#mudik the series 2013, Etape 2

Senin, 5 Agustus 2013,ย escape Jawa Tengah

Setelah selesai beristirahat sejenak di ret area km 226 Tol Palikanci, kami melanjutkan perjalanan kembali. Jam 8 pagi dan cuaca waktu itu lumayan mendung. Berdasarkan informasi baik itu dari internet, radio maupun pembicaraan beberapa pemudik lainnya akhirnya kami memutuskan untuk keluar di exit Kanci. Exit Pejagan supayanya lumayan stuck, sedangkan kontur jalanan tol Pejagan tahu sendiri deh kualitasnya kaya gimana. Dengan satu sekrup menancap di ban depan, kayanya riskan sekali kalo harus lewat sana. Yah hitung-hitung sekalian nyari tukang tambal ban yang buka sih.

Keluar tol langsung disambut kecelakaan. Seorang pemotor sedang tergeletak di seberang jalan, rupanya disruduk bis yang berhenti beberapa meter setelahnya (pas di tukang tambal ban). Yah kami skip tambal ban ini karena terlalu rame orang menolong dan melihat kecelakaan tersebut.

Secara umum kondisi kota Cirebon bisa sepi sekali jalanan. Kita jadinya yah nyantai-nyantai saja (gara-gara sekrup itu sih, otherwise we could drive in turbo mode :P) Saking lancarnya kami ga merasa kalo dah melewati exit pejagan. Dan kemudian masuk ke area telor asin kombo brambang. Welcome to Brebes. Dan jalanan ‘ancur’ pun mulai menyambut kami. Duh kasihan nih si Akane. Arus lalu lintas pun mulai padat mengingat hari itu adalah jam sibuk warga sekitar beraktivitas plus kondisi jalanan yang buruk.

suasana km 226
Suasana Cirebon, sepi
Kondisi jalan di Brebes….
Seperti biasa, banyak sign-board lucu-lucu di sepanjang perjalanan. Termasuk di bodi truk ๐Ÿ˜›

Ga banyak yang bisa saya ceritain di sini. Overall Brebes-Tegal-Pemalang cukup lancar. Tersendat di beberapa titik karena yah melewati pusat aktivitas warga seperti pasar, kompleks pertokoan dan sejenisnya. Kemudian kami kejebak macet lumayan parah sewaktu baru masuk Pekalongan. Setelah itu lancar sampai kendal. Hal serupa terjadi juga mulai terminal Mangkang hingga masuk ke tol Jatingaleh. Tol terbilang sepi, jadi mayan nekat speeding buat memotong waktu (iya iya, sekrup masih menancap di ban mobil).

Nah mendekati exit tol tanjung mas, @rara79 mulai ribut dengan waze-nya . Oh iya so far kami memanfaatkan google maps + waze, padahal literally tanpa petapun kita ga akan nyasar kalo lewat pantura sih. Rara bilang saya kelewatan exit tol, sementara saya yakin exit tolnya justru masih di depan. Penunjuk jalanpun mengesyahkan pendapat saya tersebut he he he. Seperti biasa, exit Tangjungmas langsung menyusuri Jalan Raya Semarang – Demak. Sementara @rara79 sibuk berantem dengan Waze yang memaksa kami untuk melalui rute Purwodadi Blora-Bojonegoro, rute yang cukup memberikan pengalaman buruk tahun kemarin. Selepas Demakpun si Waze ngeyel nyuruh kami balik kembali ke arah Purwodadi. Buset dah.

Masuk Tegal Kota Bahari
Somehow, arah ke Cirebon yang macet
Astaga….
Sate Subali – Batang

Jadi ya turn off Waze and just enjoy the road. Demak sampai Pati lancar Jaya, sampai Juwana jalanan mulai rada-rada offroad. Menyusuri Lasem jalanan kembali bersabahat, tapi setelah itu ampun deh gusti. Mulai dari Kragan (Release The Kragan!!!! *akhirnya @rara79 bisa bikin lawakan :P*) sampai masuk Jenu-Tuban kondisi jalanan bikin ketar-ketir mobil rendah seperti Ford Fiesta ini. Jadi ngiri dengan rombongan depan yang menggunakan Everest dan Navara. Bahkan masuk Tuban kota pun kondisi jalanan masih bergelombang. Perasaan tahun kemarin ga sehancur itu deh kondisi jalanan di Tuban.

