Setahun Jakarta 9/9

Apa yang istimewa dari angka 9/9
1. Ulang tahun Endra Diputra dari divisi Mobile Data 9 September 1979
2. Ulang tahun Presiden SBY 9 September 1949
3. Bom Kuningan/Kedutaan Australia Jakarta 2004

Hari ini selepas sholat Jum’at akan diadakan semacam peringatan setahun peristiwa itu di ground zero sekitar pukul 13.30. Cuman sayang hujan yang sangat deras mengguyur Jakarta.
Berikut adalah cuplikan posting soal bom kuningan + foto-foto dari ground zero 9/9 2004
Jakarta 9/9 – EXPLOSION !!!!!!!!!!!!!!!
Jakarta 9/9 – Detik.com Mabok
Jakarta 9/9 – Duka Cita
Jakarta 9/9 Pictures

Bulan berduka

Turut mengucapkan berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang tertimpa musibah kecelakaan pesawat Mandala 5 September lalu. Entah mengapa era pemerintahan SBY ini diuji dengan banyak bencana, mulai bencana alam hingga bencana moral khususnya aparat/pejabat yang semakin menjadi-jadi. Rupiah sempat melewati angka 11ribu per USD. Belum tuntas soal Mandala, Garuda-Batavia Air mendarat darurat di Pekanbaru dan Palembang. Sementara itu di Denpasar, kembali Garuda dan Wings Air membatalkan take-off karena ada gangguan teknis. Phew… ada apa dengan Airlines nasional kita ?

Sehabis Subuh tadi gonta ganti saluran tv, beritanya hanya dapat membuat kita menghela nafas. Sementara di Jakarta sedang diadakan Olimpiade Sains Nasional mulai tingkat SD hingga SMU (kebetulan lokasi di dekat kantor), di Unhas Makassar (yayang maaf yah :P) kembali terjadi kehebohan. Bulan sebelumnya banyak oknum mahasiswa yang maen perang-perangan, kali ini banyak oknum mahasiswa Fakultas Pertanian menyandera dekannya (eh yayang, tuh fakultas yang ada kambing ditambatkan di rerumputan itu yah ? heheheheh). Tentu saja ruang dekan juga turut “dihancurkan”.

Alasannya apa ?
Alasannya karena mereka memprotes tindakan dekan yang memberikan skorsing kepada 10 orang mahasiswa terkait dengan larangan ospek. Dah jelas-jelas Universitas, atau mungkin dalam hal ini fakultas megeluarkan surat keputusan mengenai aturan pelarangan ospek, tapi mereka melanggar aturan tersebut. Jadi sudah sepatutnya kan kalo mendapatkan sangsi. Jadi orang apalagi dengan titel “mahasiswa” kok sangat ga bertanggung jawab gitu. Kalo melihat oknum-oknum mahasiswa kaya gini emang dah jelas-jelas niat ospek yang tetap mereka adakan itu ga lebih dari sekedar big bullshit ajang balas dendam atau cari gebetan. Mestinya energi dan otak mereka dipergunakan untuk hal lain yang jauh dan sangat jauh lebih bermanfaat banget sekali yang sekiranya dapat membantu mengatasi keruwetan negara ini. Membikin riset kek untuk membantu pertanian negara kita yang carut marut ini. Padahal masih tercatat jelas di benak saya pelajaran mulai SD sampe SMP kalo once in a time, negara kita ini dikenal dunia sebagai negara agraris, sebelum berbagai kasus yang membuat kita jadi pengimpor besar beras, gula bahkan ketan yang ditukar dengan pesawat.

Bagaimana Indonesia bisa mempunyai lebih banyak Dhina Pramita Susanti, Septinus George Saa, Riana Helmi, Adian Muhammad Al-Raisuli atau Boaz Salossa kalo melihat tingkah senior anak-anak hebat ini di level universitas yang dah seperti preman pasar saja kelakuannya. Tentu kita masih ingat kasus ITATS di Surabaya saat anggota presidium rektor dikeroyok ratusan mahasiswanya sampai berdarah-darah gitu. Yah jelas, ngemplangnya selain pake tangan kosong dan kaki kosong (nendang juga bo) tapi juga pake pentungan bahkan tong sampah.

Aih aih, ini kah kaum intelektual ? Kayanya mereka-mereka ini kebanyakan ikutan ekstra kurikuler mixed martial arts atau kecanduan nonton WWF deh. Kasian yang lain yang berusaha belajar mati-matian akhirnya kena getahnya juga. Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Dah bikin malu almamater, masyarakat nantinya ditakutkan akan menilai bahwa negara ini memang sedang menunggu ajal karena generasi muda penerusnya identik dengan premanisme kaya gini (belum lagi soal narkoba). Dengan pendidikan tinggi level universitas, mestinya wawasan mereka bisa lebih luas, lebih bisa mengontrol emosi dan mengedepankan rasio, lebih banyak menggunakan otak dan nurani dari pada bogem dan dengkul.

