I’m leaving with Cathay Pacific CX 718, from Jakarta to Hong Kong, this morning.
As you can see at my boarding pass, this morning, 17 Aug 2006, 08.40 am.
It is an independence day and I am free away from corrupted government officers, stress, polution, traffic jam, etc etc etc etc.
Hari ini hari Minggu lhooo …
Seekor singa masai tidur 20 jam sesudah makan, tingkah laku yang sama juga ditemukan pada saya di weekend ini 😛 Hehehehehehehe. Ceritanya setelah mengurus banyak hal dua minggu ini (liat postingan di bawah), saya capek. I felt very very tired ….
Jadilah weekend ini di isi dengan kegiatan paling membosankan sedunia.
Bobo.
Lupa buat jogging, lupa kalo harus ke Bandung buat menghadiri kondangannya Pak Kumis. Wah, saya jadi merasa bersalah, padahal sebelumnya saya bela-belain datang dari Bandung langsung ke kondangan seorang teman di bilangan Cilandak sana. Maaf banget yah om 😀
Nah nah nah, untuk klarifikasi postingan sebelumnya (heheheheheh, kaya artis ajah ye? wek) akhirnya semuanya udah diputuskan. I’m going to Hongkong on 17th August. Hehehehehe, jadi saya ga bakal bisa mengikuti acara 17-an lagi. Hmmm, ga sempet pulang dulu sih ke Malang buat ketemu keluarga, tapi ndak apa-apalah. Cukup via telpon dulu, sapa tau nanti di sana bisa teleconference pake MSN atau YM. Dan moga-moga tahun depan dah boleh mudik ke Malang.
Hehehehehe, rencananya Insya Alloh tgl 17 nanti bakal take-off ke Hongkong naik Cathay Pacific. Yah semoga perjalanan nanti lancar dan bisa sukses di sana. Adakah yang mo ikutan nganter ? hehehehehehe
CX 718 H 17AUG CGKHKG HK2 0840 1400 O* E TH —–> OK
** VENDOR LOCATOR DATA EXISTS ** >*VL*
** VENDOR REMARKS DATA EXISTS ** >*VR*
Nah udah dulu yah mo packing, biar semuanya ready n ga kacau pas berangkat nanti (terutama dokumen-dokumen penting neh).
Hongkong, here i come ….
May it be …..
Yow,
It’s been a while since my last post … ummm well it’s more than a month ago 😀 hehehehehehe. Ok ok, I wont talkin ’bout soccer anymore. We knew germany couldnt make to the final like 4 years ago. The Italian won the cup for the 4th time with a controversion heading by the best player of the tournament and so on.
Actually I did want to keep update that world cup posts daily through the final. But what could I say, I couldnt make it. There’s a lot of things holding me up for doin that. Works, personal stuff, and many others. I realized that I’m getting stress in the level that I’ve never felt before. Not even President of Republic of Indonesia with his SMS stuff could make me feel like that.
Well it’s another story 🙂
See, last year I’ve rejected an offer to go South Korea (from ministry of something that I forgot the name :P). It’s related with mobile content development. Yeah, I know I’ve should taken it. But I couldn’t. I got priorities need to be done first. I was getting so close to finish my college which was already way behind schedule 😛 Also had some projects running that I was not supposed to leave without finishing ’em completely. And yes, I had to rejected it. It was a very good oportunity and I do hope I’ll get another in the future.
And it seems my pray got answered 😀 It’s not South Korea this time but still in East Asia. I can write much about that right now. It’s not settled yet, but it is …. ummm what should i call it?
Being done ?
I need to finish and prepare many things for that. You know, paperworks in this country is sucks. Yeah, we’re being sucked up by bureaucracy in Indonesia almos everywhere you go. And I hope I will get over it sooner… away from corrupted government officers, stress, polution, traffic jam, etc etc etc etc. Hmm, I’m not sure I wont see traffic jam or fresh air there. But who cares? I’m stuck now, facing a dead end, a culdesac. I need new changes, new environment, new style.
Pheww … why didnt I take Mandarin class like Budi and Vera did couple months ago….
QRP@GR_@*$^_%RG@*RG_@R *yawn* … Hmmm, what am I writing about ? Never mind, it’s past 1 am. I might be sleep walking anyway 😛 I just dont wanna spent another 2 years watching fish in the fishpond which I dont have. Years of insomnia and I’m affraid it’s coming back now.
Now, with my Zen Neeon connected to Altec, I hope Enya & Kitaro will help me to sleep again.
May it be an evening star
Shines down upon you
May it be when darkness falls
Your heart will be true
You walk a lonely road
Oh! How far you are from home
………………..