Keluar kota Tuban kondisi jalanan membaik dan kosong. Si Akane pun bisa mode Turbo sampe exit Gempol. *fiuh* sampai rumah pas tengah malam dan langsung terkapar kecapekan. Alhamdulillah semuanya lumayan lancar, mengingat tahun 2012 kemarin saya butuh 52 jam dari Jakarta sampai Malang ๐Ÿ™‚

Met lebaran semuanya…

ps: oh iya, tuh sekrup belum diurusin sampe saya bangun tidur esok harinya ๐Ÿ˜›

#mudik the series 2013, Cikampek – Cirebon

Minggu, 4 Agustus 2013
Escape from West Java

Setelah cukup bobo (yah ngerasanya sih begitu), cukup makan (mampir abuba dulu :P), @rara79 ikutan ke Malang jadi navigator akhirnya kami memutuskan memulai roadtrip malam itu juga. Jam 9 malam kami mulai jalan meninggalkan Bintaro. Belum apa-apa dah kena macet mulai depan STAN sektor 5 sampai ke Lotte di sektor 7. Buset deh, selepas itu baru bisa masuk tol JORR Bintaro mengarah ke Cikampek.

Perjalanan cukup lancar, ga ada macet sama sekali. Sempat pitstop di rest area km 57 buat beli KFC buat bekal. Berdasarkan laporan rekan-rekan di depan, mantengin twitter soal kondisi Cikopo-Jomin, akhirnya kami memutuskan untuk keluar di Dawuan. Sepanjang exit Dawuan sih nyaris ga ada kendaraan yang lewat, tapi begitu sampai Jl. Ahmad Yani perjuanganpun dimulai.

Jam 11 malam dan kemacetan tampak mengular jauh ke depan. Etape pertama macet seperti biasa adalah imbas dari padatnya arus dan juga volume kendaraan di Cikopo maupun Jomin. Sekitar 1 jam kami baru bisa lolos dari sini dan masuk ke Jalan Raya Pangulah. Di sinipun lalu lintas masih padat sampai Patok Besi, Subang. Setelah itu baru deh mayan lancar. Biang kemacetan di etape ini kalau aku perhatikan karena banyaknya orang yang ingin masuk ke SPBU yang ada di sepanjang jalur. Entah untuk sekedar mengisi BBM tapi sepertinya lebih banyak karena ingin beristirahat. Jelas saja SPBU-SPBU tersebut tidak bisa menampungnya, akibatnya antrian kendaraan (maupun yang memaksa parkir) akhirnya meluber ke jalan raya deh. Great….

Suasana rest area km 57, Cikampek
Kemacetan di jalan Ahmad Yani menjelang flyover Cikampek
Yang bilang truk (kecuali yang bawa logistik/sembako doang) ga boleh lewat pantura sejak H-7 hingga H+4 is such a big bullshit! Ngecap doang ga mantau lapangan

look at my speedometer…

Somewhere at Subang

Kemacetan (yang lumayan parah) kembali terjadi saat akan memasuki daerah Cirebon. Kasusnya kurang lebih sama karena saat jam makan sahur. Sebagai akibatnya, kami baru bisa tiba di rest area km 226 tol Palimanan-Kanci sekitar jam 7 pagi. Jauh di luar jadwal karena target saya sedapat mungkin menyusuri lepas dari Tegal sebelum jam 7 pagi.

