Tembakau: Berbahaya Dalam Bentuk dan Samaran Apapun

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya tembakau:

  1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.
  2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.
  3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

Nuri Abidin

Saya bukan perokok dan Insya Allah saya selalu diberi ketetapan hati untuk selau menolak gangguan setan yang namanya rokok tersebut. Saya adalah korban keegoisan those d**n smoker yang menjadikan saya perokok pasif tanpa punya pilihan (terutama dikantor).

Yang mau berpartisipasi silahkan kunjungi http://wntd2006.priyadi.net/

Kue Pukis Depan Gajah Mada Plasa

Setelah dari alun-alun, saya menyebrang ke timur ke arah pertokoan. Pertokoan di sepanjang Jl. K.H. Agus Salim ini mungkin adalah pusat pertokoan/Mall pertama di Malang yang saya tahu (CMIIW). Waktu itu Mitra II masih berujud bioskop President, Alun-alun Mall masih berupa penjara, Sarinah belum semegah sekarang. Di awali dengan Malang Plaza, kemudian Mitra dan Gajah Mada yang mempunyai jalan tembus ke arah pecinan/pasar besar.
Di Gajah Mada Plasa ini pula saya waktu masih kecil dulu sempat “hilang” terpisah dari orang tua seperti anak kecil pada postingan saya sebelumnya. Sementara di Malang Plasa, sewaktu SMP dulu adalah tempat saya maen tamiya. Karena di lantai dasar ada toko mainan yang menyediakan trek tamiya gratis yang boleh dipakai (apalagi kalo langganan toko itu).
Nah yang ada di foto di samping ini adalah penjual pukis/terang bulan di depan Gajah Mada Plasa. Ruang depan tangga masuk Gajah Mada Plasa ini diisi oleh beberapa stan. Paling sering adalah stan dealer sepeda motor mulai Honda,Suzuki, Yamaha (belum pernah lihat Kawasaki). Ada yang jualan aksesoris atau perlengkapan dapur (piring & gelas plastik dan semacamnya). Namun yang saya ingat sejak masih kecil dulu (yah waktu saya ilang dulu, almarhum Gombloh baru negalurin album “Kugadaikan Cintaku”) adalah penjual pukis/terang bulan. Pukis Madonna.
Hari itu saya pesan 20 biji pukis istimewa. Warung ini (kita sebut saja begitu) menyediakan 2 macam pukis. Yang biasa Rp.1300/biji, yang istimewa Rp.1500/biji. Untuk terang bulan (mungkin di Jakarta dikenal sebagai martabak manis) yang biasa Rp. 18.000/porsi (kacang- meses) sedangkan yang istimewa Rp.21.000 (Kacang-meses+keju). Dan kue pukis Malang ini adalah one of the kind. Uenakkk tenan.
Ada lagi satu yang sering saya beli adalah Pukis Hollywood (kalo ga salah). Jualan di sebuah mobil yang sudah di modifikasi di parkiran samping Toko Buku Siswa. Letaknya di seberang Mitra I. Cuman sepertinya di sana sedikit lebih mahal. At least selintas ada terang bulan “Super” seharga Rp. 30.000.
Sambil nunggu pukis pesanan di buat, saya sempat-sempatkan ngobrol sambil jepret-jepret dengan phonecam. Wah gile, saya baru lihat keju craft sepanjang kertas a4. Tebal pula. Yang saya tau kan keju kraft cuman selembar tipis selebar roti tawar 😛
Nah besok mo ke Ciliwung. Makan Bakso Cak Man sampe puas + Hot Cwi Mie yang sepertinya baru buka di sampingnya (CMIIW). Abis itu berburu kripik di Kripik Abadi.

