Traceroute Party 2013

2 Minggu lalu saya nyasar ke JCC dan nimbrung di sebuah acara yang bertajuk Traceroute Party.

Party apaan neh? Tracing rute paket data di network?

He he he bukan bukan. Jadi acara ini adalah sebuah kegiatan yang ditujukan untuk memfasilitasi para pelaku bisnis internet untuk show off produk dan layanan mereka ke publik. Di sisi lain, para pengguna jasa internet atau yang bikin layanan on top of internet seperti halnya content provider, game, operator sampai ISP akan dapat saling berinteraksi di sini. Ga cuman pameran, ada talkshow dan workshop juga di acara yang digelar tanggal 12-14 April 2013 ini.

Ga heran tema perhelatan kali ini adalah “When people and content becomes the network” dan penyelenggara ngeklaim ini sebagai pesta internet terbesar di Indonesia. Ga banyak seleb/socialmedialite yang ditemuin di sini sih. Malah nemu makhluk-makhluk ga jelas yang sebelumnya cuman kenal via milis atau forum geek :P He he he he

[nggallery id=7]

 

Ada talk show dari tim ID-Mozilla yang memperkenalkan FirefoxOS dan seperi biasa bagi-bagi merchandise gratis. Juga ada talkshow dari Christian Sugiono sebagai pelaku bisnis internet. Kemudian juga ada talkshow dari Doku, salah satu payment gateway di Indonesia dan BNI. Mengingat tren e-commerce, m-commerce yang mulai menunjukkan geliat yang bagus, ini tentu pasar penarik buat payment gateway seperti mereka serta bank konvensional pada umumnya.

[nggallery id=9]

 

Hiburan pas saya datang ada penampilan dari Maliq and D’Essential serta dari Saykoji and friends.

[nggallery id=8]

Bintaro dan Buruknya Kondisi Jalan Part 2

Masih menyambung postingan saya sebelumnya soal “Bintaro dan Buruknya Kondisi Jalan”. Kali ini saya menyusuri jalur sebaliknya dari Emerald Residence balik menuju Mahagoni Park.

rute-perigi-emerald

Beberapa hal yang perlu dicatat adalah dari arah seberang Masjid Bani Umar hingga kantor kelurahan Perigi Baru, banyak lobang jalan yang sudah diperbaiki. Namun arah sebaliknya, justru banyak pula lobang yang bermunculan. Contohnya adalah di depan pintu masuk pool Blue Bird Perigi. Boulevard/jalan kembar di sepanjang Emerald itu juga makin parah di kedua arahnya.

Benar-benar menyedihkan…

Berikut ini adalah contoh foto-foto yang sempat saya ambil hari Sabtu 20 April kemarin.

[nggallery id=6]

Weekly Photo Challenge: Change

This week photo challenge from dailypost.wordpress.com is about “Change
It’s like many things are going into my mind, but this one came up.

domo_broke_his_leg

Domo broke his leg and Danbo trying to help him

End of March Domo broke his leg. It’s unrepairable.
Well it actually can be repaired but … Domo cant pose anymore with any style related with leg movement.
That’s boring.

domo_bionic

Bionic Domo ^_^

So I did the transplantation :P
Domo and Domi switch legs ^_^

Bintaro dan Buruknya Kondisi Jalan

Buat kalian yang ingin tinggal atau sering wira-wiri di Bintaro, banyak hal terkait keselamatan jiwa dan kenyamanan berkendara yang harus diperhatikan.

rute-perigi-emerald

Kendaraan:
Kalau bawa motor amat sangat disarankan kalian menggunakan motor dengan spek punya kemampuan off-road. Motor-motor yang biasa digunakan untuk motocross atau ex rally Paris Dakar sangat disarankan. Intinya punya shock breaker yang kuat. Kalo matic kaya Mio/Vario or sejenisnya ga akan bertahan lama deh. Misalnya Kawasaki D-Tracker/KLX/KX seris, KTM Duke 200, atau paling ga ya motor-motor “cowok” yang mode touring kaya V-Ixoin, Tiger/Megapro deh.

