2000km – Journey To The East

Kampung Alastuwo

27-07-2010

Hampir 2000 kilometer
120 jam
6 hari
5 malam

Itu jarak dan waktu tempuh perjalanan yang aku lakukan minggu kemarin. Dari bagian barat pulau Jawa menuju ke sisi timur dan kemudian kembali ke barat lagi. Baru kali ini menyetir mobil sejauh itu hampir sepanjang waktu.

Journey to The East
Ini bukan novel dari Jerman, tapi memang perjalanan awal yang saya lakukan ke arah timur pulau Jawa dengan starting point Bintaro, Tangerang Selatan.

Kenapa?
Manusia berencana, tapi Allah lah yang menentukan segalanya.
Sebelumnya saya sudah mengajukan cuti ke kantor tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2010. Agendanya adalah menghadiri resepsi pernikahan Jeng Ina – Mahen di Malang. Kebetulan sekali karena lokasi resepsi cuman sekoprolan saja dari rumah orang tua, jadi bisa sekalian mudik. Ketemu keluarga di Malang.

Request cuti telah dibuat, tinggal nunggu notifikasi approval dari Pak Bos. Hari Senin sewaktu otw ke kantor, ada telpon dari rumah Malang. Yuli adikku sambil nangis ngasih tahu kalau nenek yang dah beberapa bulan ini di Malang baru saja wafat.

*Deg*

Cuman bisa istighfar, mengucap inna lillahi wa inna ilaihi raji’un sambil menenangkan adik yang masih menangis shock dan kebingungan di seberang sana. Saya rasanya mau menjerit saat itu tapi entah kenapa kok selama menjawab telpon rasanya malah datar saja. Saya cuti pingin sekalian ketemu nenek. Sejak meninggalkan Malang sekitar tahun 1997 lalu, saya dah nyaris ga pernah mengunjungi beliau lagi di Magetan. Yang saya bisa ingat sejak tahun 2000an kayanya ga pernah menyempatkan diri ke Magetan lagi kalau mudik lebaran. Ngambil cuti lebaran selalu mepet. Sehingga sewaktu keluarga ke Magetan, saya balik lagi ke Jakarta buat mulai kerja lagi.

Terakhir saya hanya mendengar suara beliau via telpon beberapa minggu sebelumnya. Sebelumnya nenek tetap tinggal di Magetan dirawat paman-bibi dan keluarga di sana. Tapi karena paman-bibi saat ini harus ke Tangerang merawat cucu barunya, nenek dibawa ke Malang saja.

Setelah menanyakan kebutuhan apa saja untuk pemakaman dll, saya akan cover semua dan segera mungkin nyusul pulang, adik bisa sedikit lebih tenang. Setelah menerima telpon saya cuman bisa diam, dan kemudian nangis di taksi. BBM ke salah seorang sahabat di kantor soal ini n nanya Pak Bos ada ga supaya saya bisa minta relokasi tanggal cuti. Sopir taksi yang baik sempat memberikan beberapa kalimat dukungan dan tabah. Lalu lintas Jakarta yang semakin amburadul make it worse.

Paman dan sepupu menelpon nanya kapan saya balik ke Malang/Magetan. Saya bilang sesegera mungkin asal cuti saya di approve dulu. Urusan kantor hari itu banyak pula yang harus di selesaikan. Sore akhirnya bisa komunikasi dengan Pak Bos dan beliau mengijinkan.

Next cari akomodasi ke Magetan karena nenek akan dimakamkan di sana. Rute terdekat mestinya dari Solo. Tapi flight ke Solo ga banyak n ndilalah hari itu kok ya full book. Bah kalut, akhirnya nekat deh nyetir ajah dari Jakarta.

Kontak Rara minta tolong untuk nemenin ke Magetan. Sekalian buat gantian nyetir. Dalam kondisi seperti ini sepertinya bakal nambah masalah ajah jika saya nyetir sendiri. Tapi karena kondisi badan yang emang dah kecapekan kerja plus kondisi mental yang lagi berduka kaya gini plus lagi Rara kan juga baru balik kerja jadi diputuskan berangkatnya Selasa saja.