Gbr1: loyang-loyang itu adalah cetakan terang bulan, sedangkan gambar yang ada “centong” raksasa itu adalah mentega. Mentega paling banyak yang pernah saya lihat hanyalah Blueband seukuran mangkuk bakso.
Gbr2: terang bulan yang sudah matang, tinggal dicustomize dengan tambahan serbuk kacang, meses atau keju atau kombinasinya. Tentunya plus susu kental manis seperti yang dapat dilihat tumpukan kalengnya itu. Kotak Khong Guan isinya serbuk kacang, sebelahnya kotak Danone isi meses coklat. Mas-mas di ujung sana yang kelihatan celana jeans nya itu sedang meracik 20 pukis pesanan saya 😛

Malang, 13 Mei 2006

Setelah dari acara “Ngunduh Mantu”-nya Tono, saya meneruskan dengan acara sendiri. Menjelajahi pusat kota Malang. Yah pas lebaran kemarin ga sempat jalan-jalan karena hujan nyari turun tiap hari. Tujuan pertama yah alun-alun kota Malang. Cukup kaget melihat tampilan Sarinah yang mirip Ghrapari bentuk gedungnya 😛 Gedung Mitra I juga ada perubahan.
Alun-alun sendiri sepertinya ga ada perubahan. Cuman yang saya perhatikan, “bekupon” (rumah burung) yang beberapa tahun lalu ada dekat air mancur sudah tidak ada. Pohon-pohon penuh bunga juga tidak nampak. Mungkin karena belum musim berbunga yah. Anda juga bisa melihat tontonan topeng monyet yang lumayan kocak (monyetnya).

Weekend. Alun-alun kota ini jadi ajang piknik keluarga sambil menikmati udara kota yang segar. Mungkin setelah itu mereka bisa makan-makan atau berbelanja. Di seberang alun-alun banyak tempat makan yang enak dan ada beberapa pusat perbelanjaan (Mall bahasa gaulnya). Atau mungkin bisa nyobain jagung bakar atau tahu petis yang dijual oleh pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun. PKL ini menjadi masalah tersendiri. Yah 2 sisi pedang yang sama tajam. Di sini satu mereka tidak seharusnya berjualan di situ karena sudah ada peraturannya sejak dulu. Dan selalu aja harus di razia (tipikal penduduk Indonesia banget yah ?). Di satu sisi, ga tega juga lihat mereka langsung bergegas beresin dangan dan kabur begitu melihat petugas pamong praja mulai berjalan dari arah Kantor Pos Besar masuk ke alun-alun.


Jam 5 lebih dikit, air mancur di tengah alun-alun pun mulai … mancur 😛
Yah udara makin tambah seger deh. Anak-anak langsung pada nemplok di pagar pembatas ngelihatin air mancur.


Tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, 2 keluarga ini adalah teman lama yang kebetulan bertemu di alun-alun. Keduanya pun sudah mempunyai putra yang lucu-lucu. Nampak 2 junior dari 2 keluarga ini saling “berkenalan”.
“Alo nama caya Anto, nama kamu capa?”
Sore itu diwarnai kejadian yang megharukan juga, Pol PP masuk ke tengah alun-alun dan para pedagang berlarian menjauh, seorang bapak tampak menghampiri mereka. Polisi PP itu pun terhenti. Bapak tadi meminta tolong petugas untuk membantu mencarikan atau memberikan pengumunan anak hilang. Sang bapak tersebut menggandeng seorang bocah cowok yang mungkin berumur 7 atau 8 tahun yang sedang menangis. Rupanya beliau sudah mengitari alun-alun bersama anak itu untuk mencari orang tuanya namun belum ketemu juga. Sang Polisi PP pun dengan ramah membawa anak malang yang terpisah dari orang tuanya itu ke pos. Sementara anggota lain mulai ke pos polisi depan Sarinah untuk membuat pengumunan. Kalo ga salah di sana ada pengeras suara. Sementara ibu-ibu tua pedagang jagung bakar dan tahu petis serta bapak-bapak pedagang balon pindah ke depan parkiran motor dekat pohon beringin seberang Kantor Bupati.

