Spanyol 4 – 0 Ukraina 
Tunisia 2 – 2 Arab Saudi 
Jerman 1 – 0 Polandia 

There's always a story to tell
Spanyol 4 – 0 Ukraina 
Tunisia 2 – 2 Arab Saudi 
Jerman 1 – 0 Polandia 
Pada sempat baca Kompas hari rabu ga ?(14/06/2006)
Di sana ada Ada artikel dengan judul “Urusan Seks, Oh Repotnya“. Nah saya coba mengutip satu aline yang tertulis di sana.
“Hingga pertandingan sepak bola piala dunia hari-hari ini, kerepotan urusan seks tetap saja muncul. Pelatih tim Swedia Lars Lagerback, misalnya, tegas melarang para pemain berhubungan seks sehari sebelum bertanding. Kenyataannya melawan Trinidad-Tobago imbang 1-1.”
Nah … gimana sih editornya ? berita kurang valid kaya gini kok bisa lolos. Jangan-jangan yang lain juga gitu.
Bingung? hehehehe, jangan terpaku pada judul beritanya. Ini bukan soal SEX nya kok, cuman sejak kapan Swedia imbang 1-1 melawan TnT ? ![]()
Korea Selatan 2 – 1 Togo 
Kembali seperti 4 tahun lalu, Korea menjadi tim Asia yang menang di pertandingan pertama. Babak pertama berlangsung kurang menarik. Korea walaupun lebih banyak mengambil inisiatif serangan, namun overall mereka tampil buruk dibandingkan 4 tahun lalu. Berantakan jika boleh saya bilang. Kurang kordinasi antara lini tengah dan depan. Sementara Togo bermain agak keras dan mengandalkan serangan balik. Dan Togo secara mengejutkan membuka gol di menit ke 31. Mohamed Kader yang lepas dari penjagaan 2 bek Korea tidak membuang kesempatan. Bola ditendang dengan terarah ke kanan gawang Korea tanpa dapat dijangkau oleh Lee Won Jae. Korea tidak tampil lebih baik setelah kebobolan, Togo malah nyaris membuat gol lagi jika tendangan bebas Senaya gagal ditepis kiper Korea.
Babak kedua Korea sedikit mengalami perubahan gaya permainan dengan memainkan Ahn Jung-Hwan. Mungkin mereka didamprat habis-habisan oleh Dick Advocaat di ruang ganti selama istirahat. Menit 53 Park Ji-Sung berusaha menerobos pertahanan Togo dan langsung dijatuhkan oleh Abalo. Kapten Togo inipun akhirnya harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran pada gelandang Manchester United itu. Dan kesalahan itu harus dibayar mahal. Tendangan bebas Lee Chun-Soo membuat kedudukan imbang 1-1 di menit 54.
Togo berusaha menyerang dengan kombinasi Adebayor-Senaya. Paling tidak ada 2 kesempatan tercipta dari kerja sama mereka. Menit 72, Ahn Jung-Hwan memastikan kemenangan Korea Selatan 2-1 atas Togo sekaligus dinobatkan sebagai Man of the Match.
Perancis 0 – 0 Swiss 
Satu-satunya hasil yang dicapai pada pertandingan ini adalah pencapaian kartu kuning terbanyak 🙂 3 untuk Perancis, 5 untuk Swiss. Tidak banyak yang bisa dikomentari. Kedua tim tampil cukup terbuka (and also lil bit boring). Keduanya sama-sama saling serang dan menciptakan peluang. Perancis dengan Zidane the magician serta Thiery Henry melawan Swiss yang tidak mempunyai pemain dengan nama besar dibanding negeri mode itu. Okelah ada Johnn Vogel atau Alexander Frei atau bek muda Arsenal Phillipe Sanderos tapi dibandingkan Thuram, Makalele, Trezeguet kayanya mereka kalah tenar 🙂
Selain tampil garing, Perancis juga sedang sial. Wasit tidak memberikan penalti saat tendangan Henry mengenai tangan kiri pemain Swiss. Selebihnya adalah penampilan memukau Barthez. Walau bukan lagi France #1, The butterman not a butterman anymore. Dan man of the match kali ini adalah … Makalele ?
