kotak penalti Boro langsung disambar oleh Enzo Maresca. 0-2 di menit 78.
Boro pun makin kedodoran. Boateng sering kehilangan bola dan Rochemback ga jelas passing kemana. Seain itu defendernya pun sering membuat ruang lebar di daerah pertahanan sendiri. Telatnya pemain tengah turun untuk membantu pertahanan membuat Boro terus dibombardir serangan anak-anak Andalusia. Menit 84, tendangan Maresca dari luar kotak penalti tidak bisa ditangkap si Kiper Bertopeng. 0-3. Sebenarnya di menit ini pertandingan sudah bisa dihentikan karena mental pemain Boro bukan lagi DOWN tapi udah GONE.
Menit 89 Kanoute menambah gol Sevilla memanfaatkan bola rebound tendangan Maresca (lagi-lagi dari sisi kiri pertahanan Boro) yang sempat ditepis Schwarzer sang Kiper Bertopeng. Kanoute tidak terlalu merayakan golnya. Dia malah hanya menggerakan kedua lengannya yang oleh komentator diterjemahkan sebagai “It’s enough, no more. Please just end it. Stop the game” 😛
Pertandingan pun berhenti di menit 90 tanpa adanya added time.
Kekalahan 0-4 di Eindhoven ini langsung menimbulkan pertanyaan serius di Inggris. Is he really the right person to replace Sven ?

England vs Spain, Battle Clash #1 Eindhoven

Tanggal 11 Mei 2006, 2 tim dari 2 kompetisi terkenal di Eropa akan bertemu di Philips Stadion, Eindhoven – Belanda.
Middlesbrough melawan Sevilla FC.

Middlesbrough
Ground: Riverside Stadium, Middlesbrough
Nickname: Boro
Manager: Steve McClaren
League Position: 14
Squad:
GK: Mark Schwarzer, Bradley Jones, Ross Turnbull
DF: Franck Queudrue, Ugo Ehiogu, Chris Riggott, Gareth Southgate, Emanuel Pogatetz, Colin Cooper, Andrew Davies, Matthew Bates, Andrew Taylor, Anthony Mcmahon, David Wheater
MF: Gaizka Mendieta, Ray Parlour, Doriva, Fabio Rochemback, George Boateng, Stewart Downing, Stuart Parnaby, Adam Johnson, Lee Cattermole, James Morrison
FW: Massimo Maccarone, Jimmy Floyd Hasselbaink, Malcolm Christie, Aiyegbeni Yakubu, Danny Graham, Jason Kennedy, Mark Viduka

Sevilla FC
Ground: Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, Seville
Nickname: Sevillistas, Biris, Palanganas
Manager: Juande Ramos
League Position: 5 (qualified for 2006/2007 UEFA Cup)
Squad:
GK:Andrés Palop, Antonio Notario
DF: Javi Navarro, David, Daniel Alves, Julien Escudé, Ivica Dragutinovic, Aitor Ocio, Pablo Ruiz, David Prieto, Crespo
MF: Jordi, Renato, Jesús Navas, Adriano, Jesuli, Martí, Fernando Sales, Enzo Maresca, Antonio Puerta, Diego Capel
FW: Javier Saviola, Ariza Makukula, Luís Fabiano, Fréddie Kanouté, Kepa

Facts:
Tim Inggris terakhir yang menjuarai UEFA Cup adalah Liverpool tahun 2001. The Reds mengalahkan Deportivo Alaves 5-4 di Westfalenstadion, Dortmund. Sedangkan Spanyol diwakili oleh El Che Valencia mengalahkan Marseille 2-0 di Gothenburg.
Inggris tercatat 10 kali menjuari UEFA Cup di wakili oleh 6 klub yaitu Liverpool (3), Leeds United (2), Tottenham Hotspur (2), Arsenal (1), Ipswich Town (1), Newcastle United (1)
Spanyol 9 kali. Barcelona (3), Valencia (3), Real Madrid (2), Real Zaragoza (1)