ktm-200-exc-li KTM-200-Duke
honda-tiger dtx-2010-lim-bl

Kalo bawa mobil ya idealnya mobil yang punya ground clearance tinggi. Mobil off-road akan lebih baik, tapi mini SUV dah cukup lah. Mobil-mobil sedan atau hatchback yang rendah bakal lebih merasakan sengsaranya lewat jalanan ini. Disarankan juga pake ban yang tebal. Dulu jaman bawa Rush ajah yg GC tinggi n kontur ban tebal (Bridgestone DUELER 235/60) masih berasa kalo sial melewati lobang, sekarang mesti bawa Akane yang ring 16 tapi bannya lebih tipis. Kena deh.

toyota_rush_black 2013-ford-fiesta-st2
From Rushty to Akane, a blunder choice…

Skill:
Harus punya skill berkendara offroad.
Kalo ga punya, skill off road harus punya skill berkendara slalom yang cukup lah.
Kalo ga punya juga, harus punya ingatan yang kuat untuk mengingat dan memetakan posisi lobang di jalan. Tantangannya setelah sekian lama, lobang tadi akan berpindah tempat atau malah nambah.
Kalo ga punya semua, perbanyaklah intensitas doa dan amalan Anda.

Lho, emang kenapa? Lebay banget sih sampe segitunya
I’ll tell you why, jalanan di sepanjang rute itu super duper sux. Dan pengembang ga punya kemampuan buat bangun jalan yang benar dan berperikemanusiaan. Ga becus deh.

Boulevard Emerald di sektor 9 kedua arahnya sudah laksana ladang ranjau. Banyaknya lobang mengancam pengguna jalan, terlebih lagi pengendara motor. Bawa motor pelan-pelan ajah dah rada-rada serem, apalagi belagu pake kebut-kebutan. Siap-siap tahlilan deh.

Perempatan lampu merah Jalan Raya Jombang – Jalan elang. Kondisi saat saya nulis postingan ini, kalo kalian mo ke Stasiun Sudimara, lom nyampe 50 meter dah harus offroad. Sementara itu di tikungan sebelum bundaran emerald kalo dari arah sekolah Jepang, paling ga ada 2 tempat lobang yang berbahaya. Apalagi buat pemotor yang bergaya belok “rebah”. Hati-hati deh.

Kemudian sepanjang jalan Raya Graha Bintaro mulai dari belokan setelah Kantor Kelurahan Perigi Baru terus sampai ke Graha Raya sana. Jalur maut buat pemotor terutama. Buat pengendara mobil yah siap-siap ajah inves tambahan untuk benerin kaki-kaki mobilnya kalo rutin lewat sini.

Weekend kemarin saya iseng mendokumentasikan kondisi jalan dari depan Mahagoni Park ke arah driving range depan cluster disovery. Baru searah yah, plus pake motor sport. Hasilnya seperti di gambar berikut.

[nggallery id=5]

 

Got a Doodle!

According to wikipedia, a doodle is an unfocused or unconcious drawing made while a person’s attention is otherwise occupied. Doodles are simple drawings that can have concrete representational meaning or may just be abstract shapes.

Stereotypical examples of doodling are found in school notebooks, often in the margins, drawn by students daydreaming or losing interest during class. Other common examples of doodling are produced during long telephone conversations if a pen and paper are available.

Popular kinds of doodles include cartoon versions of teachers or companions in a school, famous TV or comic characters, invented fictional beings, landscapes, geometric shapes and patterns, textures, banners with legends, and animations made by drawing a scene sequence in various pages of a book or notebook.

And I got a doodle made by Mindha, my junior from SMK Telkom Sandhy Putra Malang. Thanks Mindha :)

fb_mindha_doodle thumb

Yayyyyyy,¬†awesome isn’t it?

She’s so good at making doodle.

