Huaaaahmmmmm

Biyuh biyuh, efek Jerman – Kosta Rika dah mulai kerasa deh. Hehehehehe, sebenernya sih bukan itu. Seharian kemarin sibuk menyelesaikan dokumen mulai RFC, SRS,Technical Docs dll. Kerjaan yang nyebelin. Breaknya yah pas Jerman-Kosta Rika. Dan brengseknya beneran deh pemakai cable tv kaya saya ini ga bisa menikmati siaran SCTV. Ya udah akhirnya untuk darurat, antene diakalin dengan seutas kabel. Lumayan, bisa nonton dengan puas dan bisa bikin reportase seperti terlihat di bawah 😀
Ya udah abis itu sempet molor bentar n kebangun. Kalo bobo n kebangun gini ribet. Susah buat dipake bobo lagi. Iseng bikin grabber top skor piala dunia. Setelah beberapa menit mempelajari pattern-pattern blok html mana yang harus diambil akhirnya jadi juga. Dapat dilihat di sidebar. Abis itu bengong lagi sambil ngemil silverqueen. Silverqueen abis, ganti setel lagu-lagu 90s full volume. Mulai dari Come Undone-nya Duran-Duran sampe Iris-nya Goo Goo Dolls.
Abis Subuhan kok pingin coding lagi. Ya udah, mandi dulu trus benerin info top skor. Eh kebetulan yayang tercinta online di YM, jadi codingnya disambi pacaran 😛
Tapi masa cuman info top skor doang ? Akhirnya diterusin deh dengan bikin daftar Groups & Standing sambil modif template dikit, ngilangin beberapa blok sidebar. Hasilnya dapat dilihat di samping 🙂 Next target rencananya bikin match result namun malah sukses bobo. Kebangun lagi jam 1 siang gara-gara si Razi gebuk2 pundak. Tuh anak ga nyadar apa kalo tangannya segede tales bogor. Kan sakit oom.
Sekarang malah kelaperan. Match resultnya nyusul deh, sekalian mo publish source codenya.
Huaaaahmmmmm

World Cup 2006, Day #1

Jerman 4 – 2 Kosta Rika

Bertempat di FIFA World Cup Stadium Munich, pertandingan pembuka ini menyuguhkan permainan yang menarik. Dengan penonton lebih dari 64 ribu orang Jerman menang besar 4-2 melawan Kosta Rika. Serunya pertandingan ini dapat dilihat dengan terciptanya 3 gol pada 17 menit pertama. Di awali oleh pergerakan bagus dari Philipp Lahm di sektor kanan Kosta Rika, bek muda Jerman ini mencetak gol di menit ke-6. 6 menit kemudia Paulo Wanchope menyamakan kedudukan. Gol kedua Jerman dicetak striker kelahiran Polandia, Miroslav Klose menit ke 17 memanfaatkan umpan Bastian Schweinsteiger. Kedudukan berakhir 2-1 hingga babak pertama usai.

Babak kedua, Lahm kembali bikin ulah. Umpan lambungnya tidak dapat diantisipasi oleh defender Kosta Rica dan langsung menuju Klose. Walaupun headingnya dapat digagalkan Porras, namun bola rebound langsung dimanfaatkan dengan baik. 3-1 untuk Jerman di menit 61. Dengan ini Klose telah mencetak 7 gol di final Piala Dunia. 5 gol lainnya dicetak di Piala Dunia 2002 dan semuanya melalui heading, hattrick saat Jerman menghajar Arab Saudi 8-0. 2 gol sisanya dicetak masing-masing saat Jerman menang 1-0 atas Irlandia, dan 2-0 atas Kamerun.

Pertandingan makin memanas saat Paulo Wanchope kembali mencetak gol dan membuat posisi 3-2 di menit 73. Jerman masih belum aman. Torsten Frings mengubah kedudukan menjadi 4-2 di menit 87. Midfielder yang akan menjadi rekan Klose di Bremen musim depan ini mencetak gol melalui tendangan jarak jauh yang langsung disambut gegap gempita pendukung tuan rumah.

