Betapa kacaunya ticketing Piala Asia di Jakarta

Sudahlah, buang semua tuh pernyataan-pernyataan indah pengurus ticketing Piala Asia. Bullshit semua kata gue. Kecuali pertandingan Indonesia – Bahrain yang tiketnya telat dikirim dari Malaysia karena mesti nginep dulu di spore, plus di pabean (AFC geblek juga). pertandingan berikutnya ticketing makin kacau.
Dan puncak kekacauan adalah pertandingan terakhir Grup D antara Indonesia – Korsel. Pertandingan hidup mati yang menentukan nasib timnas Indonesia bisa lolos ke babak selanjutnya seperti Vietnam apa ga ini kembali tercoreng. Kali ini ulang panitia ticketing yang konon kabarnya udah di take over total oleh PSSI, bukan LOC AFC lagi. Dan seperti yang bisa ditebak sodara-sodara … makin kacau balau ga keruan.
Mumpung 2 hari ini di Jakarta, disempatin nyanggong ke GBK. Nol besar, cuman bisa kepanasan, ngedumel, di pingpong sana sini. Brengsek *&$@!($#(!$($E01
Kamis ke gedung squash mo booking tiket Indonesia – Korsel. Tidak dilayani dengan berbagai dalih omong kosong. Tiket di jual di loket langsung. What the f….. ?
Pesan seminggu sebelumnya pun ga dilayani ????
Karena weekend ada urusan di Surabaya maka cuman bisa cari tiket hari senin selasa ini. Senin ke sana … loket dibuka jam 2an (banyak yg udah antri dari jam 7) … baru berdiri beberapa menit tiket sudah habis. Brengsek!!!! habis gimana????? emangnya loket cuman jual tiket 20lembar apa? sementara calo-calo dah nawarin tiket di jalanan. F**k!!!!!
Dan hari ini kembali terulang. Kejadian yang sama, cuman plus kekacauan di depan kantor PSSI. Ratusan orang yang kesal karena dipermainkan waktu mo beli tiket dah siap menyerbu markas PSSI deh tuh kayanya. Mereka protes, mo dukung timnas ajah kok susah banget. Ini di kandang sendiri pula, dan jelas-jelas ada indikasi permainan tiket. Untung saja mereka walau ribut-ribut tapi tertib, tidak anarkis. Dan setelah beberapa saat (sejam kali) ribut-ribut itu mereda walo mereka masih tetap ngumpul depan PSSI. Entah deh mereka dikibulin apa lagi sampe bisa diem kaya gitu.
Ada temen nyeletuk kaya gini “Tiketnya ga bisa dikorupsi cak, jumlahnya dah fix, fisiknya liat ndiri kan? satu-satunya yang bisa dimaenin ya distribusinya. liat ajah tuh, kita susah2 ngantri ga dapat apa-apa tapi calo berkeliaran, bahkan bisa nitip orang dalam dengan harga calo juga. Jadi yah dicaloin sendiri ama yang ngurusin tiket”
Dan dengan senyum getir saya sepertinya harus setuju dengan komentar teman tersebut. Akhirnya demi mendukung timnas saya dan beberapa temen bli tiket harga calo tersebut … dari orang “dalem” kenalan salah seorang teman. Kategori 2, Rp. 75rebu kami tebus seharga Rp. 100.000.
Brengsek! Panitia, khususnya PSSI yg handle ticketing mesti kuliah management yang bener neh. Jangan modal MC doang.


Suasana depan gedung Squash, mo nukar kwitansi pembelian tiket


Bresngseknya, di gedung ini seorang petugas (ibu-ibu) mengatakan tiket tidak ada yang model booking (bayar di depan). Semua harus bli di tiket box. Lha ini apa buktinya? Banyak yang bisa booking gitu kok ..(*^@)$%)!%$(@%($%@!)$%



Protes di depan kantor PSSI. Kasihan bapak-bapak tentara itu. Mereka harus pasang badan gara-gara ketidak-becusan pengurus. Segala sesuatu kalo tidak dikerjakan oleh ahlinya emang hanya akan membawa kekacauan seperti ini. Untung bapak-bapak tentara itu ramah-ramah dan enak diajak ngobrol.