Info dari seorang rekan jalur pantura khususnya Indramayu – Cirebon sedang banyak perbaikan jalan, disarankan lewat Subang saja. Juni kemarin sempat ke Solo via pantura, jalannya emang hancur dan banyak proyek perbaikan jalan sedang berlangsung di sisi satunya. Berbekal Nokia E71 + Google Maps jadilah kami menyusuri Subang. End pointnya nanti sama-sama di Tol Palimanan – Kanci yang akan lanjut ke tol Bakrie Kanci – Pejagan.

Pantat Rush Penyok
Pantat Rush Penyok

Peristiwa ga enak pertama terjadi. Setelah istirahat dan makan, saya mendapati sudut kanan belakang Rush item saya penyok. Ini pasti ulah pengemudi goblok tertato di jidatnya yang ga bisa bawa mobil dengan benar. Dugaan sih disikat mobil sejenis mpv dengan roll-bar terpasang atau jenis mini truck yang maksa parkir di sisi kanan yang sempit. Bah!

Dari tol cikampek, saya memilih ke cipularang exit di Sadang. Tapi apa  daya, ternyata jalur Subang selain sempit malah sedang hot-hotnya perbaikan di banyak titik termasuk pengecoran jalan. Hardcore banget deh kondisinya. Di sini gunanya ada navigator. Selain bantuin mantau rute juga buat ngingetin supaya ati-ati nyetir. There’s no point doing speed racer thing in this route.

Lepas Subang, masuk ke Palimanan – Kanci saya dah hapal jalan. Rute Subang membuat itung-itungan waktu tempuh saya molor 2 jam lebih. Di sini baru deh speeding. Entah kenapa mulai sebelum Alas Roban sampai Solo sepi sekali saat itu. Jam 3 kurang dah sampai Solo. Hitungannya butuh 2 jam lebih dikit dari Solo ke Magetan. Bisa di bawah itu waktu tempuhnya kalau via Tawangmangu. Tapi itu namanya cari perkara. Selain lom pernah melewati rute tersebut, Tawangmangu berarti berhadapan dengan tanjangan, tikungan tebing dan jurang. Cukup Juni kemarin saya lewat rute tersebut saat iseng mencoba jalur selatan dari Yogya ke Bandung.

Jam 4 lebih sedikit kami sudah memasuki Magetan via Karangrejo. Di sini saya mesti memaksa otak untuk mengeluarkan memori mengenai Magetan. Dusun nenek saya ada di balik perbukitan. Jadi saya semasa kecil nyaris ga pernah di ajak menjelajah sampai ujung kota seperti ini. Mengandalkan ingatan rute bis/travel yang biasa kami pakai jika mudik dari Malang ke Magetan. Patokannya ketemu alun-alun berarti dah aman.

Kampung Alastuwo
Kampung Alastuwo (BTS Assisted)

Alun-alun ketemu, selanjutnya adalah nyari entry point yang akan mengantarkan kami ke dusun Alas Tuwo, Desa Balegondo. Seingatku jalan masuknya ada di belakang penjara karena kami dulu biasa jalan kaki dari dusun kalau ingin ke pasar kota atau ke alun-alun. Dan kejadian nyasar. Jalan kecil yang saya kita shotcut ternyata membawa kami ke gerbang sebuah SMP hehehehehe.

Kembali menyalakan Google Map untuk melihat peta blok daerah tersebut. Enaknya di Magetan dan juga Solo serta Semarang,  kotanya (paling tidak pusat kotanya) terbagi menjadi blok-blok kotak yang jelas. Jadi kita tidak akan merasa sedang berada di labirin seperti di Jakarta/Surabaya. Kami ternyata satu blok terlalu awal beloknya.

Malu bertanya, sesat di jalan. Kebetulan dah mulai nampak orang beraktivitas baik itu jalan-jalan/jogin menjelang subuh atau bersiap=siap ke pasar. Entry point pun ketemu dan kepala saya serasa semakin dibanjiri kenangan-kenangan masa kecil dulu. Turunan 45 derajat (sepertinya malah lebih dikit) jalannya sudah di aspal sampai ke ujung. Masjid desa dan sekolah SD di sampingnya masih seperti dulu. Dari sana kami masih harus turun lagi karena rumah nenek tinggal lurus saja, persis di ujung turunan kedua  sebelum ada turunan lagi.