Facts:
Miroslav Klose menjadi Man of The Match pada pertandingan pembuka.
Klose dan Wanchope sementara ini menjadi top skor dengan 2 gol.
Skor 4-2 untuk Jerman adalah rekor baru World Cup untuk skor terbesar pada pertandingan pembuka.
Hanya satu kartu kuning yang dikeluarkan pada pertandingan pembuka ini untuk Danny Fonseca di menit 31

Cuplikan dari media yang sering di sebut “basbang” 😀
“Jerman yang sampai 15 menit pertama sudah melakukan 6 tendangan ke gawang lawan, ahirnya kembali memimpin. Menit 17 Bastian Schweinsteiger memberikan umpan matang kepada Miroslav Klose di depan gawang. Dengan tenang striker Munich itu menyodorkan bola ke gawang, dan kedudukan menjadi 2-1″
Ummm, sejak kapan Miroslav Klose maen buat Munich yah ? Setau saya selepas dari Kaiserslautern, Klose dikontrak Werder Bremen

Polandia 0 – 2 Ekuador

Berkaca pada debut penampilan mereka di Piala Dunia 2002, Ekuador kini bermain dengan lebih efisien. Kemenangan 2-0 atas Polandia pada laga pembuka ini memberikan kepercayaan diri pada mereka untuk dapat lolos ke babak selanjutnya. Pertandingan cukup keras dengan 3 kartu kuning dikeluarkan wasit. 1 untuk Polandia (Smoralek), 2 untuk Ekuador (Hurtado dan Mendez).

Agustin Delgado memang layak untuk menjadi Man of The Match pada pertandingan ini dengan 1 assist dan 1 gol. Striker yang mempunyai kemampuan kuat di bola-bola atas ini menunjukkan aksinya. Assistnya di menit 24 membuat Ekuador unggul 0-1 lewat gol Tenoria. Memanfaatkan umpan Ivan Kaviedes, tandemnya semasa di Barcelona de Guayaquil, Agustin memastikan kemenang 0-2 Ekuador atas Polandia di menit 80.

didn’t I tell you everything is possible
in this deja vu?
try the river boat, the carousel,
feed the pigeons, bar-b-q

look at all the people, happy faces all around
smiling, throwing kisses, busy making lazy sounds

it’s a bright
june afternoon
it never gets dark
wawa…. here comes the sun
get your green
green tambourine
let’s play in the park
wawa…. here comes the sun

Hehehehehe, ga terasa sudah masuk bulan Juni, dan dah lama pula ga posting. Hmm, awal bulan Juni ini ditandai dengan yayangku tercinta akhirnya menjadi penulis setelah buku kolaborasinya bersama teman-teman telah diterbitkan.
Selain itu bulan Juni juga ditandai dengan keluarnya release terbaru keluarga Ubuntu (Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu) versi 6.06 dengan kode Dapper. 1 Juni 2006 sore waktu Indonesia, akhirnya saya dan Andi Belutz (salah satu aktifis Ubuntu di Indonesia) berlomba nyedot iso file versi tersebut. Dan hasilnya hari ini saya dan si Belutz sukses menikmati Dapper.

Satu lagi yang kepikiran adalah, ingin mengajarkan Edubuntu Linux untuk si Eunice. Hmmm, si bawel kecil itu sepertinya pas banget kalo diajarin komputer pake Edubuntu tanpa harus khawatir kalo dia ga sengaja ngacak-ngacak filesystem. Namanya anak-anak, kan penuh dengan rasa penasaran. Sapa tau dia ga sengaja menghapus c:\windows … kan berabe tuh (buat pengguna windos tentunya :P)

Tembakau: Berbahaya Dalam Bentuk dan Samaran Apapun

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya tembakau:

  1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.
  2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.
  3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

Nuri Abidin

Saya bukan perokok dan Insya Allah saya selalu diberi ketetapan hati untuk selau menolak gangguan setan yang namanya rokok tersebut. Saya adalah korban keegoisan those d**n smoker yang menjadikan saya perokok pasif tanpa punya pilihan (terutama dikantor).