Masjid Jami’ on sunset

Martono’s Wedding Party

Walopun telat, plus rada telat juga datangnya ke resepsi, paling ga posting kali ini cukup mewakili ucapan selamat buat sohib saya Martono. Selamat menempuh hidup baru dengan Dila. Semoga menjadi keluarga yang sakinah. Dan semoga saya juga bisa segera menyusul 😛

pii-tono&dila-me


Happy couple, Tono & Dila

From Eindhoven, England 0 – 1 Spain

Anti klimaks bagi Middlesbrough. Performa buruk selama babak kedua serta kurang jelinya McClaren dalam melakukan pergantian pemain harus di bayar mahal. Sevilla menghukum mereka dengan 4 gol tanpa balas.
Pertandingan babak pertama sebenarnya masih 50-50 walaupun Boro tertinggal 0-1 lewat tandukan Luis Fabiano memanfaatkan umpan lambung Daniel dari luar kotak penalti. Kedua tim cukup mempunyai kesempatan yang hampir sama. Namun di babak kedua, McClaren rupanya ingin mengulangi kejutan yang dia ciptakan waktu quarter final dan semifinal. Too bad, it was a bad surprise.
Maccarone langsung masuk menggantikan Morrison di babak kedua. Sevilla juga melakukan hal yang sama. Namun bedanya, Kanoute diturunkan untuk menggantikan Saviola yang mainnya malam itu cukup jelek. Benar-benar under perform. Serangan-serangan Boro cukup gencar di awal babak ke-dua. Paling tidak Viduka dan Macarone mendapat 1 kesempatan mencetak gol. Menit 70 Yakubu masuk menggantikan Quedrue. Jadi Boro main dengan 4 FW, 3 MF dan 3 DF plus satu GK bertopeng (bukan pahlawan bertopeng lho ya).
Pesta gol Sevilla pun dimulai. Memanfaatkan kecepatan penetrasi dari sayap, mereka mulai aktif melakukan serangan. Daniel, Jesus Navas dan Adriano menjadi pengacau pertahanan Boro yang tampil makin buruk. Bola rebound hasil tendangan Jesus Navas dari sisi kiri kotak penalti Boro langsung disambar oleh Enzo Maresca. 0-2 di menit 78.
Boro pun makin kedodoran. Boateng sering kehilangan bola dan Rochemback ga jelas passing kemana. Seain itu defendernya pun sering membuat ruang lebar di daerah pertahanan sendiri. Telatnya pemain tengah turun untuk membantu pertahanan membuat Boro terus dibombardir serangan anak-anak Andalusia. Menit 84, tendangan Maresca dari luar kotak penalti tidak bisa ditangkap si Kiper Bertopeng. 0-3. Sebenarnya di menit ini pertandingan sudah bisa dihentikan karena mental pemain Boro bukan lagi DOWN tapi udah GONE.
Menit 89 Kanoute menambah gol Sevilla memanfaatkan bola rebound tendangan Maresca (lagi-lagi dari sisi kiri pertahanan Boro) yang sempat ditepis Schwarzer sang Kiper Bertopeng. Kanoute tidak terlalu merayakan golnya. Dia malah hanya menggerakan kedua lengannya yang oleh komentator diterjemahkan sebagai “It’s enough, no more. Please just end it. Stop the game” 😛
Pertandingan pun berhenti di menit 90 tanpa adanya added time.
Kekalahan 0-4 di Eindhoven ini langsung menimbulkan pertanyaan serius di Inggris. Is he really the right person to replace Sven ?

England vs Spain, Battle Clash #1 Eindhoven

Tanggal 11 Mei 2006, 2 tim dari 2 kompetisi terkenal di Eropa akan bertemu di Philips Stadion, Eindhoven – Belanda.
Middlesbrough melawan Sevilla FC.