Jam 5 pas kami sampai di samping rumah nenek. Masih seperti dulu, lebih ke belakang yang terbayang di mata saya yang dah mulai berair lagi adalah rumah nenek sebelum direnovasi. Khas Magetan/Madiun dengan bagian depan terdiri dari beberapa pintu dan jendela kayu. Ruang depan yang luas beralas tanah, ruang belakang yang baru berisi kamar, serta dapur di bagian samping.

Setelah di sambut ayah-ibu dan adik-adik, kamipun cuman bisa tergeletak tidur kecapekan.

Device Bundling Telkomsel Sambut Ramadhan

Iklan Telkomsel di Kompas 26/7/2010Waktu mampir di kos milik Neng Ocha Sabtu kemarin, nemu iklan mengenai bunding beberapa handset dari Telkomsel untuk menyambut Ramadhan di koran kompas. Nah kebetulan hari ini dapat copy hotnews info dari Telkomsel mengenai hal tersebut.

BUNDLING INOVATIF TELKOMSEL SAMBUT RAMADHAN
Menyambut bulan suci Ramadhan, Telkomsel menyediakan paket bundling ponsel inovatif terbaru dengan harga terjangkau. Inovasi Google Maps dan Ovi Maps dalam paket bundling spesial Ramadhan ini menghadirkan fitur maksimal untuk memudahkan pelanggan dalam persiapan mudik Lebaran 2010.

Google Maps merupakan aplikasi peta yang berfungsi sebagai penunjuk arah dan penunjuk lokasi ketika sedang mobile. Layanan ini terdapat dalam paket bundling Samsung Galaxy S, Samsung Champ C3303, dan BlackBerry Bold 9700. Sementara aplikasi Ovi Maps, yang memiliki fungsi serupa, tertanam di paket bundling Nokia 5230 Xpress Music. Pelanggan cukup mengunduh aplikasi-aplikasi tersebut di menu yang tersedia di masing-masing ponsel.

Menurut Gideon Edie Purnomo -VP Channel Management, “Kami menawarkan inovasi aplikasi peta dalam paket bundling spesial Ramadhan. Tentunya aplikasi tersebut sangat berguna bagi pelanggan ketika sedang melakukan perjalanan mudik. Paket bundling fitur berkualitas ini dapat dinikmati masyarakat dengan harga terjangkau.”

Menyambut bulan penuh kebaikan, Perusahaan kita menyajikan 6 pilihan paket bundling, yakni: Samsung Galaxy S, Samsung Champ C3303, BlackBerry Bold 9700, Nokia 5230 Xpress Music, Nexian Rhoma, dan TiPhone T28. Seluruh paket ponsel tersebut dilengkapi dengan simPATI dan Kartu As untuk menghadirkan pengalaman mobile internet yang handal.

Samsung Galaxy S merupakan ponsel Samsung terbaru dengan platform Android. Pembeli paket bundling canggih seharga Rp 6.499.000 ini bisa menikmati gratis internet 500 MB per bulan selama 6 bulan. Paket bundling Samsung Champ 3303 memberikan gratis internet 5 MB per bulan selama 6 bulan apabila mengisi pulsa minimal Rp 40.000 setiap bulannya.

Paket bundling BlackBerry Bold 9700 dijual dengan harga Rp 4.300.000. Telkomsel memberikan tarif spesial paket BlackBerry Unlimited Rp 70.000 di bulan ke-2, 3, dan 4 jika di bulan sebelumnya pelanggan mengisi pulsa minimal Rp 100.000. Untuk aktivasi paket BlackBerry Telkomsel, cukup tekan *363#.

Nokia 5230 Xpress Music plus simPATI bisa dibeli dengan harga Rp 1.850.000. Paket ini sudah termasuk gratis internet 10 MB per bulan selama 6 bulan bagi pelanggan yang mengisi pulsa minimal Rp 50.000 tiap bulannya.