Yang mau berpartisipasi silahkan kunjungi http://wntd2006.priyadi.net/

Kue Pukis Depan Gajah Mada Plasa

Setelah dari alun-alun, saya menyebrang ke timur ke arah pertokoan. Pertokoan di sepanjang Jl. K.H. Agus Salim ini mungkin adalah pusat pertokoan/Mall pertama di Malang yang saya tahu (CMIIW). Waktu itu Mitra II masih berujud bioskop President, Alun-alun Mall masih berupa penjara, Sarinah belum semegah sekarang. Di awali dengan Malang Plaza, kemudian Mitra dan Gajah Mada yang mempunyai jalan tembus ke arah pecinan/pasar besar.
Di Gajah Mada Plasa ini pula saya waktu masih kecil dulu sempat “hilang” terpisah dari orang tua seperti anak kecil pada postingan saya sebelumnya. Sementara di Malang Plasa, sewaktu SMP dulu adalah tempat saya maen tamiya. Karena di lantai dasar ada toko mainan yang menyediakan trek tamiya gratis yang boleh dipakai (apalagi kalo langganan toko itu).
Nah yang ada di foto di samping ini adalah penjual pukis/terang bulan di depan Gajah Mada Plasa. Ruang depan tangga masuk Gajah Mada Plasa ini diisi oleh beberapa stan. Paling sering adalah stan dealer sepeda motor mulai Honda,Suzuki, Yamaha (belum pernah lihat Kawasaki). Ada yang jualan aksesoris atau perlengkapan dapur (piring & gelas plastik dan semacamnya). Namun yang saya ingat sejak masih kecil dulu (yah waktu saya ilang dulu, almarhum Gombloh baru negalurin album “Kugadaikan Cintaku”) adalah penjual pukis/terang bulan. Pukis Madonna.
Hari itu saya pesan 20 biji pukis istimewa. Warung ini (kita sebut saja begitu) menyediakan 2 macam pukis. Yang biasa Rp.1300/biji, yang istimewa Rp.1500/biji. Untuk terang bulan (mungkin di Jakarta dikenal sebagai martabak manis) yang biasa Rp. 18.000/porsi (kacang- meses) sedangkan yang istimewa Rp.21.000 (Kacang-meses+keju). Dan kue pukis Malang ini adalah one of the kind. Uenakkk tenan.
Ada lagi satu yang sering saya beli adalah Pukis Hollywood (kalo ga salah). Jualan di sebuah mobil yang sudah di modifikasi di parkiran samping Toko Buku Siswa. Letaknya di seberang Mitra I. Cuman sepertinya di sana sedikit lebih mahal. At least selintas ada terang bulan “Super” seharga Rp. 30.000.
Sambil nunggu pukis pesanan di buat, saya sempat-sempatkan ngobrol sambil jepret-jepret dengan phonecam. Wah gile, saya baru lihat keju craft sepanjang kertas a4. Tebal pula. Yang saya tau kan keju kraft cuman selembar tipis selebar roti tawar 😛
Nah besok mo ke Ciliwung. Makan Bakso Cak Man sampe puas + Hot Cwi Mie yang sepertinya baru buka di sampingnya (CMIIW). Abis itu berburu kripik di Kripik Abadi.