Sevilla berpenampilan lebih konstan di liga domestik dibandingkan dengan Boro. Hal ini terlihat Sevilla masih dapat menempatkan dirinya di jalur UEFA Cup dalam 2 tahun ini (peringkat 6 La Liga musim lalu) walau dua pemain kuncinya musim lalu diangkut ke Real Madrid (Baptista & Sergio Ramos).
Beberapa pemain terkenal kelas dunia pernah bermain untuk tim ini. Sebut saja Jose Antonio Reyes yang akan bermain di final Liga Champions tahun ini bersama Arsenal, Diego Maradona, Davor Suker, Ivan Zamorano, Bebeto, Prosinecki.
Sevilla FC adalah satu-satunya tim Eropa yang bermain di 3 kompetisi Eropa tanpa pernah kalah di kandangnya sendiri (European Cup, Cup Winner’s Cup, UEFA Cup).
Sevilla FC adalah satu-satunya klub dari Andalusia (oh iya, kota Seville terletak di Andalusia) yang mampu mencapai partai final di kejuaran antar klub Eropa. Ya tahun ini melawan Boro 😛 Klub dari daerah Andalusia lainnya adalah Cadiz dan Malaga (keduanya peringkat 19 & 20 La Liga musim ini, jelas-jelas degradasi bersama Alavez)

Middlesbrough dibentuk tahun 1876, Sevilla FC 1905. Manajer Boro saat ini, Steve McClaren, akan menjabat sebagai manajer timnas Inggris untuk 4 tahun ke depan mulai 1 Agustus nanti. Pemain terkenal yang pernah main di Boro setau saya adalah Juninho Paulista, Ravanelli dan Mendieta. Kiprah Boro di Premier League terbilang naik turun. Finish di urutan 7 musim kemarin adalah pencapaian paling bagus yang pernah diraih sepanjang kiprah mereka di Premier League. Juga dengan menjadi juara Piala Liga tahun 2003/04 setelah menang 2-1 atas Bolton.
Kalo dari pembicaraan di Sport Center ESPN semalem, Paul Masefield dan Jamie Reeves sepakat mengatakan bahwa “McClaren is a very good coach, but he’s not good enough as manager“. In fact, McLaren was regarded as one of the finest coaches in Europe and was also one of the most prominent coaches in the England team. Waktu menjadi asisten Sir Alex di Manchester United predikat itu memang pantas disandangnya. Bergabung Desember 1998 menggantikan Brian Kidd, setengah musim pertamanya sebagai asisten membuat Man United tidak terkalahkan di semua pertandingan. Puncaknya ketika Man United merebut treble 1999 dengan menjuarai Premier League, Piala FA dan Piala Champions. Tapi bersama Boro, prestasi di liga domestik tidak terlalu bagus. Paul Mase mengatakan bahwa dia bagus di lapangan sebagai pelatih, tapi dalam mengatur sebuah klub dia mengalami kesulitan. Yah contohnya saja dalam hal pembelian pemain.

Kualifikasi grup
Boro menjadi juara group A dengan 10 poin dari 3 kemenangan dan sekali seri. Mencetak 6 gol tanpa pernah kebobolan. Sevilla juara group H, 7 poin hasil dari 2 kali menang, sekali seri dan sekali kalah. Mencetak 8 gol dan kebobolan 4 gol.

Babak 32 besar.
Boro menang agregat 2-2 lawan Vfb Stuttgart. Menang 2-1 di Gottlieb Daimler Stadium, namun kalah 1-0 di Riverside. Sevilla mengalahkan Lokomotiv Moskow total agregat 3-0.

16 besar.
Boro kembali lolos dari lobang jarum dengan agregat 2-2 melawan AS Roma. Boro mencetak 1 gol di Olimpico saat Roma menang 2-1. Sevilla menang agregat 2-1 lawan Lille. Kanouté, Luis Fabiano menjadi pahlawan di leg ke-2.

Perempat final.
Seville menang mudah atas Zenit. 4-1 di kandang dan imbang 1-1 di markas Zenit membuat mereka unggul secara agregat 5-2. Middlesbrough? Dramatis. Kalah 2-0 di kandang Basel, Boro membalik keadaan di kandang dengan memukul Basel 4-1. Maccarone membuat Riverside Stadium seakan meledak mencetak gol penentu di menit 90 dan memastikan Boro lolos ke semifinal dengan agregat 4-3.