Menyemarakkan suasana suci menjelang bulan penuh berkah, Perusahaan kita juga menyediakan berbagai konten dan aplikasi islami di ponsel Nexian Rhoma dan TiPhone T28 yang di-bundle dengan Kartu As. Kedua paket bundling murah ini dilengkapi gratis internet 3 MB per bulan selama 6 bulan apabila pelanggan melakukan isi pulsa minimal Rp 30.000 setiap bulannya. Khusus pembeli paket bundling Nexian Rhoma seharga Rp 399.000, dapatkan gratis konten-konten menarik Ridho Rhoma dan Rhoma Irama, seperti: full track dan ringtone lagu Rhoma dan Ridho, tausiyah Rhoma, dan wallpaper Rhoma dan Ridho.

Kenyamanan pelanggan dalam menikmati layanan inovatif dan gratis internet dalam berbagai paket bundling ini didukung jaringan berkualitas terbaik yang dimiliki Telkomsel. Lebih dari 32.000 Base Transceiver Station (BTS) termasuk lebih dari 5.000 Node B (BTS 3G) yang menjangkau hingga pelosok Indonesia siap melayani kebutuhan komunikasi pelanggan.(red)

Sumber: Corporate Communication – Head Office Telkomsel

Telkomsel Blackberry Photo & Theme Contest

Buat para pelanggan Telkomsel baik prepaid maupun postpaid yang menggunakan service/layanan Blackberry Telkomsel, ada woro-woro nih.

Telkomsel Blackberry Photo & Theme Contents
Telkomsel Blackberry Photo & Theme Contents

Telkomsel melalui Blackberry Communitynya mengadakan lomba foto menggunakan handheld blackberry yang kamu pakai sekarang ini. Hasil tentu ga akan sebagus kalo via kamera yang seharusnya, namun kata “hasil” di sini kan punya berbagai interpretasi :). Menurut saya sih kekuatan “hasil” foto via kamera BB ini lebih ke arah komposisinya nanti. Nah ini akan jadi tantangan buat kamu semua pemakai BB khususnya pengguna layanan Blackberry Telkomsel untuk meraih hasil foto yang maksimal.

Perlu dicatat pula, program tersebut merupakan program kompetisi yang diperuntukkan khusus member Telkomsel BlackBerry Community dengan cara mengirimkan foto dan atau theme hasil karya sendiri yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Kompetisi ini hanya diperuntukan bagi pelanggan Telkomsel, baik paket BIS atau BES yang sudah menjadi member Telkomsel BlackBerry Community.

Berikut ini mekanisme untuk mengikuti kompetisi foto & theme tersebut:

  1. Mendaftar terlebih dahulu untuk menjadi member Telkomsel BlackBerry Community dengan mengakses http://blackberry.telkomsel.com/user/community
  2. Bergabung di milist tsel-bb@yahoogroups.com
  3. Mengirim karya foto melalui alamat email: kompetisifoto@tsel-bb.com, dengan subject KOMPETISI FOTO. Sedangkan karya theme dikirim ke alamat email: kompetisitheme@tsel-bb.com dengan subject KOMPETISI THEME, dengan menyertakan judul foto/ themes, nama peserta, PIN BB, no HP dan alamat email milis.
  4. Peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal dua buah foto dan dua buah themes.
  5. Foto dan theme harus sesuai dengan tema yang ditentukan.
  6. Foto dan theme adalah karya milik sendiri dan belum pernah memenangkan lomba serta belum pernah dipublikasikan.
  7. Foto adalah original hasil dari kamera BlackBerry dan tidak dilakukan editing.
  8. Foto dan theme tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
  9. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan.
  10. Foto dan theme yang dikirim oleh peserta menjadi hak milik Telkomsel.
  11. Tidak berlaku bagi karyawan Telkomsel.

