World Cup 2006, Day #11

Togo 0 – 2 Swiss
Swiss membuat Perancis kini dalam posisi mengenaskan. Frei menjebol gawang Togo di menit 16 menyelesaikan kerjasama apik Magna dan Barnetta. Kedudukan 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Togo sepertinya hanya mikirin minta bonus saja tapi tidak mikirin penampilan mereka. Seakan tidak ada kebanggan nasional buat para pemainnya. Tuntutan bonus US$200.000 per-permain benar-benar kelewatan mengingat pendapat perkapita mereka hanya US$1.700. Keharusan untuk memenangkan pertandingan ini supaya membuka peluang lolos kebabak berikutnya ternyata tidak dilakoni dengan baik.
Gol Barnetta di menit 88 mengharuskan Adebayor dkk untung pulang kampung. Swiss menang 2-0 sekaligus memimpin grup G karena unggul selisih gol atas Korea Selatan. Perancis dalam bahaya. Mereka harus menang besar supaya bisa lolos ke 16 besar jika Swiss dan Korea Selatan bermain imbang.
Tapi melihat tingkah tim Togo seperti itu, Perancis cukup “nyumbang” bonus ajah buat mereka, pasti deh bisa menang besar (emangnya di sini? heheheh)

Spanyol 3 – 1 Tunisia
Spanyol kembali memetik kemenangan dan mengamankan satu tempat di babak 16 besar. Namun walau begitu, tim negeri Matador ini sempat kelabakan saat Mnari justru membobol gawang mereka duluan di menit 12. Usaha Spanyol untuk menyamakan kedudukan gagal hingga babak pertama usai. Spanyol mendapatkan kartu kuning pertamanya saat Carlos Puyol menjatuhkan Trabelsi di luar kotak penalti. 2 peluang yang didapat Xabi Alonso juga gagal membuahkan gol
Babak kedua Aragones melakukan perubahan mencolok. Senna dan Luis Garcia langsung digantikan Raul dan Cesc Fabregas. Spanyol bermain lebih menyerang. Menit 56, David Villa digantikan Joaquin. Spanyol berubah taktik menjadi 4-4-2 dengan nemempatkan Raul dan Torres di depan.
Menit 71 melalui crossing Joaquin dari sisi kanan, Torres memberikan bola kepada Fabregas. Tembakan gelandang Arsenal itu dapat dimentahkan kiper Tunisia. Namun bola justru terpantul ke Raul yang langsung menjebol gawang Boumnijel.
5 menit kemudian, Fabregas kembali unjuk gigi. Lewat sebuah umpan terobosan, Fabregas memberi Torres assist untuk membawa Spanyol unggul 2-0 di menit 76. Di akhir babak kedua, Torres nyaris membuat Spanyol unggul 3-1. Walau sudah berhadapan dengan kiper, namun tendangannya dapat diblok. Semenit kemudia, striker Atletico Madrid ini dijatuhkan dikotak penalti. Tendangan penalti yang diambilnya sendiri selain membuat Spanyol menang 3-1, tapi juga mencatatkan namanya sebagai topskor sementara dengan 3 gol. Xabi Alonso dipilih menjadi Man of the Match
Dengan kemenangan ini, Spanyol tercatat 24x tak terkalahkan di pertandingan Internasional. Terakhir mereka kalah tepat 20 Juni 2 tahun lalu di Euro 2004 oleh gol Nuno Gomes.
Kebalikannya, ini adalah pertandingan ke-10 yang tidak dapat dimenangkan Tunisia di final Piala Dunia. Kemenangan terakhirnya di tahun 1978 mengalahkan Meksiko 3-1 sekaligus menjadi tim Afrika pertama yang berhasil meraih kemenangan di final Piala Dunia.

Arab Saudi 0 – 4 Ukraina
Dihajar Spanyol di game pertama membuat Ukraina tampil garang. Menit ke-4 Ukraina sudah unggul lewat gol bek mereka, Andriy Rusol. Berawal dari sepak pojok, Kalinichenko langsung melakukan tendangan first time. Bola membentur tiang gawang. Gelandang Spartak Moscow itupun kemudian mengumpan bola ke Rusol yang langsung mencetak gol pertama Ukraina di Piala Dunia. Menit 36, Rebrov menggandakan kedudukan lewat tendangan jarak jauhnya. Saudi benar-benar di bawah tekanan selama babak pertama.
Beberapa saat setelah babak kedua di mulai, gawang Saudi kembali bobol. Kali ini oleh Andriy Shevchenko. Memanfaatkan tendangan bebas Kalinichenko, striker baru Chelsea ini menyundul bola ke tiang jauh. Mungkin bosan setelah mencetak 2 assist, menit ke-84 Kalinichenko menjebol sendiri gawang Saudi
Saudi benar-benar amburadul seperti biasanya. Jika Ukraina bermain lebih tenang, mereka bisa saja mencetak 8 gol seperti yang dibuat Jerman di Korea.
Saudi kembali menjadi juru kunci, prestasi yang sama 4 tahun lalu. Namun kali ini mereka lebih sedikit kebobolan. 4 tahun lalu mereka tidak meraih satu nilaipun dengan 12 kali kebobolan. Kali ini lumayan, dapat nilai 1 hasil imbang dengan Tunisa. Mencetak 2 gol dan kebobolan 6 gol.
Gelandang nomor 19, Maksim Kalinichenko yang mencetak 2 assist menjadikannya Man of the Match. Pemain lain yang mencetak 2 assist dalam satu game di Jerman kali ini adalah Beckham, Figo, Riquelme, Schweinsteiger dan Mendez dari Ekuador.

This entry was posted in General by nuri. Bookmark the permalink.

About nuri

Hi, i am Nuri. Just another IT guy working on fintech and telco at Jakarta, Indonesia. While tech stuff became my daily breakfast, i also love to travel around the globe and taking photos also. I DJ on my spare time (not professionally) while dealing with a mess my 9 cats made at home :)