Worl Cup 2006, Day #13. Final Group C & D
Portugal 2 – 1 Meksiko 
Belanda 0 – 0 Argentina 
Sori banget ga sempat nulis reportase karena sibuk mindahin data dari Asus putih tersayang ke T30 kantor yang nyebelin … Mo pasang Ubuntu di Asus 🙂 Tapi yang jelas game Porto vs Meksiko lebih menarik dibanding grup C antara Belanda – Argentina.
Portugal vs Belanda 
Argentina vs Meksiko 
World Cup 2006, Day #12. Final Group A & B
Ekuador 0 – 3 Jerman 
Siapa bilang angka 4 adalah angka buruk, angka mati, angka sial ? Tanyalah pada Miroslav Klose.
Klose mencetak gol ke gawang Ekuador menit 4 dan 44. Total golnya kali ini 4. Dan 4 gol itu menjadikannya topskor sementara. Gol pertama Klose juga menjadi gol tercepat ke-4 di piala dunia kali ini. Dia juga menjadi pencetak gol terbanyak ke-4 di final piala dunia bagi tim Jerman dengan 9 gol bersama Uwe Seeler dan Karl-Heinz Rummenigge.
Tampil di final Piala Dunia 2x emang beda dengan menjadi juara Piala Dunia 3x. Itulah yang terjadi di pertandingan terakhir grup A. Menguasai ball possesion selama babak pertama, Ekuador justru kebobolan lebih dulu. Memanfaatkan umpan Schweinsteiger, Klose membobol gawang Mora dari jarak dekat.
Kedua tim sepertinya bermain terlalu berhati-hati. Mungkin karena keduanya sudah 100% lolos ke babak berikutnya, mereka menjaga jangan sampai ada pemain yang cedera atau menambah koleksi kartu kuningnya. Menit 44, kiper dan bek Ekuador salah antisipasi bola chip dari Ballack. Klose berhasil mencuri bola dan mencetak gol ke-4 nya.
Babak kedua sepertinya mental Ekuador mulai menurun. Serangannya tidak sebagus babak pertama. Kordinasi lapangan tengahnya malah terlihat agak berantakan. Unggul 2 gola membuat Jerman bermain lebih terbuka. Tidak seperti babak pertama yang lebih mengandalkan counter attack.
Namun gol ketiga justru lahir dari counter attack itu sendiri 😀 Schneider melakukan sprint dari sisi kiri pertahanan Ekuador dan melakukan crossing dari luar kotak penalti. Lukas Podolski menyelesaikannya dengan baik. 0-3 untuk Jerman.
Wasit hanya mengeluarkan 2 kartu kuning pada pertandingan ini untuk Valencia dan Borowski. Sepertinya pertandingan dengan jumlah kartu kuning paling sedikit di piala dunia 2006. CMIIW
Swedia 2 – 2 Inggris 
Partai terakhir di grup B ini semestinya menjadi seru Karena yang kalah akan bertemu Jerman di babak kedua. Namun Inggris kembali tampil memble. Walau mendominasi di babak pertama, tapi mereka sama sekali tidak menjanjikan. Bahkan bertemu Ekuador nanti mereka akan kesulitan.
Rooney tampil sebagai starter kali ini sedangkan Gerrard di bangku cadangan. Menit ke-4 Owen harus diangkut keluar lapangan karena cedera serius. Sepertinya ini akan menjadi pertandingan terakhirnya di piala dunia 2006. Lebih dari 5 kesempatan diciptakan Lampard, Rooney, Joe Cole dan Beckham namun semuanya gagal menuai hasil.
Kebuntuan pecah di menit 34 melalui Joe Cole. Setelah mengontrol bola sekali dengan dadanya, mantan pemain West Ham ini menembak bola dari jarak 25 meter yang tidak dapat dijangkau kiper Swedia. Kedudukan 0-1 untuk Inggris bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua Swedia berhasil menyamakan kedudukan. Berawal dari sebuah sepak pojok, Marcus Allback berhasil menyundul bola ke gawang Paul Robinson. Swedia ganti mendominasi pasca gol tersebut.
Kalah di lapangan tengah membuat Eriksson merubah taktik. Hanya meninggalkan Crouch di depan, Sven menarik keluar Rooney di menit 69 dan menggantikannya dengan Steven Gerrard. Dan Stevie G mencetak golnya yang ke-dua di piala dunia pada menit 86. Bukan dengan tendangan cannonball, kali ini lewat sebuah heading memanfaatkan crossing Joe Cole. Sangat jarang melihat kapten Liverpool itu mencetak gol lewat heading.
Kemenangan Inggris tidak berlangsung lama. Menit 90, Henrik Larsson menyamakan kedudukan. Mantan striker Barcelona ini berhasil mencetak golnya di piala dunia setelah 12 tahun penantian setelah gol pertamanya di Amerika 1994.