Brasil 1 – 0 Kroasia 
Brazil, 90% penonton pasti yakin mereka menang. But that’s not the point. How they play, itu lah yang perlu disoroti. Saat Korsel-Togo, saya dah sempat adu argumentasi dengan seorang teman. Jogo Bonito things only look good in Nike commercial ads. Dont ever play like that in the real field. Jika melawan timnas Indonesia mungkin. But not in here, when 32 best teams of the world meet. Menghadapi Kroasia yang tampil solid lini perlini, Brazil seakan tidak punya gigi. Dan semua yang ditampilkan di iklan Nike itupun benar-benar tidak ada gunanya.
Kaka menjadi Man of The Match setelah mencetak satu-satunya gol di pertandingan ini. Well, they’re brazillian anyway … but will they keep playin like that ? Australia sedang on fire dan Jepang juga tidak bisa begitu saja diremehkan.
Australia 3 – 1 Jepang 
Para pemain Jepang sepertinya akan harakiri setelah ini. Babak pertama berlangsung cukup seru. Mark Viduka beberapa kali menciptakan peluang dan tim Australia tampil secara kompak. Berbeda dengan Jepang yang sepertinya tidak begitu terorganisir seperti waktu Piala Dunia 2002. Namun bukan berarti Jepang tanpa peluang. Jika bisa lebih tenang, Takahara dapat mencetak gol di menit 20an. Sayang tendangannya hanya menghajar botol minum Mark Schwarzer. Menit ke 26 Jepang mencetak gol. Walau di bawah tekanan, Shunsuke Nakamura mengirimkan sebuah crossing melewati kiper Middlesbrough itu dan masuk ke gawang.
Setelah itu Australia makin menekan. Harry Kewell nyaris menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian.
Hingga 10 menit terakhir pendudung Jepang sepertinya akan pesta sake karena Australia tidak juga berhasil mencetak goal. Mereka bisa bertahan dengan baik di bawah serangan Australia yang makin gencar (shot on goalnya 9-2 bo!!).Sedikit lagi ..
Tim Cahill menghancurkan segalanya. Midfielder Everton itu masuk menggantikan Bresciano di menit 53. Dari sebuah kemelut di kotak penalti Jepang di menit 84, Cahill menyamakan kedudukan. 5 menit kemudian, Cahill mencetak gol keduanya. Dan di added time menit 93, John Aloisi melengkapi penderitaan Jepang. 3-1 untuk the Socceroos.
Pertandingan ini sepertinya menjadi pertandingan paling dramatis, so far sampai matchday #4. Selain itu rekor kartu kuning juga pecah. Wasit asal Mesir yang saya ga ingat namanya (:D) mengeluarkan 4 kartu kuning untuk Oz (Cahill, Moore, Aloisi, Grella), 3 untuk Jepang (Miyamoto, Takahara, Moniwa). Dan Man of the Match tentu saja Tim Cahill.
USA 0 – 3 Czech Rep. 
Wow! Just like i thought, Czech played so well tonight. Walaupun menang posession, tapi hal itu tidak berarti apa-apa buat tim Amerika. Disaat presidennya dengan sukacita mengumumkan mereka baru saja MEMBUNUH orang (Zarqawi), timnasnya sukses dibantai dengan manis oleh Czech Repulik di Jerman. 0-3 tanpa balas. Amerika sebaiknya harus mulai memikirkan peluang mereka di 2010 nanti.
Dibanding Korea-Jepang 2002, Amerika tampil memalukan. Ranking yang dibuat FIFA untuk tim Amerika ini sepertinya perlu diaudit. Menit ke 5 Jan Koller sudah membuat gol. Pasca gol Koller, Amerika berusaha meningkatkan serangan. Namun semuanya tidak efektif. Striker mandul mereka, Landon Donovan, selalu kalah heading dengan para defender CR. Kini Donovan sukses tidak pernah bisa mencetak gol dalam 16 kali pertandingan berturut-turut.