Middlesbrough
Ground: Riverside Stadium, Middlesbrough
Nickname: Boro
Manager: Steve McClaren
League Position: 14
Squad:
GK: Mark Schwarzer, Bradley Jones, Ross Turnbull
DF: Franck Queudrue, Ugo Ehiogu, Chris Riggott, Gareth Southgate, Emanuel Pogatetz, Colin Cooper, Andrew Davies, Matthew Bates, Andrew Taylor, Anthony Mcmahon, David Wheater
MF: Gaizka Mendieta, Ray Parlour, Doriva, Fabio Rochemback, George Boateng, Stewart Downing, Stuart Parnaby, Adam Johnson, Lee Cattermole, James Morrison
FW: Massimo Maccarone, Jimmy Floyd Hasselbaink, Malcolm Christie, Aiyegbeni Yakubu, Danny Graham, Jason Kennedy, Mark Viduka

Sevilla FC
Ground: Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, Seville
Nickname: Sevillistas, Biris, Palanganas
Manager: Juande Ramos
League Position: 5 (qualified for 2006/2007 UEFA Cup)
Squad:
GK:Andrés Palop, Antonio Notario
DF: Javi Navarro, David, Daniel Alves, Julien Escudé, Ivica Dragutinovic, Aitor Ocio, Pablo Ruiz, David Prieto, Crespo
MF: Jordi, Renato, Jesús Navas, Adriano, Jesuli, Martí, Fernando Sales, Enzo Maresca, Antonio Puerta, Diego Capel
FW: Javier Saviola, Ariza Makukula, Luís Fabiano, Fréddie Kanouté, Kepa

Facts:
Tim Inggris terakhir yang menjuarai UEFA Cup adalah Liverpool tahun 2001. The Reds mengalahkan Deportivo Alaves 5-4 di Westfalenstadion, Dortmund. Sedangkan Spanyol diwakili oleh El Che Valencia mengalahkan Marseille 2-0 di Gothenburg.
Inggris tercatat 10 kali menjuari UEFA Cup di wakili oleh 6 klub yaitu Liverpool (3), Leeds United (2), Tottenham Hotspur (2), Arsenal (1), Ipswich Town (1), Newcastle United (1)
Spanyol 9 kali. Barcelona (3), Valencia (3), Real Madrid (2), Real Zaragoza (1)

Sevilla berpenampilan lebih konstan di liga domestik dibandingkan dengan Boro. Hal ini terlihat Sevilla masih dapat menempatkan dirinya di jalur UEFA Cup dalam 2 tahun ini (peringkat 6 La Liga musim lalu) walau dua pemain kuncinya musim lalu diangkut ke Real Madrid (Baptista & Sergio Ramos).
Beberapa pemain terkenal kelas dunia pernah bermain untuk tim ini. Sebut saja Jose Antonio Reyes yang akan bermain di final Liga Champions tahun ini bersama Arsenal, Diego Maradona, Davor Suker, Ivan Zamorano, Bebeto, Prosinecki.
Sevilla FC adalah satu-satunya tim Eropa yang bermain di 3 kompetisi Eropa tanpa pernah kalah di kandangnya sendiri (European Cup, Cup Winner’s Cup, UEFA Cup).
Sevilla FC adalah satu-satunya klub dari Andalusia (oh iya, kota Seville terletak di Andalusia) yang mampu mencapai partai final di kejuaran antar klub Eropa. Ya tahun ini melawan Boro 😛 Klub dari daerah Andalusia lainnya adalah Cadiz dan Malaga (keduanya peringkat 19 & 20 La Liga musim ini, jelas-jelas degradasi bersama Alavez)

Middlesbrough dibentuk tahun 1876, Sevilla FC 1905. Manajer Boro saat ini, Steve McClaren, akan menjabat sebagai manajer timnas Inggris untuk 4 tahun ke depan mulai 1 Agustus nanti. Pemain terkenal yang pernah main di Boro setau saya adalah Juninho Paulista, Ravanelli dan Mendieta. Kiprah Boro di Premier League terbilang naik turun. Finish di urutan 7 musim kemarin adalah pencapaian paling bagus yang pernah diraih sepanjang kiprah mereka di Premier League. Juga dengan menjadi juara Piala Liga tahun 2003/04 setelah menang 2-1 atas Bolton.
Kalo dari pembicaraan di Sport Center ESPN semalem, Paul Masefield dan Jamie Reeves sepakat mengatakan bahwa “McClaren is a very good coach, but he’s not good enough as manager“. In fact, McLaren was regarded as one of the finest coaches in Europe and was also one of the most prominent coaches in the England team. Waktu menjadi asisten Sir Alex di Manchester United predikat itu memang pantas disandangnya. Bergabung Desember 1998 menggantikan Brian Kidd, setengah musim pertamanya sebagai asisten membuat Man United tidak terkalahkan di semua pertandingan. Puncaknya ketika Man United merebut treble 1999 dengan menjuarai Premier League, Piala FA dan Piala Champions. Tapi bersama Boro, prestasi di liga domestik tidak terlalu bagus. Paul Mase mengatakan bahwa dia bagus di lapangan sebagai pelatih, tapi dalam mengatur sebuah klub dia mengalami kesulitan. Yah contohnya saja dalam hal pembelian pemain.