Periode program ini berlaku pada 1–31 Juli 2010, di mana periode pengumpulan 1–25 Juli 2010, serta periode penjurian & polling 26 – 31 Juli 2010. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 7 Agustus 2010. Supaya kompetisi ini tambah semarak, ajak juga keluarga, rekan, dan kerabat terdekat yaa…

Sumber:

Corporate Communication Telkomsel
Community Management & New Segment Telkomsel

YouTube was Hacked

Tahukah kamu kalau situs video sharing terkemuka saat ini, YouTube, kena hack hari Minggu kemarin? Serangan ini memanfaatkan celah XSS dan menjadikan bagian utama halaman youtube tempat orang memberikan komentar sebagai sasaran.

Serangan tersebut akan memanfaatkan cookies yang ditinggalkan oleh pengunjung halaman youtube yang terinfeksi, namun perwakilan dari Google seperti yang dilansir di networkworld.com diklaim tidak akan dapat digunakanu untuk mengakses akun Google milik korban. Untuk tindakan pencegahan, para pengguna YouTube diminta untuk log-out akunnya sebentar kemudian log-in lagi.

Si hacker rupanya sedang gemas dengan Justin Bieber, sehingga sasaran serangan ditujukan ke halaman-halaman youtube yang memuat video tentang penyanyi abg yang sedang naik daun tersebut. Jadi saat user mengakses halaman yang sudah terinfeksi tersebut, dia akan mendapatkan message pop-up ga jelas mengenai si Justin dan juga browser akan diarahkan ke situs-situs dewasa (baca: porno).

Segera untuk mengatasi hal tersebut, Google mengatakan bahwa bagian komentar YouTube sementara ditutup. Google sudah merilis fix untuk kasus ini dan sekarangpun bagian komentar YouTube sudah dimunculkan kembali 🙂

Telkomsel LTE – Flashback 1G/2G/3G

Mengacu ke postingan sebelumnya mengenai LTE (Long Term Evolution) yang baru saja di-launching R&D nya oleh Telkomsel, mungkin banyak diantara kita yang masih bertanya-tanya. Apaan sih LTE itu? Nah di sini saya akan coba share mengenai LTE, pengelan ajah ga menjurus ke teknikal (krn saya juga ga mendalami ini ^_^) plus roadmap Telkomsel berkenaan dengan teknologi broadband seperti yang dipresentasikan di Gran Melia minggu lalu.

Nah, sebelum membahas mengenai LTE ada baiknya kita flashback dulu ke saat dimana layanan komunikasi data mulai dikenalkan di dunia wireless terutama GSM. Kalo sekarang mungkin banyak di antara kita mengenal istilah 2G, 2.G, 3G, 3.5G maka saya akan coba analogian perkembangan teknologi ponsel berdasarkan itu pula

1G (Generasi Pertama)

Ini adalah generasi pertama dari layanan telepon nirkabel. Teknologi yang digunakan masih menggunakan standar telekomunikasi analog (signalling radionya) dan mulai diperkenalkan sekitar tahun 1980-an. Dari 1G ini terdapat beberapa standar perangkat telko yang muncul. Contohnya NMT (Nordic Mobile Telephone), digunakan dinegara-negara Nordic seperti Swiss, Belanda, Eropa Timur dan Rusia. Kemudian ada AMPS (Advanced Mobile Phone System) banyak digunakan di Amerika dan Australia, TACS (Total Access Communications System) di Inggris in the United Kingdom dan ada beberapa lagi. Di Jepang pun punya standar sendiri.

Di Indonesia pada era akhir 90an seingat saya ada beberapa operator AMPS yang cukup dikenal pada jamannya. Seperti Komselindo, Mobisel, Telesera dan Metrosel.

2G

Evolusi berjalan kemudian lahirlah “duaji” (hehehehe) 2G, generasi kedua dari jaringan teknologi telepon nirkabel. Di era 2G ini, teknologi yang digunakan dikelompokkan menjadi 2 group besar berdasarkan multiplexing sinyalnya. Pertama adalah TDMA (Time Division Multiple Access) dan CDMA (Code Division Multiple Access).

Turunan dari TDMA ini contohnya adalah GSM, nah mestinya dah pada tau dong operator GSM di Indonesia apa ajah. Salah satu contohnya ya Telkomsel yang baru kick off RnD LTE tempo hari 🙂 GSM sendiri diperkirakan menyumbang sekitar 80% dari total pengguna telepon seluler di dunia saat ini.