Sebaliknya duet Rosicky dengan Nedved di lapangan tengah tampil agresif. Nedved sepertinya menjadi incaran defender Amrik. And finally, Czech number 10 double the goal. 0-2. Rosicky sukses menjebol gawang Casey Keller setelah menyambar kesalahan bek Amerika dalam menyundul bola. Hmmm, 4 tahun lalu Amrik memukul Portugal 3-0 di babak pertama, dan saya berharap mereka tampil cantik seperti 4 tahun lalu. Kini mereka tampak melempem.
Menjelang akhir babak pertama, Jan Koller digantikan Vratislav Lokvenc akibat cedera. Babak kedua sudah menjadi milik CR. Saya sempat berpikir, jangan-jangan Amrik akan dibantai 5-1 lagi seperti tahun 1990 di Italia (waktu itu CR masih bernama Cekoslowakia). Nedved masih menjadi target favorit untuk dijatuhkan oleh pemain Amrik. Midfielder Juve ini memang atraktif dan seakan ga kenal capek. Keller kembali sport jantung saat tembakan Rosicky membentur mistar gawang di menit 60an. Namun pada kesempatan berikutnya, pemain yang musim depan akan bermain untuk Arsenal ini tidak membuat kesalahan. Kerja sama cantik dengan Pavel Nedved di menit 76 mencatatkan namanya di topskor nomor 5 dengan 2 gol.
Kedudukan akhir 0-3 untuk Czech Republic. Dan Tomas Rosicky menjadi Man of the Match. Midfielder ke-tiga yang menjadi MoM, serta yang kedua di daftar topskor.
Sudahlah Amerika, mending balik ajah maen pukul bola dan tepok-tepok bola 😛
Italia 2 – 0 Ghana 
Ghana memang kalah kelas di bandingkan Italia. Dengan shots on target 11 – 3 dan corner kick 12-4, terlihat bagaimana tim debutan Afrika ini digempur oleh bintang-bintang Serie A. Duet Toni-Gila (:P) tampil memukau. Walau tidak mencetak gol namun kerja sama mereka cukup menjanjijak. Beberapa pemain yang tidak dalam kondisi fit juga bermain bagus seperti Nesta dan Totti. Gol pertama Italia tercipta di menit 40. Melalui sepak pojok yang ke sekian (abis sepak pojok mulu babak pertama), bola pendek diumpankan ke Andrea Pirlo. Midfielder Milan inipun langsung menembak ke gawang dari luar kotak penalti. Satu nilai tersendiri buat Lippi yang membuat permainan tim Italia kali ini memukau. Jarang-jarang lihat tim Italia maen agresif sejak awal hingga akhir. Ada juga sekalinya dapat gol langsung deh pada pada jadi bek semua 😛
Kedua tim bermain terbuka dengan menciptakan banyak peluang, cuman sayang Ghana sepertinya mesti belajar nembak ke gawang 😀 Dengan shots off target 12 biji, Ghana benar-benar buang tenaga. Menit 83, akibat kesalahan mantan bek Bayern Muenchen. Sammy Kuffour memberikan back pass ke kiper, namun sayang ada Iaquinta di sana. Bola pun diserobot striker Udinese itu dan langsung diceploskan ke gawang Ghana.
Andrea Pirlo menjadi Man of the Match
Serbia 0 – 1 Belanda 
Kenapa saya tulis Serbia, bukannya Serbia & Montenegro ? Karena secara teknis tim Serbia & Montenegro “tidak ada lagi”. Hal ini dikarenakan hasil referendum di negara pecahan Yugoslavia yang dilakukan 21 Mei 2006 lalu menghasilkan keputusan perpisahan di antara keduanya. Montenegro mengumumkan kemerdekaannya 3 Juni 2006, Serbia 2 hari kemudian 5 Juni 2006. Nah udah dulu pelajaran geografinya 😛 Back to the World Cup.