Kualifikasi grup
Boro menjadi juara group A dengan 10 poin dari 3 kemenangan dan sekali seri. Mencetak 6 gol tanpa pernah kebobolan. Sevilla juara group H, 7 poin hasil dari 2 kali menang, sekali seri dan sekali kalah. Mencetak 8 gol dan kebobolan 4 gol.

Babak 32 besar.
Boro menang agregat 2-2 lawan Vfb Stuttgart. Menang 2-1 di Gottlieb Daimler Stadium, namun kalah 1-0 di Riverside. Sevilla mengalahkan Lokomotiv Moskow total agregat 3-0.

16 besar.
Boro kembali lolos dari lobang jarum dengan agregat 2-2 melawan AS Roma. Boro mencetak 1 gol di Olimpico saat Roma menang 2-1. Sevilla menang agregat 2-1 lawan Lille. Kanouté, Luis Fabiano menjadi pahlawan di leg ke-2.

Perempat final.
Seville menang mudah atas Zenit. 4-1 di kandang dan imbang 1-1 di markas Zenit membuat mereka unggul secara agregat 5-2. Middlesbrough? Dramatis. Kalah 2-0 di kandang Basel, Boro membalik keadaan di kandang dengan memukul Basel 4-1. Maccarone membuat Riverside Stadium seakan meledak mencetak gol penentu di menit 90 dan memastikan Boro lolos ke semifinal dengan agregat 4-3.

Semifinal.
Seville menang tipis 1-0 di kandang atas Schalke setelah pertemuan pertama mereka berakhir imbang. Middlesbrough? Lebih dramatis lagi. Kalah 1-0 di Bucharest, Riverside terdiam putus asa saat Dica dan Goian mencetak gol di awal babak pertama di Riverside. Saat kebanyakan orang menganggap itulah akhir perjalanan Middlesbrough di kancah Eropa, McClaren kembali membuat kejutan. Setelah mengubah taktik, Maccarone membuka gol. 1-2 hingga babak pertama berakhir. Babak kedua, Viduka dan Riggot menambah gol. Dan kembali Macarone menjadi penyelamat lewat golnya di menit 89. I watched the game myself (thanks ESPN :P), it was ….. like watching horror movie 😛 Wish there’s a miracle, and it’s Maccarone.

Overall di liga domestik, Sevilla mempunyai track record yang lebih baik dari Boro. Namun kejutan-kejutan yang dihadirkan McClaren pada babak penyisihan terutama di perempat final dan semi-final membuat pertandingan ini nampaknya akan semakin menarik.

We’ll see….

Farewell Mr. Premiership

Buat pecinta bola, terutama liga Inggris, pasti tidak ada yang tidak kenal dengan pemain yang satu ini. Alan Shearer, yang biasa dijuluki sebagai “Big Al”.
Alan Shearer, lahir tanggal 13 Agustus 1970 di Gosforth, Newcastle. Sepanjang kariri profesionalnya di Premier League tahun 1988-2006 dia telah membela Southampton, Blackburn Rovers dan Newcastle United serta bermain di lebih dari 500 pertandingan.