Semifinal.
Seville menang tipis 1-0 di kandang atas Schalke setelah pertemuan pertama mereka berakhir imbang. Middlesbrough? Lebih dramatis lagi. Kalah 1-0 di Bucharest, Riverside terdiam putus asa saat Dica dan Goian mencetak gol di awal babak pertama di Riverside. Saat kebanyakan orang menganggap itulah akhir perjalanan Middlesbrough di kancah Eropa, McClaren kembali membuat kejutan. Setelah mengubah taktik, Maccarone membuka gol. 1-2 hingga babak pertama berakhir. Babak kedua, Viduka dan Riggot menambah gol. Dan kembali Macarone menjadi penyelamat lewat golnya di menit 89. I watched the game myself (thanks ESPN :P), it was ….. like watching horror movie 😛 Wish there’s a miracle, and it’s Maccarone.

Overall di liga domestik, Sevilla mempunyai track record yang lebih baik dari Boro. Namun kejutan-kejutan yang dihadirkan McClaren pada babak penyisihan terutama di perempat final dan semi-final membuat pertandingan ini nampaknya akan semakin menarik.

We’ll see….

Farewell Mr. Premiership

Buat pecinta bola, terutama liga Inggris, pasti tidak ada yang tidak kenal dengan pemain yang satu ini. Alan Shearer, yang biasa dijuluki sebagai “Big Al”.
Alan Shearer, lahir tanggal 13 Agustus 1970 di Gosforth, Newcastle. Sepanjang kariri profesionalnya di Premier League tahun 1988-2006 dia telah membela Southampton, Blackburn Rovers dan Newcastle United serta bermain di lebih dari 500 pertandingan.

Shearer remaja pernah ditolak Newcastle selepas dari klub sepakbola Wallsend Boys (Robbie Eliot dan Michael Carrick juga alumni dari ini). Namun dia kemudian bergabung ke Southampton. Diturunkan sebagai pemain pengganti saat melawan Chelsea tahun 1988. Sebulan kemudian dia memulai debut sebenarnya. Bermain penuh saat menjamu Arsenal, Shearer mencetak hat-trick. Saat itu dia menjadi pemain termuda yang pernah menciptakan hat-trick. Umurnya saat itu 17 tahun 8 bulan, mengaahkan rekor legenda Inggis, Jimmy Greaves. Sayangnya penampilan di Southampton terbilang tidak menggembirakan. Musim 1988/89 – 1990/91 hanya 7 gol dari 72 penampilan. Musim 91/92 Shearer mencetak 13 gol dari 41 penampilan yang merupakan musim terakhirnya di Southampton dengan total 23 gol selama 4 tahun.

Tahun 1992, Shearer bergabung ke Blackburn Rovers dengan nilai £3.6 juta. Dia menolak tawaran Manchester United saat itu. Keputuan yang bikin sebel pendukung fanatik Red Devils hingga saat ini. Di sinilah keistimewaan Shearer mulai terlihat. Dari 21 penampilan di musim pertamanya dengan Rovers, Shearer mencetak 16 gol. Selama 3 tahun berikutnya, Shearer selalu mencetak lebih dari 30 gol setiap musimnya untuk Blackburn Rovers. Bersama Chris Sutton, Shearer menjadi kunci sukses Rovers sewaktu merebut gelar juara Premier League tahun 1994-95 dari MU dengan selisih nilai hanya 1 poin. Gelar yang dinantikan selama 81 tahun. Tahun itu juga Shearer mendapatkan perhargaan PFA Players’ Player of the Year. Mungkin satu-satunya pemain Blackburn yang pernah meraih gelar itu hingga saat ini. Dari sekitar 138 penampilannya, Shearer telah mencetak 112 gol untuk Rovers.

Setelah Euro 96, MU kembali berusaha untuk meminang Alan Shearer yang kembali ditolaknya. Begitu juga dengan tawaran dari Liverpool, Arsenal, Everton, Inter Milan, Juventus dan Barcelona. Shearer menjadi pemain termahal di dunia saat itu, sewaktu klub dari kota kelahirannya, Newcastle United, mengeluarkan £15 juta untuk membawanya ke St. James Park. Di musim pertamanya, Shearer langsung menggebrak dengan 25 gol dari 31 penampilan. Namun sayang pada tahun 1997, dia menderita cedera ligamen yang parah. Musim itu Shearer hanya tampil 17 kali dengan 2 gol. Namun tahun itu Shearer kembali mendapatkan penghargaan PFA Players’ Player of the Year. Setelah Euro 2000, Shearer mengundurkan diri dari sepakbola internasional. Bersama timnas Inggris dia telah mempunyai 63 caps dengan 30 gol.