Sudahlah, dari pada ngurusin ospek jaman sekarang yang kini lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, mending buka jendela dan melongok keluar. Sebagai contoh negeri jiran kita.Malaysia yang pada tahun 1970-an masih “belajar” dan mendatangkan banyak guru dari Indonesia kini sudah melesat meninggalkan “sang guru” yang justru masih asyik bermimpi tentang kejayaan masa silamnya. Rumput tetangga memang sering nampak lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. Tapi masa iya kita tidak mampu membuat rumput di halaman sendiri lebih hijau, lebih bagus sehingga si tetangga akan mikir bahwa rumputi halaman kita lebih hijau dan indah dari pada milik mereka. Apalagi yang ribut tadi mahasiswa pertanian toh ?

Berita lain, Presiden SBY murka (ini kalimat dari tv lho) karena ditengah-tengah badai krissi BBM di Indonesia ini (badai lainnya adalah Katrina di Amrik dan Badai Kupu-kupu i Jepang) terungkap jaringan penyelundum BBM yang merugikan negara pada sekitar Rp. 8,8 triliun pertahun. Jaringan yang barusan terbongkar dengan 58 tersangkat. 18 di antaranya adalah pejabat dan pegawai Pertamina. Kado ulang tahun yang membikin Presiden SBY marah. Kemarin kemana aja emangnya, Pak ? Yah, Presiden kita bukan Superman, at least he’s giving the best he can. Sayang banyak pembantunya yang kurang capable.Lihat saja anggota dewan kita yang terhormat. Dah ribut minta naek gaji, studi banding oleh beberapa oknum yang ga ada hasilnya (hasil yg paling jelas mungkin adalah perbandingan harga Gucci di Asean dengan Belanda/Paris) kini isu yang terbaru adalah soal Calo Dana Bantuan Kemanusiaan. Masya Allah, mereka itu ga takut sama sekali ama siksa kubur apa yah ?

Tahun 1998, rakyat bersama mahasiswa bersatu dan mampu menggulingkan rezim yang berkuasa lebih dari 3 dekade. Kini, kenapa kita tidak bersatu lagi dan mempererat persatuan tersebut untuk membangun negara ini ?

Plane Crash!!

Sejak awal tahun 2005 ini, tercatat sudah sekitar 22 kecelakaan pesawat terjadi. Paling parah terjadi di bulan Agustus dengan 6 kecelakaan.
02 Agustus 2005 Toronto, Canada – Air France (Airbus A-340)
06 Agustus 2005 Palermo, Italy – Tuninter (ATR-72-202) 16 tewas
10 Agustus 2005 Talinn, Estonia – Copterline (Sikorsky S-76C+) 14 tewas
14 Agustus 2005 Grammatikos, Greece – Helios Airways (Boeing 737-31S) 121 tewas
16 Agustus 2005 La Cucharita, Venezuela – West Caribbean Airways (McDonnell Douglas MD-82) 160 tewas
23 Agustus 2005 Near Pucallpa, Peru – TANS Peru (Boeing B-737-244) 43 tewas

Di dalam negeri sendiri, dalam kurun waktu 5 hari sudah terjadi 2 kecelakaan. Pertama kecelakaan yang menimpa helikopter jenis MI-2+ Call Sign P-5004 milik Kepolisian Daerah Sumatera Barat itu jatuh di kawasan Panorama I Sitinjau Laut Bukit Barisan Padang, 1 September 2005. Menewaskan seluruh penumpangnya. Dan barusan hari ini, Mandala RI-091 gagal take off di Bandara Polonia Medan. Pesawat bertipe Boeing 737-200 yang membawa lebih dari 100 penumpang itu menghantam kawasan padat penduduk di ujung bandara saat gagal lepas landas. Belum ada informasi tentang jumlah korban yang terjadi akibat kecelakaan ini. Namun berdasarkan Liputan6 SCTV dan Kompas Interaktif, per jam 12.20 sudah ada 30 jenazah yang berhasil di evakuasi. It will keep increasing.

Meeting di hari libur

Nah ini bos gue. Nama Razinil Imran.
Nickname Sapinil :p
Liburan gini kok malah ngajak meeting di kantor.

posted using MMS2Blogger – kidy

EPL Update Saturday

Pemain-pemain buangan menunjukkan aksinya minggu ini.