CDMA tentu juga pada tahu dong. Belum? wah, Telkom Flexi, Indosat StarOne, Esia, Mobile-8 Fren dan Smart Telecom itu contoh operator CDMA di Indonesia.

Nah beda antara TDMA dan CDMA sendiri apa?

TDMA (Time) – 1 kanal frekuensi dipakai oleh beberapa pengguna dengan cara slot waktu yang berbeda. Teknologi TDMA membagi sebuah frekwensi radio menjadi beberapa slot waktu dan kemudian mengalokasikan masing-masing slot tersebut untuk banyak panggilan (multiple calls). Dengan metode ini, satu frekwensi dapat melayani banyak kanal data secara simultan.

CDMA (Code) –  menggunakan teknis penyebaran spektrum. CDMA tidak mengalokasikan frekuensi khusus untuk setiap penggunanya saat melakukan maupun menerima panggilan. Pada teknologi CDMA, beberapa pengguna bisa dilayani pada waktu bersamaan dan frekuensi yang sama, dimana pembedaan satu dengan lainnya ada pada sistem coding-nya, sehingga penggunaan spektrum frekuensinya teknologi CDMA sangat efisien.

2.5 G

Istilah 2.5G adalah batu loncatan antara transisi teknologi selular 2G ke 3G. Era ini ditandai dengan dikenalkannya General Packet Radio Service (GPRS) ke pasar komersil. Jaringan CDMA2000 juga berkembang melalui pengenalan 1xRTT. Jadi 2.5G ini kasarnya adalah layanan selular yang dikombinasikan dengan peningkatan kemampuan transmisi data. Kecepatan akses data via GPRS ini antara  56 kbit/s s/d  115 kbit/s (rata-rata mungkin di 60kbit/s). Hal ini dapat digunakan untuk mengkonsumsi layanan seperti akses WAP, Multimedia Messaging Service (MMS), dan untuk layanan komunikasi Internet seperti email dan akses web. Ponsel GPRS ku saat itu Ericsson R320s dan Nokia 6600 🙂

2.75G

Di sini EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution) dikenalkan. EDGE distandarisasi oleh 3GPP sebagai bagian dari keluarga GSM, dan ini merupakan upgrade yang menyediakan meningkat tiga kali lipat kapasitas potensial dalam jaringan GSM / GPRS. Transfer rate mencapai 473kpbs downlink.

3G

Kalau saya bilang, 3G (generasi ketiga) teknologi seluler ini adalah upgrade dari versi 2G sebelumnya dengan titik berat di layanan data kecepatan tinggi, penanganan multimedia yang lebih baik (advance) dan kemampuan global roaming. Layanan yang paling dipromosikan seingat saya waktu itu adalah browsing (opera mini memulai kerajaannya di sini) dan video call.

Kecepatan transfer data yang ditawarkan oleh 3G mencapai  14.0 Mbit /s (1.75 MB /s) untuk  downlink dan 5.8 Mbit/s (0.725 MB/s) untuk uplink. Dibandingkan GPRS yang upto 115kbps, 3G berarti berapa kali lipatnya tuh? Waktu itu saya pakai Nokia 6680 (video call bagus) upgrade ke Nokia N73me (video call kualitas lebih jelek, foto bagus).

Di sini Telkomsel menjadi operator pertama di Indonesia yang meluncurkan jaringan 3G pada tahun 2006. Indonesia sendiri menjadi negara ke-tiga di Asia Tenggara yang mempunyai jaringan 3G.

3.5 G

Di Indonesia, era 3.5G ditandai dengan peluncuran layanan mobile broadband yaitu produk Telkomsel Flash yang menggunakan jaringan HSDPA. Peningkatan kecepatan transfer data pada jaringan HSDPA ini mencapai 3.6-7.2Mbps

3.9G

Nah, LTE posisinya ada di sini. LTE belum sepenuhnya termasuk dalam generasi ke-4 (4G). WiMax dan LTE Advance yang merupakan keluarga 4G.