The fu**ing sign said … TICKET SOLD OUT FOR ALL CATEGORIES. Untumu gondrong @(*^%)%@)@) Dan cuman loket ini doang yang buka siang ini. *Sigh*


Akhirnya terpaksa merogoh kocek Rp.100ribu untuk tiket kategori 2 berharga Rp. 75ribu ini. Kutu kuprettttttttttttttttt.

@Surabaya

Sabtu – Minggu ini saya kembali menjejakkan kaki (ceileee) di Surabaya. Setelah sekian tahun lamanya saya tidak maen di kota ini, paling numpang landing/take off pesawat ajah 😛
Bandara barunya keren … luas .. malah menurut pendapat pribadi saya lebih bagus dari bandara cengkareng. Musholla-nya gede, tempat makan banyak, toilet bersih. Yang ga nahan ya hawanya itu. Panas, kering hehehehehe. Tapi masih mending sih dibanding Hongkong di bulan Agustus, meleleh deh kita.
Nah tujuan ke Surabaya ini untuk menghadiri pesta perkawinan Vera vs JiBi 😛 Nama bapak ini aslinya Jean-Baptise Voisin, cuman panggilannya JB. Akadnya sendiri dilangsungkan ke Perancis, si Vera emang niat mo bikin saya bunuh diri deh biar bisa ke Perancis lagi. I miss Parisssssssssssss :-((

Ah udah ah skip skip skip.

Nginep di Ibis bareng Decy, Linthon, Budi (yg nyusul 2 ponakannya dulu). Begitu nyampe, taruh tas langsung klayapan wisata kuliner. Si Linthon udah memohon-mohon untuk segera cari makan karena cacing-cacing di perutnya udah demo menuntut haknya. Ga jauh dari Ibis ada warung lontong balap. Namanya Lontong Balap Rajawali. Pesan 3 porsi.

Trus si Linthon ngelihat ada sate kerang bumbu kecap (mungkin karena sama-sama item jadi dia lebih peka). Order deh 2 porsi (2 ikat sate kerang tepatnya). Karena saya dah terbebas dari trauma makan kerang (waktu kecil pernah keracunan, sehingga tiap kali makan kerang pada gigitan kedua saya pasti muntah2) langsung ambil satu tusuk, n obok2 si bumbunya. Makan satu tusuk …. nyam.

Senyum saya hanya bertahan 2 detik sebelum melotot sambil ngembat es beras kencur sekali teguk. Sampe es batunya saya makan. Busettt, itu bumbu pedasnya minta ampunnnnnnn, makanan terpedas yang pernah saya makan 10 tahun terakhir. Decy & Linthon bernasib sama setelah sebelumnya sempat mentertawakan saya. Lagian masa pedas dilawan ama krupuk?

Sate kerang di Lontong Balap Rajawali


Es Sinom & Es Beras Kencur

Gak lama kemudian pesanan lontong balap datang. Ternyata lontong balap = kecambah/tauge + lontong + potongan tempe kacang goreng + kuah. Ga nendang kata Linthon. Setuju 🙂
Lontong Balap Rajawali

Habis ngemil lontong balap, kita jalan-jalan ke arah JMP. Masuk ke Kya-Kya. Kya-Kya tuh pasar malam di kawasan pecinan (Chinatown) di Jl. Kembang Jepun. Di sepanjang jalan ini isinya toko-toko yang menjual berbagai macam makanan baik masakan Tionghoa, makanan khas Surabaya maupun makanan lainnya. Kya-kya katanya berarti “jalan-jalan”. Walking around, berpusing-pusing 😀 Cuman karena masih jam 1 siang, ya belum pada buka yang jualan. Akhirnya sepakat mo lanjut ke daerah Masjid Sunan Ampel, mo nyari yg jual nasi kebuli + kambing madu sekalian Ashar. Cuman dasar si Linthon yg ternyata dapat info dari acara tipi, kita malah ga nemu tempat makannya. Blah 😛 Cuman “mblasuk-mblasuk” di Ampel, window shopping diiringi lagu lama dari Gombloh almarhum.