Seiring dengan datangnya Essien, Del Horno, Shaun Wright-Phillips, banyak pemain Chelsea yang dilego ke tempat lain. Salah satunya adalah Jiri Jarosik. Digaet Chelsea dari CSKA Moskow Januari 2005 lalu, pemain internasional Rusia ini sudah dipastikan kehilangan tempatnya di tim utama musim 2005/2006. Gelandang tangguh ini dipinjamkan satu musim ke Birmingham City dengan opsi dapat dikontrak permanen selesai masa peminjaman. Gol Jarosik di menit 26 membawa andil Birmingham menang 2-3 atas WBA.

Milan Baros, top skor Euro 2004 ini sudah masuk daftar jual begitu Rafa Benitez menginjakkan kakiknya ke Anfield. Mungkin Benitez berencana membangun kampung Spanyol di Anfield sehingga Luis Garcia dan Fernando Morientes sudah lebih dari cukup untuk barisan depan Liverpool ditambah dengan Djibril Cisse. Pembelian Peter Crouch-pun dinilai banyak pengamat hanya sebagai langkah “politis” saja supaya ada “muka lokal” di barisan penyerang. Jadi biar ga malu-maluin banget seperti yang dilakukan Arsene Wenger musim 2004/2005, saat dalam sebuah pertandingan Arsenal tidak menyertakan seorang pemain Inggris pun bahkan dalam daftar cadangan. Maklum di Arsenal, pemain lokalnya bisa dibilang hanya Ashley Cole serta Sol Campbell (yang masih dibalut cedera berkepanjangan). Gol Baros pada debutnya di menit ke 11 membawa Aston Villa meraih kemenangan atas Blackburn Rovers.

Sementara itu dalam pertandigan alot, London Derby antara Tottenham vs Chelsea menorehkan catatan tersendiri. Mickael Essien, pemain termahal Chelsea musim ini menerima kartu kuning pertamanya. Nyaris membuahkan hadiah penalti buat Spurs. Di sisi lain, striker Spurs asal Mesir, Mido, menerima kartu merah saat bertabrakan dengan Del Horno. Kartu merah pertama di EPL musim ini sepertinya. Keputusan yang kontroversial menurut saya, terlebih wasit selama pertandingan sepertinya lebih banyak mengambil keputusan yang menguntungkan Chelsea. Del Horno mencetak gol pertamanya di menit ke-39. Duff memastikan kemenangan Chelsea di babak kedua. Usaha Martin Jol untuk memecahkan catatan sejarah selama 17 tahun Spurs tidak pernah menang di kandang sendiri melawan Chelsea akhirnya gagal.

Allaahu Akbar

Pernahkan kamu merasakan mukjizat Alloh SWT secara langsung ? Mukjizat Alloh ada di mana-mana, baik kita sadari ataupun nggak. Dan bagi kita yang merasakannya langsung dan menyadarinya, sungguh hal tersebut susah diungkapkan dengan kata-kata.

Sepanjang 2 minggu kemarin, saya bersama dengan 6 orang rekan dikirim perusahaan ke Kuala Lumpur untuk training. Berangkat hari Minggu tanggal 4 Agustus 2005. Nice flight with Malaysia Airlines. Cuaca KL cukup cerah namun terasa lebih panas daripada Jakarta. Hari Senin musibah itu datang…

Kabut asap mulai menyelimuti KL dan beberapa wilayah Malaysia. Selain jarak pandang yang kian menipis karena tebalnya kabut asap, masalah kesehatan terutama pernafasan menjadi makin kritis. Dan tiap hari keadaan makin memburuk. Tingkat API (bukan Audisi Pelawak tpI, tapi Air Pollutant Index) di KL dan beberapa kota lainnya melonjak naik. Kegiatan ibukota dan beberapa kota disekitarnya siang hari menjadi sangat terganggu. Masker pun menjadi best selling product of the year di Malaysia minggu tersebut.

Suasana malam hari agak lebih mendingan. Kadar kabut asap menipis, sehingga lebih banyak orang yang bisa melakukan kegiatan luar rumah. Termasuk kita, cuman bisa jalan-jalan keluar selesai maghrib 😛

Pemerintah Malaysia sejauh itu telah mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasi masalah ini. Mulai dari imbauan, bagi-bagi masker, meliburkan lebih dari 700 sekolah dan mengirim beberapa pejabat negara untuk melakukan diskusi diplomatik dengan pejabat negara asal asap tersebut. Yup, negara kita ini. Sampai dengan Selasa (9/8/2005) dilaporkan sekitar lebih dari 300 titik api muncul di daerah Sumatra. Belum lagi yang di Kalimantan.