Catatan:
Gol Allback adalah gol ke-2000 dalam sejarah piala dunia
Lampard adalah pemain yang mempunyai jumlah tembakan terbanyak (18) dalam final piala dunia kali ini.
Inggris masih berlum pernah bisa mengalahkan Swedia sejak 1968
Pergantian Owen dengan Crouch di babak pertama menjadi pergantian pemain tercepat di piala dunia.
Round of 16
Jerman vs Swedia 
Inggris vs Ekuador 
World Cup 2006, Day #11
Togo 0 – 2 Swiss 
Swiss membuat Perancis kini dalam posisi mengenaskan. Frei menjebol gawang Togo di menit 16 menyelesaikan kerjasama apik Magna dan Barnetta. Kedudukan 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Togo sepertinya hanya mikirin minta bonus saja tapi tidak mikirin penampilan mereka. Seakan tidak ada kebanggan nasional buat para pemainnya. Tuntutan bonus US$200.000 per-permain benar-benar kelewatan mengingat pendapat perkapita mereka hanya US$1.700. Keharusan untuk memenangkan pertandingan ini supaya membuka peluang lolos kebabak berikutnya ternyata tidak dilakoni dengan baik.
Gol Barnetta di menit 88 mengharuskan Adebayor dkk untung pulang kampung. Swiss menang 2-0 sekaligus memimpin grup G karena unggul selisih gol atas Korea Selatan. Perancis dalam bahaya. Mereka harus menang besar supaya bisa lolos ke 16 besar jika Swiss dan Korea Selatan bermain imbang.
Tapi melihat tingkah tim Togo seperti itu, Perancis cukup “nyumbang” bonus ajah buat mereka, pasti deh bisa menang besar (emangnya di sini? heheheh) ![]()
Spanyol 3 – 1 Tunisia 
Spanyol kembali memetik kemenangan dan mengamankan satu tempat di babak 16 besar. Namun walau begitu, tim negeri Matador ini sempat kelabakan saat Mnari justru membobol gawang mereka duluan di menit 12. Usaha Spanyol untuk menyamakan kedudukan gagal hingga babak pertama usai. Spanyol mendapatkan kartu kuning pertamanya saat Carlos Puyol menjatuhkan Trabelsi di luar kotak penalti. 2 peluang yang didapat Xabi Alonso juga gagal membuahkan gol
Babak kedua Aragones melakukan perubahan mencolok. Senna dan Luis Garcia langsung digantikan Raul dan Cesc Fabregas. Spanyol bermain lebih menyerang. Menit 56, David Villa digantikan Joaquin. Spanyol berubah taktik menjadi 4-4-2 dengan nemempatkan Raul dan Torres di depan.
Menit 71 melalui crossing Joaquin dari sisi kanan, Torres memberikan bola kepada Fabregas. Tembakan gelandang Arsenal itu dapat dimentahkan kiper Tunisia. Namun bola justru terpantul ke Raul yang langsung menjebol gawang Boumnijel.
5 menit kemudian, Fabregas kembali unjuk gigi. Lewat sebuah umpan terobosan, Fabregas memberi Torres assist untuk membawa Spanyol unggul 2-0 di menit 76. Di akhir babak kedua, Torres nyaris membuat Spanyol unggul 3-1. Walau sudah berhadapan dengan kiper, namun tendangannya dapat diblok. Semenit kemudia, striker Atletico Madrid ini dijatuhkan dikotak penalti. Tendangan penalti yang diambilnya sendiri selain membuat Spanyol menang 3-1, tapi juga mencatatkan namanya sebagai topskor sementara dengan 3 gol. Xabi Alonso dipilih menjadi Man of the Match
Dengan kemenangan ini, Spanyol tercatat 24x tak terkalahkan di pertandingan Internasional. Terakhir mereka kalah tepat 20 Juni 2 tahun lalu di Euro 2004 oleh gol Nuno Gomes.
Kebalikannya, ini adalah pertandingan ke-10 yang tidak dapat dimenangkan Tunisia di final Piala Dunia. Kemenangan terakhirnya di tahun 1978 mengalahkan Meksiko 3-1 sekaligus menjadi tim Afrika pertama yang berhasil meraih kemenangan di final Piala Dunia.
Arab Saudi 0 – 4 Ukraina 
Dihajar Spanyol di game pertama membuat Ukraina tampil garang. Menit ke-4 Ukraina sudah unggul lewat gol bek mereka, Andriy Rusol. Berawal dari sepak pojok, Kalinichenko langsung melakukan tendangan first time. Bola membentur tiang gawang. Gelandang Spartak Moscow itupun kemudian mengumpan bola ke Rusol yang langsung mencetak gol pertama Ukraina di Piala Dunia. Menit 36, Rebrov menggandakan kedudukan lewat tendangan jarak jauhnya. Saudi benar-benar di bawah tekanan selama babak pertama.