Ok, I see Domo there. I’ll make you one, Danbo :)

Movie: Bangun Lagi Dong Lupus (2013)

Lupus_logoBuat kamu yang berasal dari awal era 90-an pasti ga akan lupa dengan serial cerpen Lupus karya Hilman Hariwijaya yang dimuat di majalah Hai. Cerita yang akhirnya dibukukan menjadi novel ini ‘membumi’ banget seakan menjadi perwujudan remaja (“ibu kota”) pada saat itu. Rambut gondong ala John Taylor dari band Duran-Duran, permen karet, sepeda balap, tas slempang, jahil-konyol-ngocol kocak. Betapa susahnya keadaan hidup saat itu (biasa, soal sekolah, rumah dan kisah kasih) tetap dijalani dengan riang gembira karena sahabat-sahabat tercinta selalu ada di sekeliling kita. Dan saya yang saat itu baru masuk SMP langsung terpesona oleh kisah Lupus dan teman-temannya. Gue banget kalo istilah anak Jakarta (saya dulu tinggal dan bersekolah di kota kecil yang bernama Malang, dibalik pegunungan di Jawa Timur sana ^_^).

Setelah film Lupus terakhir, kerinduan para penggemarnya akan film Lupus yang baru kian memuncak. Kalau di buku Lupus = Hilman, di layar lebar Lupus = Ryan Hidayat. Almarhum Ryan Hidayat sukses memvisualisasikan karakter Lupus ini, bahkan lebih hidup dibandingkan Hilman sendiri yang sempat memerankan Lupus di film Lupus III: Topi-Topi Centil (1989). Ada sih tayangan sinetronnya. Tapi buat penggemar Lupus ‘veteran’, itu bukan Lupus. Saya pribadi novelnya cuman bisa menikmati sampai buku Lupus ‘n Work (1994). Selebihnya novel Lupus dah berasa hilang “soul”-nya. Yaelah….

lupus_bldl_poster_2

Anyway, saat melihat poster dan cuplikan film layar lebar Bangun Lagi Dong Lupus (BLDL) terbersit rasa kangen akan nostalgia novelnya yang kocak habis itu.

Buat kalian yang belum pernah baca Lupus versi 86-94 saya amat sangat sarankan untuk membacanya. Itu best of the best-nya Lupus versi saya. Jadi mulai buku #1 Tangkaplah Daku Kau Kujitak sampe #14 Lupus ‘n Work. There are moral of the stories, sayang banget di era web 2.0 ini ga ada buku tentang anak muda yang sebagus Lupus. Another chicklit n chicklit lagi adanya.

Balik ke film, saya sih nothing to lose. Dari versi sinetron saja Lupus dah keluar dari imajinasi yang sudah tertanam di memori kita (mengutip kata Mas Gusur tadi –nanti ada ceritanya–). Ga ada jambul ala Duran-Duran, sutradanya Benni Setiawan pula yang membuat saya cukup kecewa saat menonton Madre kemarin. Satu-satunya yang bikin saya masih berharap adalah Hilman sendiri yang menulis skenario ceritanya. Jadilah minggu sore kemarin saya nonton BLDL di bioskop XXI Lotte Mart, Bintaro. Ajak si Rara sebagai sesama penggemar Lupus.

 

lupus-novelPesan buat para penggemar Lupus ‘veteran’, hilangkan Lupus yang melekat di benak kalian kalau mau menikmati –oke, paling ngga ikutan ketawa karena mayan banyak juga adegan kocaknya– film ini. Ini Lupus yang di-‘modifikasi’ (dipaksa kalau saya bilang sih) untuk menyesuaikan era sekarang. Buat remaja-remaja sekarang, BLDL ini tontonan yang segar penuh dengan nasehat moral (dikit lebay juga sih). It’s fun anyway, Mas Hilman & Mas Gusur bilang anak-anak mereka juga suka n tertawa-tawa nonton film ini. Buat saya si ini jauh lebih memuaskan dibanding nonton Madre.