Satu yang sempat menarik perhatian adalah ajakan untuk melakukan sholat hajat bersama selesai sholat Jum’at (12/8/2005). Juga seruan untuk sholat Istisqo’ pada hari kamis. Kalo ga salah di TV1. Perdana Menteri juga menyerukan kepada penganut agama yang lain untuk berdoa di tempat peribadatannya masing-masing pada hari Jum’at. Hari Jum’at, training selesai lebih awal. Selain pesertanya harus sholat Jum’at, John Hurley (trainer kita) juga mo berangkat liburan weekend ke Langkawi. Dari Mid Valler, saya ber-7 naik komuter ke KL Railway Station. Jalan kaki sedikit ke Masjid Negara (National Mosque). Kabut asap masih meyelimuti KL hari itu. Dan sukseslah saya terbatuk-batuk selama di luar komuter. Walo dah nutup muka ala ninja pake bandana, asap masih tembus juga. Belum lagi mata perih. Lantai masjid yang dingin hari itu seakan tak kuasa untuk mencegah suasana gerah yang timbul karena kabut asap.

Isi khutbah kurang lebih mengajak para jamaah untuk introspeksi. Sebagai contoh bahwa musibah “jerebu” yang sedang melanda negara tersebut adalah ulah segelintir dari mereka yang terlalu rakus sehingga melakukan segala cara untuk meraih untung tanpa memperdulikan yang lain. Sementara buletin Jum’at membahas tentang bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Selesai sholat Jum’at, Imam Masjid langsung mengajak untuk sholat Hajat. Sepengamatan saya, lebih dari 90% jamaah mengkutinya. Sisanya khusyuk melakukan dzikir selesai sholat. Dan beberapa saja yang meninggalkan masjid.

Selesai sholat hajat, kita berencana mau melihat-lihat obyek-obyek wisata yang berada disekitar Masjid. Saya, Abim dan Eddy kebetulan keluar dulu ke pelataran masjid. Abim dan Eddy dengan ransel di punggung serta masker menutup muka dah kaya pasukan pembasmi hama saja deh. Begitu kita membalikkan badan ke arah masjid untuk menunggu yang lain, mukjizat itu terjadi.

Angin kencang bertiup di pelataran masjid yang mulai sepi tersebut. Menerbangkan rontokan dedadunan dari pepohonan di sekitar masjid. Semenjak datang ke KL, nyaris ngga ada angin yang bertiup, apa lagi sekencang itu. Tidak hanya itu, kabut asap yang menyelimuti KL sejak 5 hari seakan ikut diterbangkan oleh angin tersebut. Allaahu Akbar. Alloh Maha Besar. Do’a mereka yang melakukan sholat hajat beberapa menit yang lalu langsung terjawab. Kita bertiga, ditambah Sigit yang menyusul ke pelataran masjid cuman bisa takbir serta takjub dengan keadaan saat itu. Matahari kembali nampak sebagaimana mestinya dan disambut dengan gembira oleh orang-orang.

Sigit sempat berkelakar,
“Sungguh doa orang-orang di negara ini masih didengar oleh Alloh. Bagaimana dengan doa di negara kita?”

Abim langsung nyeletuk,
“Orang-orang kita mesti ngelihat diri dulu, Bos. Kalo mau doanya didengar ama Yang Di Atas, yang doa mesti bener dulu dong. Masa doa minta macem-macem tapi korupsi masih dijalanin. Boro-boro didenger, adanya malah dicoba mulu”

Kita ber-7 (minus Karnoto yang masih belom keliahatan) cuman bisa tertawa getir.

Hari Sabtu hujan mengguyur KL. Sholat Istisqo’ pun dikabulkan Alloh. Allaahu Akbar. Subhannallah.

Back Online

Finally …
Setelah ngilang kurang lebih 11 hari ke Kuala Lumpur, akhirnya bisa balik juga ke Jakarta. Kata teman-teman satu perjalanan, akhirnya kita back to the real life setelah hampir dua minggu dimanja dengan kenyamanan public infrastructure di negeri jiran. Kejutan pertama di Jakarta adalah … mati lampu yang melanda sebagain besar Jakarta dan nyaris melumpuhkan kebanyakan aktivitas ibukota. What a shame …

Lebih kocaknya lagi, ternyata massive blackout tersebut melanda jawa-bali ga cuman Jakarta saja. Pheww … Untung data center ga ada masalah, begitu juga listrik kantor. Yang jelas sih jalanan jadi kacau karena traffic light pada tewas. Traffic light berfungsi normal aja keadaan kaya gitu, apa lagi kalo mati serentak satu Jakarta. Bayangin sendiri deh.

By the way, walaupun telat tapi saya turut mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-60 lepas dari penjajahan Belanda. Mari kita bangun negeri ini, paling tidak supaya bisa mengejar negeri tetangga (kayanya “saingan” kita saat ini cuman Laos, Kamboja, Vietnam ajah deh di ASEAN), dan bersihkan negara kita ini dari tikus dan rayap.