Gbr1: loyang-loyang itu adalah cetakan terang bulan, sedangkan gambar yang ada “centong” raksasa itu adalah mentega. Mentega paling banyak yang pernah saya lihat hanyalah Blueband seukuran mangkuk bakso.
Gbr2: terang bulan yang sudah matang, tinggal dicustomize dengan tambahan serbuk kacang, meses atau keju atau kombinasinya. Tentunya plus susu kental manis seperti yang dapat dilihat tumpukan kalengnya itu. Kotak Khong Guan isinya serbuk kacang, sebelahnya kotak Danone isi meses coklat. Mas-mas di ujung sana yang kelihatan celana jeans nya itu sedang meracik 20 pukis pesanan saya 😛

Malang, 13 Mei 2006

Setelah dari acara “Ngunduh Mantu”-nya Tono, saya meneruskan dengan acara sendiri. Menjelajahi pusat kota Malang. Yah pas lebaran kemarin ga sempat jalan-jalan karena hujan nyari turun tiap hari. Tujuan pertama yah alun-alun kota Malang. Cukup kaget melihat tampilan Sarinah yang mirip Ghrapari bentuk gedungnya 😛 Gedung Mitra I juga ada perubahan.
Alun-alun sendiri sepertinya ga ada perubahan. Cuman yang saya perhatikan, “bekupon” (rumah burung) yang beberapa tahun lalu ada dekat air mancur sudah tidak ada. Pohon-pohon penuh bunga juga tidak nampak. Mungkin karena belum musim berbunga yah. Anda juga bisa melihat tontonan topeng monyet yang lumayan kocak (monyetnya).

Weekend. Alun-alun kota ini jadi ajang piknik keluarga sambil menikmati udara kota yang segar. Mungkin setelah itu mereka bisa makan-makan atau berbelanja. Di seberang alun-alun banyak tempat makan yang enak dan ada beberapa pusat perbelanjaan (Mall bahasa gaulnya). Atau mungkin bisa nyobain jagung bakar atau tahu petis yang dijual oleh pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun. PKL ini menjadi masalah tersendiri. Yah 2 sisi pedang yang sama tajam. Di sini satu mereka tidak seharusnya berjualan di situ karena sudah ada peraturannya sejak dulu. Dan selalu aja harus di razia (tipikal penduduk Indonesia banget yah ?). Di satu sisi, ga tega juga lihat mereka langsung bergegas beresin dangan dan kabur begitu melihat petugas pamong praja mulai berjalan dari arah Kantor Pos Besar masuk ke alun-alun.


Jam 5 lebih dikit, air mancur di tengah alun-alun pun mulai … mancur 😛
Yah udara makin tambah seger deh. Anak-anak langsung pada nemplok di pagar pembatas ngelihatin air mancur.


Tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, 2 keluarga ini adalah teman lama yang kebetulan bertemu di alun-alun. Keduanya pun sudah mempunyai putra yang lucu-lucu. Nampak 2 junior dari 2 keluarga ini saling “berkenalan”.
“Alo nama caya Anto, nama kamu capa?”
Sore itu diwarnai kejadian yang megharukan juga, Pol PP masuk ke tengah alun-alun dan para pedagang berlarian menjauh, seorang bapak tampak menghampiri mereka. Polisi PP itu pun terhenti. Bapak tadi meminta tolong petugas untuk membantu mencarikan atau memberikan pengumunan anak hilang. Sang bapak tersebut menggandeng seorang bocah cowok yang mungkin berumur 7 atau 8 tahun yang sedang menangis. Rupanya beliau sudah mengitari alun-alun bersama anak itu untuk mencari orang tuanya namun belum ketemu juga. Sang Polisi PP pun dengan ramah membawa anak malang yang terpisah dari orang tuanya itu ke pos. Sementara anggota lain mulai ke pos polisi depan Sarinah untuk membuat pengumunan. Kalo ga salah di sana ada pengeras suara. Sementara ibu-ibu tua pedagang jagung bakar dan tahu petis serta bapak-bapak pedagang balon pindah ke depan parkiran motor dekat pohon beringin seberang Kantor Bupati.

Masjid Jami’ on sunset

Martono’s Wedding Party

Walopun telat, plus rada telat juga datangnya ke resepsi, paling ga posting kali ini cukup mewakili ucapan selamat buat sohib saya Martono. Selamat menempuh hidup baru dengan Dila. Semoga menjadi keluarga yang sakinah. Dan semoga saya juga bisa segera menyusul 😛

pii-tono&dila-me


Happy couple, Tono & Dila