Alan Shearer telah menjadi legenda Newcastle United. Dia adalah top skor The Toon saat ini mengalahkan pendahulunya, Jackie Milburn. Karena cedera lutut waktu The Toon mengempaskan Sunderland 4-1 tanggal 17 April 2006, Shearer tidak dapat bermain di 3 pertandingan sisa musim ini. Shearer telah mencetak golnya yang ke-206 pada pertandingan itu. Shearer tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kelima Liga Inggris sepanjang masa setelah Jimmy Greaves, Steve Bloomer, Dixie Dean dan Gordon Hogson. Berkaitan dengan cederanya itu pula, Shearer menyatakan pensiun total dan mengundurkan diri sebagai pemain bola professional pada tanggal 22 April 2006.

Tanggal 11 Mei 2006 nanti rencananya akan diadakan pertandingan perpisahan untuk Shearer di markas Newclastle United, St. James Park. Newcastle akan melawan Celtic dari Skotlandia.
Dengan segala kehebatannya itu, hanya satu yang mungkin menjadi penyesalan Shearer yaitu tidak dapat mempersembahkan gelar juara Premier League untuk tim pujaan semasa kecilnya itu.

Farewell Mr. Premiership

Graduation Day

Setelah sekian lama berkutat ma perkuliahan, bersusah payah mengejar waktu dari Kuningan – Salemba – Ciledug. Pernah di todong di 620 sepulang dari Salemba, ngelawan sampe berdarah-darah. Diberhentiin polisi dari motor di depan Menara Imperium dengan alasan pengeledahan narkoba, sementara puluhan motor lain di biarkan lewat (d**n, wht me?). Bolpoin parker gue ditanya bisa nembak ga? (kebanyakan nonton jems bon kali) Setelah melihat dompet isi KTm dan duit 15 ribu pecahan ribuan akhirnya saya dilepas juga. Nyaris basah kuyup kehujanan sampe kampus n dosen ternyata ga hadir 😀 De el el, de el el. Akhirnya segala suka duka itu terselesaikan juga.
Hari ini saya diwisuda sebagai Sarjana Komputer di JHCC. Thanks to everybody who supported me. Pak Adi Widjaya, Mbak Wati, Mbak Mur, Adi, para dosen, Pak Mardi yang membimbing tugas akhir, teman-teman seperjuangan. Geng knalpot Mas Pur, Bayu, Rony, Rendra. Geng encrypt Jim dan Asep kemudian Rudi yang selalu barengan kalo ke Ciledug.
We did it !!! 🙂
Dah ah, mo berangkat ke JHCC … 🙂

Kereta api …..

Naik kereta api, Tut.. Tut.. Tut.. Siapa hendak turut?
Ke Bandung, Surabaya.. bolehlah naik dengan naik percuma..
Ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama

Itu lagu anak-anak yang cukup ngetren sewaktu saya masih TK. Kayanya seru dan nyaman banget yah naek kereta api itu? Hehehehehe, emang seru. Gimana tidak, di kereta api kamu bisa ketemu berbagai hal, mulai dari cewek cakep teman seperjalanan satu kereta sampe dengan kambing kalo kamu sedang beruntung 🙂 Belum lagi para aktivis copet, jambret, penodong hingga anak-anak sekolah yang ekstra kurikuler magang jadi preman dalam gerbong kereta.

Buset, gimana mo aman kalo begitu ?
Well disitu serunya, jangan pernah mengharap rasa aman dan nyaman kalo menggunakan transportasi publik di Indonesia, pa lagi yang kelas ekonomi. Never.
Kenyamanan dan keamanan adalah hal yang amat sangat langka. Jadi cukuplah berharap kamu sampai ditujuan dengan selamat, kalo bisa ontime tanpa kehilangan apapun itu adalah megabonus yang bisa kamu dapatkan.