Pertandingan berlangsung cukup ketat di Leipzig. Belanda tampil full tim di motori 3 pemain senior yaitu Van der Saar, Cocu, Nistelrooy. Sedangkan Serbia tampil tanpa Nemanja Vidic dikarenakan kartu merah yang dia terima pada pertandingan internasional sebelumnya. Jika Vidic tampil maka akan ada 3 orang pemain Manchester United saling bertarung untuk negaranya masing-masing.
Memegang kendali serang di awal babak pertama membuat anak-anak van Basten ini memimpin 1-0. Terlepas dari kecengengannya di Liga Inggris, Robben tampil bagus dengan mencetak gol di menit 18. Selain itu dia juga banyak menciptakan peluang-peluang bagi Belanda. Jadi tidak heran jika Man of the Match kali ini adalah Arjen Robben. Belanda bisa dibilang menguasai permainan selama babak kedua. Namun begitu, Belanda tidak dapat mencetak gol tambahan hingga akhir pertandingan karena solidnya pertahanan Serbia.
Pertandingan ini penuh dengan hujan kartu kuning, terbanyak dalam 3 hari ini. Tercatat 6 kartu kuning dikeluarkan Markus Merk.4 kartu untuk Serbia (Stankovic, Koroman, Dragutinovic, Gavrancic) dan 2 untuk Belanda (Gio dan Heitinga).
Meksiko 3 – 1 Iran 
Pada babak pertama Omar Bravo memanfaatkan assist striker Villareal Franco memmbuat Mexico unggul 1-0 di menit 28. Iran menyamakan kedudukan lewat Golmohammadi di menit 36. Iran tampaknya akan cukup senang dengan 1 point hasil imbang dengan Mexico hingga pertengahan babak kedua. Ditambah dengan cederanya Jared Borgetti, kepercayaan itu makin menebal.
Namun kiper Iran justru mengawali bencana bagi timnya. Goal kicknya sempat membuat barisan belakang kaget dan dimanfaatkan dengan bagus oleh Zinha. Pemain pengganti ini menyambar bola dan mengumpannya langsung ke Omar Bravo. 2-1 untuk Meksiko. 3 menit kemudian, Zinha sendiri mencatatkan namanya di scoresheet dengan mencetak gole ke-tiga Meksiko.
Omar Bravo menjadi Man of the Match dan menjadi top-skor sementara bersama dengan Klose dan Paulo Wanchope
Angola 0 – 1 Portugal 
Ini pertandingan yang boleh dibilang ada unsur “politis”nya. Tim dari bekas negara jajahan melawan bekas penjajahnya. Di masa lalu, Angola adalah salah satu daerah jajahan Portugal. Pemain Angola pun banyak yang bermain di liga Portugal.
Satu-satunya yang tersisa dari tim emas Portugal sepertinya hanya Luis Figo. Dan pemain Inter Milan inipun masih menunjukkan kelasnya dan menjadi Man of the Match. Umpannya di menit ke-4 kepada Pauletta membuat Portugal unggul 0-1. Satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan ini. Pertandingan ini lebih mengarah ke betapa hebatnya Angola mampu mengimbangi salah satu unggulan Piala Dunia 2006, bukan sebaliknya. Karena permainan Porto tidak sesuai dengan yang diharapkan seperti halnya Inggris sehari sebelumnya.
Inggris 1 – 0 Paraguay 
Pertandingan tampaknya akan berjalan menarik saat Ingris membuka babak pertama dengan sebuah gol pada menit ke-3. Niat Calos Gamara untuk membuang umpan silang Beckham ternyata berakhir bencana buat Paraguay. Bola yang sundula Gamara malah masuk ke gawang sendiri.
Nama besar Inggris ternyata tidak menjadi jaminan mereka akan bermain atraktif. Babak pertama menurut saya cenderung membosankan. Permainan pertama Inggris tidak begitu berkembang. Lapangan tengah yang menjadi kunci serangan Inggris seperti yang telah diperlihatkan selama friendly-game sebelum final Piala Dunia dimulai tidak menunjukkan kualitasnya. Gerard dan Lampard kembali tidak padu. Joe Cole di kiri sering salah posisi karena Ashley Cole terlalu sering overlap dan terlalu jauh untuk diberi umpan trobosan. Beckham lumayan. Sepertinya Eriksson terlalu memaksakan Gerrard dan Owen yang tidak dalam kondisi fit untuk bermain.