Rest area inipun juga sudah hampir ga mampu menampung kendaraan para pemudik. Niat mandi ga kesampaian karena selain banyaknya pemudik yang ngantri toilet, kondisi toiletnya pun ya gitu deh. Paling ga akhirnya cuci muka n banjur kepala, ganti baju, gosok gigi dan yang paling penting adalah pipis ๐Ÿ˜›

Kemacetan di Arjawinangun menjelang masuk tol Palikanci
Siluet pepohonan di antara kabut pagi yang mendung
Suasana Rest Area km 226 Tol Palikanci

Lumayan bisa meluruskan punggung dan kaki. Melihat pemudik lain sedang asyik nyaman dipijat, jadi kepikiran juga buat ikutan dipijat. He he he he repot nanti, yang ada malah ketiduran dan jadwal jadi molor makin panjang. Lagi pula saya juga dah janji ke @eriskatp buat ngirim dokumen+tanda tangan untuk Mozilla Summit 2013. Jadilah di pagi yang mendung dengan ambient light seadanya itu itu saya sibuk dengan iphone, Macbook dan sedikit photoshop plus koneksi Telkomsel Flash yg menggembirakan (bukan promo yah, beneran) menghasilkan 1.6 MB file untuk dikirim ke adik nun jauh di Bantur sana. Sekalian juga check email dan memantau kondisi lalu lintas jalur berikutnya.

mudik2013_rara79_path
taken by @rara79

Yang menyakitkan setelahnya adalah saya melihat ada sekrup nempel di roda kanan depan Akane. SEKRUP Bo! Saya ga tahu tuh sekrup ada di sana sejak kapan. Tapi serem juga membayangkan sejak dari Bintaro sampe sini saya dah sempat bergaya ala speed racer beberapa kali dengan sekrup menancap di ban. Astaga!

@rara79, navigator yg baru bangun molor :PKontras
Bapak tua ini “rekoso” mencari nafkah dengan menjadi tukang urut. Foto sebelahnya, anak-anak ini justru sejak dini diajarkan untuk mengemis ๐Ÿ™ Dan populasi mereka sepertinya kok makin meningkat saja dibandingkan tahun kemarin

ga sengaja pandangan mata mengarah ke titik putih di ban depan si akane...
pas sedang ย selonjoran ngelurusin kaki, ga sengaja pandangan mata mengarah ke titik putih di ban depan si akane…

Ground clearance si akane yang rendah ga memungkinkan saya untuk ngolong liat kondisi sisi ban lainnya. Asumsi (dan juga berharap) cuman satu sekrup jahanam ini saja yang nancap. Agak tenang dengan ban Bridgestone karena saya pernah mengalami hal serupa sebelumnya (beda mobil sih, tapi yang nancap baut!). Alamat ga bisa speeding dengan tenang deh nanti…

Pagi yang mendung itupun berasa makin mendung *sigh*

photos taken from my iPhone5 & Olympus OMD 14-42mm

#mudik the series 2013, still at home

I’ve planned to go for #mudik today, but until now i’m still lying all my bed :p

The thing is i couldnt sleep until around 6am, although feeling so sleepy few hours back *and that’s when i left 8 hydro coco at 7-11 Bintaro* Woke up at 8am busy with arranging things inside my house, check and recheck the bags. Watching HBO (save the last dance 2, jack and jill) Feel so sleepy again on 2pm and i still have to bring Akane to the car wash.

Aaarrrghhhhh! It’s like a lyric from Arkarna old song, “so little time so much to do…”

Woke up again at 4pm and got updates from some friends on the road that traffic condition is still in the worst scenario than i’ve calculated. AgusC was reroute to #sadang and then jatiluhur and then reroute again back to #cileunyi. Live traffic from jasamargalive.com shows that cikampek up until exit toll at KM.72 is fine, many many reports said it stuck at #cikopo.

Exit #dawuan also reported stuck and the near end and it probably will be routed to somewhere else i dont know.

Pantura line is still in code red specially around cikopo-jomin and few kilometers after that.

Hmm, I think i better continue to sleep to gain strength :p wait for the night report and decide after that. Euh… feel somekind like burning inside my stomach ๐Ÿ™

I am @nurikidy and this is the opening of my #mudik the series year 2013 blog posts *yawn*

Problem with NextGEN Gallery v2.0

Yesterday i found something weird in my wordpress admin section.
It seemed that all the layout is kind of … messed up. I was not tinkering with any of the codes lately. Even if I did, i always do it with my local copy and test it first in my macbook. So it must be something related with the themes or plugins.