Itu baru di dalam gerbong kereta. Infrastrukturnya sendiri pun sudah tidak menjamin. Jalur kereta banyak yang berada di tengah perkampungan padat. Belum lagi rel kereta masuk jalur banjir seperti di Semarang. Jadi naek kereta jalur pantura Jakarta-Surabaya ga ada salahnya kalo kamu bawa pelampung juga. Yah karena sepertinya yang berwenang untuk urusan ini lebih senang meneruskan jalur kereta yang dirintis sejak jaman Belanda daripada berinovasi banyak untuk membuat jalur yang lebih save. Inivestasi mahal? Jelas, kalo mo murah pake ajah gerobak. Tapi duit investasi kalo “dibelanjakan” dengan benar sesuai dgn seharusnya pasti ga akan kerasa mahal kan? Ah soal mahalnya biaya “belanja-belanja” ini sudah menjadi pengetahuan dasar wajib di negara ini. Sayangnya para pejabat pintar itu terlalu pintar untuk bekerja. Saking pintarnya berteori mereka sampa ga tau harus mengerjakan apa untuk mewujudkan teori itu ?

And it happen again. Satu bukti lagi betapa carut marutnya perkereta apian di Indonesia ini.
Tanggal 14 April 2006, terjadi tabrakan kereta api di Serdang Bedagai, Sumatra Utara. 2 tewas
Tanggal 15 April 2006, KA Sembrani (kereta eksekutif neh) nyeruduk KA Kertajaya (kereta ekonomi) di Purwodadi, Jawa Tengah. Sedikitnya 13 orang tewas.

Kecelakaan kereta terjad nyaris tiap tahun dan sepertinya tidak ada improvement yang berarti untuk itu. Kecuali improvement penambahan jumlah kecelakaan kali. Bintaro ajah paling tidak sudah terjadi 2 kecelakaan besar. Tahun 1987 dengan korban sekitar 100 orang tewas (sampe diangkat jadi film Tragedi Bintaro) dan tahun 2004 (bisa jadi Tragedi Bintaro II tuh kalo perfilman nasional secerah dulu). Masih deket2 bintaro, awal maret tahun ini di Kebayoran Lama, ada atap kereta ambruk dan tiang penyangga kabel listrik rubuh. Atap kereta sampe rubuh? Kaya atap SD ajah..

Kalo mo flashback … hmm. Tahun 2001 yang sangat heboh waktu KA Empu Jaya dari Jakarta neruduk KA Gaya Baru Selatan Malam dari Surabaya. 30 orang tewas

Dan kalau sudah begini, para kambing hitamlah yang diajukan ke meja sidang. Orang pinter ga mungkin salah toh ? Jadi para pelayan masyarakat sesungguhnya seperti penjaga pintu lintasan, masinis, asisten masinis dan teman-temannya yang menjadi tumbal. Manajemen KAI kayanya ga ada komitmen untuk menjamin kenyamana apa lagi kenyamanan penumpangnya. Dan hal itu muncul karena kinerja yang buruk, tidak adanya pengawasan serta manajemen perusahaan yang buruk.

Kalo kaya gini, berapa puluh tahun lagi kita harus menunggu untuk punya Shinkansen… ?
Mengutip dari wikipedia bahwa ketepatan waktu Shinkansen pada tahun 2003 adalah 6 detik dari waktu yang dijadwakan. Waktu tersebut sudah termasuk seluruh kesalahan alami dan manusia dan dihitung dari seluruh 160.000 perjalanan yang dijalani oleh Shinkansen.

Dilema aparat di Indonesia

Sudah menjadi pengetahuan umum (bukan rahasia umum) bahwa negaraku terinta ini terlalu banyak memiliki oknum aparat yang nggregetin mulai dari level paling bawah sampai paling atas. Saking banyaknya oknum aparat ga bener tersebut, aparat lain yang banting tulang melakukan tugasnya dengan jujur dan penuh komitmen jadi tidak terlihat perannya. Entah karena kurangnya publikasi mengenai mereka atau emang kuantitasnya yang kalah jauh dibanding dengan kelompok yang nggregetin tadi itu.

Kompas hari ini (23 Maret 2006) menampilkan 2 kelompok tersebut di atas. Frontpage, tepat di bawah berita utama terdapat berita 2 kolom dengan judul “Empat Anggota Brimob Dalangi Perampokan“. Kayanya ini udah bukan menjadi berita asing lagi bagi kita kan ….

Di halaman ketiga, “Miliaran Rupiah dibagi-bagi“, kembali oleh para oknum aparat ba****t itu. Bukannya dibagi-bagi ke rakyat tapi buat kroni-kroninya sendiri. Masih di halaman tiga, “Ajun Komisaris Sup Diperiksa secara Intensif” berkenaan dengan kasus pemerasan.