Jika terus seperti ini, Inggris bisa-bisa tidak berkutik menghadapi Swedia atau bahkan Trinidad & Tobago.
Frank Lampard menjadi Man of the Match di pertandingan ini.
Trinidad & Tobago 0 – 0 Swedia 
Berlawanan dengan pertandingan pertama Matchday #2, Trinidad Tobago – Swedia menyuguhkan permainan terbuka. Swedia seperti yang saya duga sebelumnya, sejak awal sudah menggebrak dengan melancarkan serangan-serangan berbahaya ke daerah pertahanan wakil benua Amerika ini. Shaka Hislop menjadi pahlawan tim TnT dengan menggagalkan peluang-peluang gol Swedia. Sangat kontras mengingat penampilannya di Premiership sungguh menyedihkan.
Namun begitu, bukan berarti tim debutan ini tidak dapat melakukan perlawanan. Dimotori oleh eks striker Manchester United, Dwight Yorke, TnT juga menunjukkan pada dunia bahwa mereka bukan tim kacangan. Mereka juga dapat menciptakan peluang-peluang berbahaya bahkan hanya dengan 10 pemain saat Avery dikartu merah wasit di awal babak kedua.
Dwight Yorke mungkin menjadi satu-satunya nama yang kita kenal di tim TnT atas kiprahnya di liga Inggris. Dia dinobatkan menjadi Man of the Match pertandingan ini. Dan menurut saya, partai ini adalah salah satu pertandingan imbang paling seru dan sangat untuk ditonton dibandingkan Inggris – Uruguay.
Argentina 2 – 1 Pantai Gading
Pertandingan grup C yang disebut juga sebagai grup neraka antara Argentina – Pantai Gading berlangsung seru. Duel striker Chelsea antara Crespo – Drogba menjadi kisah tersendiri. Dengan datangnya Sheva, pertandingan ini seakan adalah partai unjuk gigi di antara keduanya untuk dapat posisi utama di tim juara liga Inggris tersebut.
2 pemain yang dibuang Barcelona menjadi inspirator raksasa sepakbola Amerika Latin ini. Juan Roman Riquelme menunjukkan kelasnya sebagai saah satu playmaker terbaik dunia dengan menciptakan peluan bagi Crespo untuk mencetak gol di menit 24. Crossing tendangan bebasnya di menit 24 gagal dihalau dengan baik oleh barisan pertahanan wakil Afrika ini. Crespo langsung yang dalam posisi bagus langsung mencetak gol.
14 menit kemudian Riquelme kembali menunjukkan kemampuannya. Setelah membuat barisan pertahanan Pantai Gading kelabakan, Riquelme meyodorkan umpan terobosan yang bagus kepada Saviola. Si Kelinci yang tinggal berhadapan dengan kiper tidak menyia-nyiakan kesempatan. 2-0 untuk Argentina. Pertandinganpun berjalan semakin seru dengan serangan silih berganti dari kedua belah pihak.
Di menit 82 kedudukan kembali berubah. Lewat umpan silang Bakary Kone, Didier Drogba mencetak gol pertamanya di final Piala dunia. 2-1.
Walaupun 2 striker Chelsea sama-sama mencetak gol, namun Saviola yang dinobatkan sebagai Man of the Match. Namun saya melihat yang lebih cocok sebenarnya adalah Riquelme.
World Cup tools kecil-kecilan untuk di pasang di sidebar blogku akhirnya kelar juga. Sambil terkantuk kantuk modul terakhir Match Result selesai dikerjakan. Hasilnya dah nongol di sidebar.
Selanjutnya mo iseng lagi ngembangin jadi modul SMS 😛
*Huaaaahmmmm*