Theme is OK, not making any code change even the css. I did the standard procedure on plugins check. Disable ’em all and then activate it one by one. I’m not using many plugins, they’re just Advanced Excerpt, Akismet, Bookmarklet, Instapress, NextGEN, WP SEO, WP Supercache and WP to Twitter. And the culprit is NextGEN Gallery by Photocrati v2.0.

Just remember that I’ve updated NextGEN couple days ago. The name was only “NextGEN Gallery” ๐Ÿ™‚ After Googling for a while, I found that there are many reports regarding to version 2.0 that causing problem here and there. Some getting PHP errors, white blank screen and in my case is breaking the layout of admin section.

So, what i did after that is re-installed the 1.9.3 and voila, everything back to normal again.

Here are some screenshot I took this morning after seeing a statement in my plugins update status. It says “Compatibility with WordPress 3.5.2: 100% (according to its author)”. Well I’m sorry photocrati, i have to say it’s not 100%, not like the 1.9.3.

It’s not 3.6 ready also, same thing happen


Before any updates, all element (text bar, button, checkbox etc are fine)

update notifiction, says working fine with 3.5.2

list of my plugins

updating the NextGEN 2.0

Layout start breaking

Layout start breaking

Layout start breaking

Layout start breaking

Layout start breaking

Layout start breaking

deactivate the nextgen gallery plugins

rollback to nextgen galler v1.9.3

rollback to nextgen galler v1.9.3

everything back to normal after rollback

everything back to normal after rollback

everything back to normal after rollback

10% Transaksi Starbucks dari Mobile Device lho…

IMG_8982

Satu cup Americano coffee di Starbucks harganya sekitar Rp 20ribu. Di bandara kayanya lebih mahal lagi. Kopinya jauh lebih nendang dibanding bikinan The Coffee Bean & Tea Leaf. Masih lebih nendang kopi tubruk di kampung sih ๐Ÿ˜›

Walau buat sebagian orang mungkin Rp 20ribu itu adalah receh, tapi harganya kalo dipikir-pikir bikin nendang dompet juga lho. Kalo kamu maniak kopi dan menghabiskan jatah 2-3 cup (kopi Starbucks) tiap harinya ya tinggal berhitung deh.

But it’s become a lifestyle already, specially in big city like Jakarta. What can i say?

Tahu ngga kalau Starbucks adalah brand nomor 4 terbesar di Facebook maupun di Twitter menurut socialbakers.com. Total fans hampir 35 juta dan follower @Starbucks di angka 4 juta lebih.

Nah terkait dengan recehan kopi di atas, ada satu hal yang mo saya sampaikan. Kalo di foto si Danbo dan Kevin pamer Starbucks card (semacam BCA Flazz, saya dapatnya 2 bulan lalu waktu Starbucks ultah). Tapi sejak November 2012 kemarin sebenarnya Starbucks sudah memperkenalkan metode pembayaran baru yaitu menggunakan Square Wallet, sebuah platform mobile payment system. Jadi cukup scan QR Code atau tap NFC dari ponsel ajah. App nya juga ada. Dan strategy ini bisa dibilang menuai sukses sekarang.

Menurut laporan dari Wall Street Journal, pebelian via mobile device ini menyumbang 10% dari total transaksi warung kopi internasional ini di Amerika. Angka yang jauh melebihi harapan.

Ga lama lagi, Starbucks juga akan meluncurkan layanan wireless charging untuk beberapa lokasi di Silicon Valey. Wah ย rombongan Mozilla Summit 2013 yang Oktober nanti akan ke Santa Clara bisa nyobain fasilitas nge-charge smart device-nya w-i-r-e-l-e-s-s-l-y. Hmm, tapi harus punya Powermat dulu yah?