Sedikit spoiler, ceritanya Lupus (Miqdad Addausy) baru pindah sekolah ke SMA Merah putih (nah kelihatan kan bedanya). Di sana dia bertemu dengan teman-teman baru. Ada Poppy (Acha Septriasa), Anto (Fabila Mahadira), Boim (Alfie Alfandy), dan Gusur (Jeremy Christian) yang semuanya sekelas (nah kan). Terkait intrik asmara, Lupus jadi incaran Daniel pacar Poppy karena dianggap mengganggu hubungan mereka (Kevin Julio). Di SMA Merah Putih, Poppy yang menjadi pemred majalah sekolah harus menghadapi kepalah sekolah Pak Zairin (Dedi Mizwar) dan guru olah raga (Eko Patrio) yang keduanya pada narsis ingin menjadi cover dan headline majalah sekolah tersebut. Akting Dedi Mizwar tidak perlu dipertanyakan lagi, tapi kemunculan Eko Patrio yang porsinya lumayan banyak di sini sedikit membuat cerita jadi hambar. Nurut saya sih, Eko (yang juga menjadi produser film ini) kayanya berusaha memanfaatkan moment untuk come back ke dunia akting setelah lama berkecimpung di politik. I wish there’ll be Mr. Punk-aribuan.

Tidak ada Lupus dengan segudang banyolan dan tebakan lucunya serta ga jarang jadi trouble-maker. Ga ada Lulu yang bawel dan jahil juga. Dialog-dialognya masih segar, tapi ada banyak scene yang Lupus seakan memberi ‘dakwah’ kayanya bukan Hilman banget deh gaya dialognya. Yah mungkin banyak interverensi sih, I dont know. Tapi bintang utama di film ini kalo saya bilang sih adalah Boim LeBon yang sukses diperankan oleh Alfie Afandy. Asli kalo ga ada Alfie, film ini ga akan dapat rasa segarnya. Bwahahahaha, kok saya malah keingat Yudistira angkatan 19 STM Telkom Malang yah? :Plupus_novel_bangun

Keluar dari bioskop masih berusaha menetralkan diri. Ya, soale awalnya saya kira ini adaptasi cerita dari buku #6 Bangun Dong Lupus. Saya ga tau kalo film ini ada novelnya (yang ternyata baru diterbitkan juga). Tapi ya sudahlah, toh dari awal dah nothing to lose kok :)

And guess what?
Di lobi bioskop ga sengaja kami ketemu Hilman Hariwijaya. Ada pula Gusur, Fifi Alone, ‘Lulu’ dan Mami Lupus!!. Ternyata mereka ini diundang oleh Komunitas FB Lupus Reborn & @LupusTwit (ok, yang hadir level veteran semua :P) untuk nonton bareng dan juga diskusi. Pantas saya ngelihat beberapa orang berkeliaran dengan kaos bergambar siluet legendari Lupus niup permen karet karya Wedha.

Langsung nimbrung deh. Narsis berfoto-foto dan mendadak menjadi follower @LupusTwit dan masuk ke Facebook-nya Lupus Reborn. Lanjut ke foodcourt Lotte Mart, banyak diskusi, ‘protes’ n curhat disampaikan ke Mas Hilman dan Mas Gusur. Hahaha, saya jadi rada-rada speechless. Terakhir ketemu Hilman waktu saya masih kelas 2 STM. Waktu itu ada acara bertema pemuda di STIE Malangkucecwara (ABM). Saya dan Ferry sohib saya ikutan jadi peserta. Kayanya kami peserta dua-duanya dari STM :P Bintang tamunya Ersa Mayori cover girl majalah Gadis, serta Hilman n Boim dari Lupus. Saya menang kuis Lupus dan berkesempatan nampang di artikel liputan acara ini di majalah Gadis bersama Hilman n Echa :P

[nggallery id=4]

 

Phew, yang jelas siap-siap saja di film berikutnya. Dan gosipnya nih akan terbit bundle Lupus yang diambil dari 5 seri terlaris novel Lupus. So, buat para penggemar siap-siap hunting. Buat yang baru ngikutin atau belum pernah baca, you gotta get the book!

Untuk foto-foto lainnya, bisa dilihat di FB Lupus Reborn:¬†Behind The Scene “Bangun Lagi Dong Lupus” April 2013