Berdasarkan laporan “Global UMTS, UMTS-HSPA, HSPA+ and LTE Status Update List” yang dirilis oleh 3G Americas, jaringan GSM 3G UMTS-HSPA ini telah dioperasikan oleh 347 operator di 148 negara. Jaringan HSPA+ sendiri saat ini baru dioperasikan oleh 56 operator di dunia dan Telkomsel termasuk di dalamnya. Sementara ini Telkomsel masih menjadi satu-satunya operator yang mengimplementasikan jaringan HSPA+ di Indonesia.

http://en.wikipedia.org/wiki/1G
http://en.wikipedia.org/wiki/2G
http://en.wikipedia.org/wiki/3G
http://www.eventhelix.com/lte/lte-tutorials.htm
http://www.pangolinsms.com/tech03-types-of-mobile-phones.htm

*errrr, lost mood n concentration. might edit this article later*

Telkomsel – Paket BlackBerry Family

Ini gara-gara seorang teman yang lebih dikenal sebagai "Tembok Charlizainer" bertanya-tanya soal paket Blackberry yang baru dari Telkomsel. Kebetulan dapat info mengenai paket tersebut.

Jadi Telkomsel, Citibank dan sejumlah Mitra Dealer Telkomsel menyelenggarakan Program penjualan Postpaid BlackBerry Telkomsel yang dikemas dalam bentuk paket-paket penjualan melalui Kartu Kredit Citibank. Paket spesial bagi pelanggan KartuHALO ini dapat diperoleh dengan cicilan 700 ribuan/ bulan, dan sudah mendapatkan 3 unit BlackBerry dan gratis internetan selama 1 tahun dengan cicilan 0% dari Citibank selama 1 tahun.

Paket ini terdiri dari 3 unit BlackBerry dan 3 paket layanan bulanan BlackBerry Internet Services (BIS) Telkomsel, di antaranya:

Paket Ultimate
Handset Paket Blackberry Periode
BB Onyx Unlimited 12 Bulan
BB Onyx Unlimited 12 Bulan
BB Gemini Lifestyle 12 Bulan
Rp. 14, 865, 500
Paket Excellent
Handset Paket Blackberry Periode
BB Onyx Unlimited 12 Bulan
BB Onyx Business 12 Bulan
BB Gemini Lifestyle 12 Bulan
Rp. 14, 090, 000
Paket Super
Handset Paket Blackberry Periode
BB Onyx Unlimited 12 Bulan
BB Onyx Lifestyle 12 Bulan
BB Gemini Lifestyle 12 Bulan
Rp. 11, 914, 000

 

Berikut ini adalah simulai cicilan Citibank dengan maksimal diskon 25% jika Redeem Point berdasarkan paket-paket di atas

Harga Cicilan Normal Redeem Point Citibank
Paket Harga/Paket Cicilan/Bulan Harga/Paket
Cicilan/Bulan
Ultimate 14,865,500 1,238,792 11,149,125 929,904
Excellent 14,090,000 1,174,167 10,567,500 880,625
Super 11,914,000 992,833 8,935,500 744,625

Paket BlackBerry Family akan dijual di beberapa titik GraPARI di kota Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar. Di periode pertama, program ini akan berlangsung hingga 31 Juli 2010. Jadi segeralah bergegas ke Grapari 🙂

Telkomsel R&D for LTE Services

TelkomselMinggu kemarin saya menghadiri sebuah acara di Hotel Gran Melia yang diprakarsai oleh Telkomsel. Dalam acara bertajuk "Telkomsel R&D for LTE Services" ini, Telkomsel berusaha untuk membuktikan keseriusannya untuk selalu siap taking a lead di industri telekomunikasi seiring dengan pesatnya peningkatan teknologi (terutama bidang wireless/selular) itu sendiri.
 