Omong-omong, harga kopi di RM Putri City Plaza juga mayan nendang tuh. Mending nyeduh ndiri kopi ka*** api dan sejenisnya *sigh*

Antara Mozilla, Minion dan Blackberry

MozillaMinionBWSketchGa usah repot-repot ngantri di McD buat ngumpulin Minion.
Kenapa?
Karena Mozilla ngasih Minion gratis buat para developer ๐Ÿ˜›
Maksudnya?
Jadi begini. Mozilla baru-baru ini meluncurkan sebuah open source project yang dinamakan Minion, sebuah platform security testing baru yang dapat diotomatisasi. Walau targetnya untuk para developer, platform ini memungkinkan tim manapun (tim QA, Business Development, UX etc) dapat melakukan setup basic security requirements untuk sebuah aplikasi dan kemudian melakukan scanning dan testing secara otomatis. Tentu saja tim penguji ini harus seting dulu batas-batas treshold untuk plugin-plugin Minion yang akan digunakan.

Minion mudah untuk dioperasikan, yah karena memang tujuannya itu sih. Simple, mudah dipasang, mudah digunakan, mudah untuk di-extend dan cukup fleksibel untuk diintegrasikan ke workflow development ataupun operation apapun.

Cara kerjanya sederhana. Kita login ke Minion dan mulai scanning web app/web service kita. Saat ini ada 3 fitur utama Minion yang bisa kita pakai. Ada port scanner, web fuzzer dan penetration test. Cuman fiturnya ga berhenti di sini saja. Seperti yang saya singgung di atas soal kemudahan untuk extend, kitapun bisa bikin plugin/fitur sendiri. Oleh karena itu, Mozilla sendiri menyatakan kalo Minion ini adalah sebuah Platform bukan security tool.

Secara garis besar ada 3 komponen utama di dalam Minion ini, yaitu:

  • Plugins – semacam wrapper yang melakukan tugas-tugas seperti konfigurasi, menjalankan atau menghentikan sebuah skenario tes, menerima serangkaian callback dan memberikan respon jika data callback tadi tersedia.
  • Task Engine – inti dari platform ini. Task Engine menyediakan API untuk mengelola Plans (kumpulan dari plugins dan konfigurasi), kumpulan data user, situs dan service serta hasil eksekusi dari Plans (kita sebut saja tes skenario deh) yang telah dijalankan.
  • Front End – interface untuk mengoperasikan maupun untuk administrasi si Minion ini.

Gambaran arsitekturnya sebagai berikut:
Minion-03-diagram-draft

Nah cerita antara Mozilla dan Minion (yup, bukan minion yang itu he he he) cukup segitu dulu.
Sekarang adalah cerita antara Mozilla dan Blackberry (bukan RIM lagi yah)

Masih terkait dengan security, Mozilla berkolaborasi dengan Blackberry di Peach, sebuah proyek framework fuzzing open source. Supaya ga pusing dengan istilah Fuzzing, coba baca-baca di sini dulu deh. Ga jauh-jauh dari Minion, intinya adalah metode untuk melakukan otomatisasi testing security.

Nah, Mozilla dan Blackberry ini sama-sama menggunakan metode fuzzing dengan sangat intensif untuk menguji produk-produk mereka. Mozilla menggunakan Peach untuk melakukan testing terhadap fitur-fitur HTML5 (format gambar, format audio/video, font, API multimedia seperti WebGL dan WebAudio serta protokol yang dipakai WebRTC). Tuh, jadi para pengguna Firefox maupun FirefoxOS bisa lega ๐Ÿ™‚ Kerja sama dengan Blackberry diharapkan dapat menyempurnakan Peach Fuzzing framework untuk menguji web browser. Framework ini akan memberikan invalid (seringnya juga random) data pada sebuah program (dalam hal ini adalah browser) dan mencari-cari apakah data-data ga benar tadi itu membuat si browser bermasalah, crash dan sejenisnya yang mengindikasikan adanya memory leaks atau masalah security.

Final-jpg-Fuzzing-for-Bugs-BlackBerry-Mozilla1