Halaman 7 menampilkan karikatur seorang berbaju safari tengah ngorok dengan khidmad di kursi kulit nan empuk dengan mikrofon bertangkai panjang tepat di depan mulutnya. Judul tulisannya “Wakil Rakyat, Manusia Setengah Dewa?”. Kayanya mereka emang cuman mewakili rakyat buat ngorok dan ngabisin duit negara.

Di halaman 26, 4 petugas Bea dan Cukai ditahan karena terlibat penyelundupan motor gede. Headline halaman itu sendiri berjudul “Pegawai Provinsi Ditangkap” diduga menipu 12 CPNS di Banten. Dan masih ajah orang-orang tertipu tadi adalah mereka yang berharap bisa diterima jadi PNS dengan menyetorkan uang suap antar 20 sampai 40 juta.

GUOBLOK!!!

Orientasi orang-orang seperti ini kalo sudah diterima adalah Break Event Point, balik modal. Abis itu cari untung. Maka tidak akan pernah pupuslah rantai kaderisasi pejabat/aparat bobrok di negeri ini.

Sepertinya Kompas masih memiliki berita mengenai ulah para aparat/pejabat brengsek itu di halaman berikutnya. Anggota Polri yang gugur akibat kerusuhan di Abepura beberapa hari lalu seakan terlupakan begitu saja digantikan oleh berita teman-temannya yang ga bener itu.

Phew … kayanya perlu di oursource ajah kali yah plus dilakukan audit internasional secara rutin 😀

Software Bajakan Boleh Dipakai Resmi Lho …

Cuplikan dari detikinet.com
Dalam undang-undang, software bajakan yang dilarang adalah untuk kepentingan komersial. Jadi untuk kepentingan komersial dilarang! tapi untuk kepentingan pelatihan, dan di instansi-instansi itu diperbolehkan,”

Kalimat di atas adalah pernyataan seorang AKBP1 di Makassar berkaitan dengan razia software bajakan yang sedang dilakukan di sana. See, razia software bajakan emang dibenarkan dan seharusnya demikian. Cuman komentar si Oom AKBP itu kalo ga dibilang keblinger kok ya o’on banget kesannya.

Kalo dalam pengertian orang awam hukum seperti saya ini, berarti ada beberapa kesimpulan dari pernyataan di atas:
1. Jualan software bajakan = HARAM (pokoknya yang menghasilkan duit dari pemakaian/penjualan software tersebut)
2. Instansi-instansi (termasuk instansi kepolisian sendiri, mungkin) memakai software bajakan = HALAL (atau mungkin diharuskan ?)

Nah bikin SIM ajah ke salah satu instansi kan kita mesti keluar duit, berarti si instansi dapat duit. Itu bukan termasuk komersil yah ? Ck ck ck ck. Si Oom kayanya cuman inget isi pasal 72 ayat 3 UU No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta soal kata “kepentingan komersil”.

Bunyi lengkap pasal 72 ayat 3 tsb adalah :
Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Tapi apakah memang pasal tersebut diterjemahkan sesuai dengan komentar Oom AKBP di atas? Saya rasa kok nggak yah. Trus pasal-pasal lain dikemanain ? Belum lagi pernyataan di atas kok bertentangan dengan surat dari Menkominfo periode sebelumnya (Syamsul Mu’arif) yang mengajak melakukan tindakan konkrit berkenaan dengan pemakaian software di instansi pemerintahan. Salah satunya adalah dengan tidak menggunakan software bajakan dan menggunakan solusi alternatif software open source.

Apakah ini untuk ngeles bahwa kenyataan instansi-instansi pemerintah tingkat pemakaian software bajakannya mencapai 90% ? Jadi dengan pernyataan tersebut di atas, angka 90% tersebut dibenarkan (baca:dihalalkan). Pantes saja razia selama ini beraninya cuman ke toko-toko di Mall (termasuk toko komputer).

Nah loh. Gimana bisa bener penegakan hukum kalo caranya seperti ini, aparatnya sendiri bikin pertanyataan-pernyataan rancu yang keblinger kaya gitu.

Haiyaaa ….

1:Ajun Komisaris Besar Polisi