R&D ini merupakan proyek kerjasama antara Telkomsel dan Telkom  selaku induk perusahaan dengan para akademisi (diwakili oleh ITB, UI, ITTelkom) serta mitra produsen perangkat telekomunikasi yaitu NSN, Ericsson, ZTE dan Huawei. Selain kick off R&D, diacara ini dilakukan pula demo LTE (long Term Evolution)  itu sendiri (menggunakan perangkat dari Huawei yang di pasang di Jakarta) serta Dual Carrier HSPA+ yang dilakukan di Medan (Ericsson) dan Denpasar (NSN). Bisa dibilang ini adalah roadmap Telkomsel untuk tetap memimpin pasar layanan broadband berbasis selular yang saat ini telah dinikmati oleh sekitar 16 juta dari total 86juta pelanggannya. Layanan broadband existing sendiri saat ini menggunakan jaringan 3G dengan penggunaan lebih dari 5000 Node B atau BTS 3G.
 
 
“Kesiapan dalam mengujicoba teknologi terbaru ini semakin menguatkan komitmen Telkomsel dalam berinvestasi sekaligus memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband.”, demikian kata Dirut Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
 
 
Acara ini dihadiri pula oleh Menkominfo Tifatul Sembiring yang selain memberikan sambutan (menurut saya sih agak-agak ga nyambung) juga berkesempatan mencoba beberapa demo di antaranya 3D streaming, game online (saya ga memperhatikan apakah Pak Menkominfo sempat maen Counter Strike pa ngga :P) serta demo vending machine. Kebetulan sekitar 1-2 minggu sebelumnya saya sudah mencoba menggunakan vending machine sejenis yang ditempatkan di Plaza Semanggi lantai 2. 
 
Pasar layanan broadband wireless berbasis GSM di Indonesia ditandai dengan dikenalkannya jaringan UMTS 3G/W-CDMA. Kecepatan transfer data jaringan 3G mencapai 384 kbit/s di kondisi ideal. Ini merupakan versi upgrade dari GPRS yang sudah dikenal masyarakat sebelumnya. Teknologi 3G ini kemudian berevolusi ke HSDPA/HSUPA dan HSPA+. Teknologi tersebut terus berevolusi ke Dual Carrier HSPA+ (42Mbps), Multi Carrier (84Mbps), dan Multi Carrier yang didukung antena Multiple Input Multiple Output (MIMO) 2×2 (168 Mbps).
 
Nah, LTE (Long Term Evolution) ini merupakan lompatan besar di teknologi broadband celuller yang kemudian disebut sebagai pre-4G (masih belum full 4G kok ^_^). Dengan LTE, layanan data dapat diakses dengan kecepatan hingga 172 Mbps, sementara LTE Advance menawarkan kecepatan hingga 300Mbps, 600Mbps, bahkan 1 Gbps dengan teknologi Multi Carrier dan MIMO 4×4. Sebagai analogi pada kondisi ideal, jika kamu termsuk tukang download, maka sebuah file iso Linux sebesar 700MBytes (setara dengan sekitar 5600 Mbits) dapat kamu download dengan waktu hanya 33 detik menggunakan LTE 17Mbps. Wow!
 
Jika saat 3G dikenalkan dulu, layanan/konten yang dikedepankan diantaranya adalah Video Call, Video On Demand, Video Conference sampai dengan Location Based Service (LBS). Dengan evolusi LTE ini maka layanan-layanan yang lumayan haus bandwidth akan dapat solusinya. Mo VoIP, Online Gaming, Telegeoprocessing. Layanan High Definition (HD) video streaming  juga dapat menjadi primadona.
 
 
LTE dan Dual Carrier HSPA+ diprediksi akan membawa perubahan industri telekomunikasi cukup signifikan, di mana pada era LTE perkembangan layanan berbasis data akan semakin pesat seiring dengan peningkatan kemampuan teknologi akses tersebut. Perkembangan layanan berbasis data juga ditentukan oleh berbagai aplikasi/service layer, seperti: teknologi IP Multimedia Subsystem (IMS), Service Delivery Platform (SDP), dan Cloud Computing. Di sisi lain, untuk mengembangkan berbagai layanan ke depan, operator membutuhkan dukungan dari mitra kerja, seperti: penyedia konten, aplikasi, dan tentu saja adalah penyedia device/terminal aksesnya.