Shearer remaja pernah ditolak Newcastle selepas dari klub sepakbola Wallsend Boys (Robbie Eliot dan Michael Carrick juga alumni dari ini). Namun dia kemudian bergabung ke Southampton. Diturunkan sebagai pemain pengganti saat melawan Chelsea tahun 1988. Sebulan kemudian dia memulai debut sebenarnya. Bermain penuh saat menjamu Arsenal, Shearer mencetak hat-trick. Saat itu dia menjadi pemain termuda yang pernah menciptakan hat-trick. Umurnya saat itu 17 tahun 8 bulan, mengaahkan rekor legenda Inggis, Jimmy Greaves. Sayangnya penampilan di Southampton terbilang tidak menggembirakan. Musim 1988/89 – 1990/91 hanya 7 gol dari 72 penampilan. Musim 91/92 Shearer mencetak 13 gol dari 41 penampilan yang merupakan musim terakhirnya di Southampton dengan total 23 gol selama 4 tahun.

Tahun 1992, Shearer bergabung ke Blackburn Rovers dengan nilai £3.6 juta. Dia menolak tawaran Manchester United saat itu. Keputuan yang bikin sebel pendukung fanatik Red Devils hingga saat ini. Di sinilah keistimewaan Shearer mulai terlihat. Dari 21 penampilan di musim pertamanya dengan Rovers, Shearer mencetak 16 gol. Selama 3 tahun berikutnya, Shearer selalu mencetak lebih dari 30 gol setiap musimnya untuk Blackburn Rovers. Bersama Chris Sutton, Shearer menjadi kunci sukses Rovers sewaktu merebut gelar juara Premier League tahun 1994-95 dari MU dengan selisih nilai hanya 1 poin. Gelar yang dinantikan selama 81 tahun. Tahun itu juga Shearer mendapatkan perhargaan PFA Players’ Player of the Year. Mungkin satu-satunya pemain Blackburn yang pernah meraih gelar itu hingga saat ini. Dari sekitar 138 penampilannya, Shearer telah mencetak 112 gol untuk Rovers.

Setelah Euro 96, MU kembali berusaha untuk meminang Alan Shearer yang kembali ditolaknya. Begitu juga dengan tawaran dari Liverpool, Arsenal, Everton, Inter Milan, Juventus dan Barcelona. Shearer menjadi pemain termahal di dunia saat itu, sewaktu klub dari kota kelahirannya, Newcastle United, mengeluarkan £15 juta untuk membawanya ke St. James Park. Di musim pertamanya, Shearer langsung menggebrak dengan 25 gol dari 31 penampilan. Namun sayang pada tahun 1997, dia menderita cedera ligamen yang parah. Musim itu Shearer hanya tampil 17 kali dengan 2 gol. Namun tahun itu Shearer kembali mendapatkan penghargaan PFA Players’ Player of the Year. Setelah Euro 2000, Shearer mengundurkan diri dari sepakbola internasional. Bersama timnas Inggris dia telah mempunyai 63 caps dengan 30 gol.

Alan Shearer telah menjadi legenda Newcastle United. Dia adalah top skor The Toon saat ini mengalahkan pendahulunya, Jackie Milburn. Karena cedera lutut waktu The Toon mengempaskan Sunderland 4-1 tanggal 17 April 2006, Shearer tidak dapat bermain di 3 pertandingan sisa musim ini. Shearer telah mencetak golnya yang ke-206 pada pertandingan itu. Shearer tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kelima Liga Inggris sepanjang masa setelah Jimmy Greaves, Steve Bloomer, Dixie Dean dan Gordon Hogson. Berkaitan dengan cederanya itu pula, Shearer menyatakan pensiun total dan mengundurkan diri sebagai pemain bola professional pada tanggal 22 April 2006.

Tanggal 11 Mei 2006 nanti rencananya akan diadakan pertandingan perpisahan untuk Shearer di markas Newclastle United, St. James Park. Newcastle akan melawan Celtic dari Skotlandia.
Dengan segala kehebatannya itu, hanya satu yang mungkin menjadi penyesalan Shearer yaitu tidak dapat mempersembahkan gelar juara Premier League untuk tim pujaan semasa kecilnya itu.

Farewell Mr. Premiership