Pemandangan dari arah Jembatan Merah ke Kembang Jepun

Gerbang Kya-Kya

Dari sini acara dilanjutkan ke daerah Bratang untuk makan Bebek Goreng, balik ke hotel, mandi dll. Abis Maghrib langsung ke JW Marriot, ke kondangannya Vera & JiBi

Lampu Mati!!!

Busetttttt!!!
Laga Piala Asia antara Korea Selatan – Arab Saudi ditandai dengan kejadian yang memalukan yang mungkin tersiar di seluruh penjuru dunia. Live!
Memasuki sekitar menit ke 84 tau 85, lampu tribun barat tiba-tiba mati total!
Black out … aih aih aih, malu aku .. maluuuuuuuuu
Apa kata duniaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (ala Naga Bonar ceritanya:P )
Setelah hampir 30 menit, lampu baru nyala kembali.
Dan tentu saja selain membuat malu muka pecinta sepakbola Indonesia untuk kedua kalinya juga mengganggu mental dan konsentrasi kedua tim yang tengah berlaga.
Seperti diberitakan berbagai media, sehari sebelumnya kacau gara-gara tiket kiriman dari Malaysia telat nyampainya … lagian tiket ajah kenapa harus nunggu kiriman dari Malaysia, bli tiket online kenapa harus dari situs Malaysia pakai ringgit pula …
Bah! Tanya Ken-Napa ….

Me & FreeBSD

Hmmm,
not bad for and old 5.3-RELEASE-p15 FreeBSD with almost millions of hits everyday 🙂

Torres, welcome to The Kop

One Spaniard make way for another.

Seperti saya tulis diposting sebelumnya bahwa Luis Garcia “pulang” kembali ke Athletico Madrid. But the story is not over yet.

Setelah lulus tes medis di Anfield, Fernando Torres dijadwalkan untuk menandatangi kontrak dengan Liverpool pada hari Rabu sore ini (waktu Inggris tentunya). Nilai kontraknya sendiri sekitar £ 26.5 juta (24juta untuk Athletico Madrid, sisanya untuk Torres sendiri). Gaji yang ditawarkan pun sekitar £ 90ribu /minggu. Sekitar Rp. 1.6 milyar. Wow.

Mungkin ini rekor transfer fantastis yang pernah dibuat Liverpool. Rekor transfer yang pernah dibuat The Reds setahu saya adalah waktu mengambil Djibril Cisse dari Auxerre tahun 2004 dengan nilai £14 juta. Dan musim ini dia dipastikan dilego dengan bandrol sekitar £ 6juta.

Seiring meredupnya pamor Raul Gonzales, Fernando Morientes dan beberapa nama besar striker senior Spanyol lainnya, Fernando Torres (dan juga David Villa) adalah aset penyerang tumpuan utama timnas negeri matador tersebut.

Duet dengan Dirk Kuyt (bisa juga dengan Peter Crouch) bisa membuat lini depan Liverpool makin tajam. Hmmm, Crouch ma Torres kan tingginya sepadan … bakal susah tuh barisan belakang musuh menghalau serangan 😛

Mantang kapten Athletico Madrid ini sendiri dikabarkan akan mewarisi nomor 9 milik legenda Liverpool yang baru saja pensiun, Robbie Fowler.


Nama: Fernando José Torres Sanz
DoB: 20 Maret 1984
PoB: Madrid, Spain
Tinggi: 6 ft 1 in (1.85 m)
Youth Athletico Madrid 1995-2001
Tim Senior Athletico Madrid 2001-2007. 214 penampilan dengan 82 gol.
Timnas Spanyol mulai tahun 2003. 40 penampilan dengan 14 gol