Amanah Baru

Alhamdulillah, berkat doa ibu & bapak serta adik-adik di Malang juga si dia, hari ini saya dan beberapa rekan (banyak sih) mendapat amanah baru, tanggung jawab yang lebih besar  dari perusahaan. Ini berkah sekaligus juga ujian bagi saya. Dan dalam 6 bulan ini semoga saya dapat lulus ujian dengan nilai yang baik, give best shots I have.

Beberapa rekan juga becanda 😛 Ini ujian bagi saya yang selama ini jauh bangun di dunia Unix n Open Source, kini harus menapak dunia proprietary juga, meneruskan apa yang udah exist di perusahaan tercinta ini 😛 Well, MCP saya emang sama sekali ga kepake all of these years, it;s time for that 😀 Kayanya  saya harus refresh otak untuk menjajaki suasana baru, solusi-solusi berbasis Unix based dan juga Ms Windows based 🙂 Could be a great combination 😛

*phew*

*nyari-nyari dondy untuk inputan, ada yang liat makhluk bulet itu?*

Hitamku

masih adakah separuh hatiku
yang kuberikan hanya untukmu
kuharap engkau masih menyimpannya
jangan kau pernah melupakannya

*
maafkan kata yang tlah terucap
akan kuhapus jika kumampu
andai kudapat meyakinkanmu
kuhapus hitamku

masih adakah separuh janjiku
yang kubisikkan hanya padamu
kuharap engkau masih mengingatnya
jangan kau pernah melupakannya

back to *

andai kudapat memutar waktu
semuanya takkan terjadi

back to *
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh hatimu)
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh janjimu)
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh hatimu)
(simpan separuh janjimu)

Hitamku – Andra and The Backbone
album: Season 2

Lagunya enak, video klip-nya unik 🙂

 

Aris, Indonesian Idol 2008!

Horeeeeeeeeee

Bravo buat Aris. Doa Ibu telah dikabulkan, pintu rejeki telah dibukakan, wish all the best in your life and your family.

Sekali  lagi selamat untuk Aris. Ditunggu albumnya !!!

Indonesian Idol 2008, Final Result

Berawal dari sini, Indonesian Idol 2008 telah mencapai babak akhir. Pengumuman Sang Juara.
Perjuangan seorang ayah, seoranh suami, Januarisman alias Aris. Perjuangan seorang anak tunggal, Gisel.

Who’s gonna be the winner?

They’re both the winners, but I like Aris’s vocal more ..

Bandara oh Bandara

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Hari ini saya mengantar si yayang pulang ke kotanya. Menggunakan penerbangan Garuda dari terminal 2F. Jalanan menuju ke sana cukup lancar. Padahal sebelumnya masih was-was akan terjebak macet akibat perbaikan tol, pelebaran jalan dan juga fakta bahwa besok adalah tanggal merah.

Sementara nunggu si yayang check-in, saya buka-buka Mac untuk remote kerjaan kantor. Tiba-tiba seorang ibu menaruh (tepatnya sih membuang) botol aqua kosong di depan sliding door tempat saya duduk. Buset deh, ini ibu-ibu ga pernah dikasih pendidikan untuk tidak buang sampah sembarangan apa yah? Kaya bandara ini punya bokapnya ajah sehingga dia bisa buang sampah seenak udelnya….

Urusan check-in kelar, si yayang kena charge 300ribuan karena bagasi overweight 15kg 😛 Habis itu kita makan di KFC. Ga berapa lama si yayang dah harus boarding .. 🙁 Hu hu hu hu hu, I dont wanna let you go, honey 🙁

Setelah si yayang boarding, saya jalan-jalan sebentar di sepanjang terminal 2 itu. Ga banyak perubahan dari terakhir kali saya ke sini. Flight schedule yang model flipped card itu udah fully replaced pake LCD monitor di bawahnya (kecil, mesti mendekat kalo mo liat *bayangin frankfurt, changi ma CDG*) Bekas tempat flipped card itu sepertinya nanti akan menjadi papan iklan. Ada warung kopi Starbuck di 2F sebelah counter Merpati.

Di seberang counter Merpati tersebut ada bule cewek yang sepertinya super duper kelelahan. Doi bobo gitu ajah di lantai bandara yang kotor menghadap tembok. Duh kasihan banget. Bandara International ini memang amat sangat tidak nyaman sekali buangetttttttttttt buat budget travelers or anyone yang pingin stay overnight atau transit lama di sana. Saya pernah mengalaminya sendiri sekitar tahun 2003 lalu. Masih beruntung saya bawa sleeping bag di tas ransel saya. (Teman-teman saya masih heran, kenapa mudik ke Malang saja saya pakai bawa-bawa sleeping bag segala 😛 )

Karena kantong sepertinya kebanyakan kertas-kertas yang udah ga berguna lagi (struk-struk pembelian makanan kebanyakan), saya berniat membuangnya ke tempat yang semestinya. Gak seperti ibu-ibu tadi. Dan sepanjang saya menelusuri lorong dari F4 ke E3 … saya ga nemu tempat sampah satupun.

Bravo …. this is our International Airport.

Ga ada tempat sampah satupun baik yang kecil maupun yang segede gaban. Dah ngelongok-longok di belakang kafe-kafe, di sekitaran telpon umum, di dalam dan di luar ATM, tetap ajah ga nemu. Akhirnya saya bisa ngerti kenapa ibu-ibu tadi langsung asal buang ajah sampahnya. Walau tetap tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

Buset deh …

DI bawah (di kedatangan) pedang asongan yang menjajakan jam, parfum, pulpen dll masih dapat dijumpai. Seorang pengasong parfum (ibu-ibu) nampak digelandang 4 orang satgas ke kantornya. Yah bisa dipastikan dia akan menjadi sasaran palakan di sana. Yang baru di sini adalah sekelompok anak-anak yang menjual jasa semir sepatu. Hal yang tidak saya temukan terakhir kali saya ke sini.

*Sigh*

Gerbang negara kita ini emang merepresentasikan hasil kerja pemerintahan kita satu dekade terakhir ini yah … yaitu menyedihkan.

Indonesia, kebodohan, menghilangnya kepedulian sosial

Saya semakin merasa kepedulian sosial di antara masyarakan Indonesia ini kian terkikis. Sementara poli-tikus tikus sibuk saling menjual diri dan menjual isu kemiskinan untuk kepentingan mereka sendiri. Bullshit total kalo mereka itu benar-benar mikirin orang-orang susah, wong cilik dan lain sebagainya yang mereka buai dengan janji-janji surga selama masa jual diri tersebut.

Di Ternate, aparat disibukkan dengan situasi bentrokan sosial diantara masyarakat yang kemungkinan besar akan terjadi. Pendukung calon Bupati terpilih bentrok dengan pendukung calon bupati yang gagal. Bentrokan ini sudah mengarah ke kemungkinan pembunuhan karena yang bentrok pada bawa-bawa potongan besi beton, senjata tajam dan sejenisnya (batu adalah perlengkapan standar). Saya jadi trenyuh, itu yang bentrok kok ga menyadari betapa gobloknya mereka. Betapa mereka menyia-nyiakan anugrah besar dari-Nya yang bernama "OTAK". Apa sih yang didapat dari bentrokan itu? Pendukung A cidera, pendukung B juga. Pendukung A mati, pendukung B juga ada yang mampus. Trus yang cidera, yang mampus dan yang tidak tadi akan jadi makmur gitu kalo jagoannya menang? Keluarga yang mampus akan diurusin seumur hidupnya gitu?

Continue reading “Indonesia, kebodohan, menghilangnya kepedulian sosial”