Turut berduka cita untuk semua korban tragedi Jakarta 9-9-2004, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketegaran. Para petugas yang mengadakan penyelidikan maupun merawat korban-korban lainnya juga di beri kekuatan serta petunjuk untuk segera mengungkap kasus ini hingga tuntas (i hope so).
Seperti sebelumnya, semua korban meninggal adalah wong cilik ….. Di pojokan MMC situ ada penjual majalah tempat aku beli komik kalo abis maen bola di pasfes, ada penjual bakpao yang enak juga. Deket plasa 89 ada penjual teh botol, tempat mampir dulu sembari nunggu kopaja kalo abis dari TBI …
Innalillahi wa innailaihi rojiun ….
Astagfirullah ….
Di TV (Anteve, MetroTV, SCTV), tampak seorang polisi dengan tubuh bersimbah darah (I mean bener-bener bersimbah darah, tubuhnya dah kaya abis diguyur darah gitu!!!!) sedang berusaha keras bangkit dan naik dari dalam selokan dengan sisa-sisa tenaganya. Mungkin dia terlempar masuk ke situ akibat efek ledakan. Dia berusaha naik, terpeleset dan jatuh lagi, terus berusaha naik lagi dan berhasil. Tapi setelah itu dia hanya mampu tergeletak ga mampu mengangkat badannya lagi sewaktu sampai di atas selokan.
Masya Allah, dalam hatiku, itu kameramen ama reporter ga punya belas kasihan atau rasa kemanusiaan sedikitpun apa ??!!! Dalam tayangan, polisi itu sendirian, ga ada di sekitar dia kecuali sang kameramen ma reporter. Bersuara untuk minta tolongpun dia seakan dah ga mampu. Sementara orang yang paling dekat dengan dirinya malah asyik dengan kamera menyorot penderitaanya tanpa mengulurkan tangan untuk membantunya naik dari selokan atau teriak minta bantuan ke yang lain.
Masya Allah, demi rating dan liputan TV, rasa kemanusiaanmu kau gadaikan.

Seorang Arema yang berprestasi, terutama di bidang kemanusiaan telah pergi untuk selamanya. Seorang tokoh muda yang tegar dan bernyali besar melebihi besar tubuhnya sendiri. Seorang yang teguh mempertahankan komitmen dan idealismenya untuk memperjuangkan masyarakat sipil. Selama ini, Munir yang menjadi ikon dari pejuang demokrasi, kerap bersuara kritis terhadap penindasan, kekerasan negara dan ketidakadilan melalui LSM Kontras dan YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia).