Beberapa saat setelah babak kedua di mulai, gawang Saudi kembali bobol. Kali ini oleh Andriy Shevchenko. Memanfaatkan tendangan bebas Kalinichenko, striker baru Chelsea ini menyundul bola ke tiang jauh. Mungkin bosan setelah mencetak 2 assist, menit ke-84 Kalinichenko menjebol sendiri gawang Saudi 
Saudi benar-benar amburadul seperti biasanya. Jika Ukraina bermain lebih tenang, mereka bisa saja mencetak 8 gol seperti yang dibuat Jerman di Korea.
Saudi kembali menjadi juru kunci, prestasi yang sama 4 tahun lalu. Namun kali ini mereka lebih sedikit kebobolan. 4 tahun lalu mereka tidak meraih satu nilaipun dengan 12 kali kebobolan. Kali ini lumayan, dapat nilai 1 hasil imbang dengan Tunisa. Mencetak 2 gol dan kebobolan 6 gol.
Gelandang nomor 19, Maksim Kalinichenko yang mencetak 2 assist menjadikannya Man of the Match. Pemain lain yang mencetak 2 assist dalam satu game di Jerman kali ini adalah Beckham, Figo, Riquelme, Schweinsteiger dan Mendez dari Ekuador.
World Cup 2006, Day #10
Jepang 0 – 0 Kroasia 
Kawaguchi menjadi pahlawan Jepang saat berhasil menggagalkan tendangan penalti Srna. Kesempatan Kroasia untuk mendapatkan 3 angka sirna sudah. Dado Prso diganjal kapten Miyamoto di kotak penalti di menit 22. Kedudukan akhir tetap 0-0 untuk kedua tim. Hide Nakata menjadi Man of The Match.
Brazil 2 – 0 Australia 
Brazil Brazil … kembali bermain mengecewakan. Tim yang mungkin dihuni pemain sepakbola terbaik di planet ini sama sekali tidak bermain seperti titelnya itu. Melawan pertahanan Australia yang tampil solid membuat Brazil nyaris frustasi. Pemain terbaik dunia, Ronaldinho, tidak berkutik akibat kawalan Bret Emerton. Sementara Cafu dan Carlos juga ga bisa menembus dari sayap karena sudah ditutup oleh Jason Kulina dan Sterjovski. Taktik Guus Hiddink ini berjalan baik di babak pertama. 0-0, bahkan Ronaldo dan Cafu sudah mendapat kartu kuning. Namun karena bermain terlalu defensif, Australia juga susah untuk menciptakan peluang.
Ronaldo yang penampilannya terus menuai kritik memberikan assist ke Adriano. Tendangan kaki kirinya menjebol gawang Australia. Kerjasama cantik antara 2 pemain Inter Milan (Ronaldo sudah mantan ding
) Gol tersebut sepertinya menjadi triger Australia untuk bermain menyerang.
Tendangan jarak jauh Sterjovski hanya kena tiang gawang. Kewell gagal menciptakan gol dari 2 peluang yang dimilikinya. Viduka dan Kewell seperti mau bernostalgia semasa di Leeds United. Sayang tendangan lambung Viduka memanfaatkan umpan pemain Liverpool itu hanya nangkring
di atas gawang. Padahal Dida sudah salah posisi.
Brazil menyerang balik. Tendangan jarak jauh Kaka berhasil ditangkap Schwarzer. Gawang kiper Middlesbrough itu nyaris bobol lagi akibat ulah Robinho. Mark Bresciano sempat menciptakan peluang namun berhasil digagalkan Dida. Walaupun terus dikurung, Australia masih berusaha fight. Viduka bahkan sempat mengancam gawang Dida di 10 menit terakhir pertandingan. Agaknya mereka berharap bisa membalik kedudukan seperti waktu melawan Jepang.
Namun bagaimanapun, lawan mereka bukan Jepang. Pas di menit 90, Fred mencetak gol me-rebound tendangan Robinho yang membentur gawang. Man of the Match kali ini adalah Ze Roberto.
Perancis 1 – 1 Korea Selatan 
Perancis akhirnya mencetak golllll 
Masa mandul mereka berakhir sudah.
Perancis tampil menjanjikan di awal babak pertama. Memanfaatkan bola pantul hasil tendangan Wiltord, Henry mencetak gol di menit 9. Perancis terus menekan hingga akhir babak pertama. Satu-satunya peluang Korea di babak pertama saat tendangan bebas Lee Chun Soo hanya melebar tipis dari sasaran. Barthez hanya bisa bengong.
Babak kedua, Taeguk Warriors berusaha membalas. Hasilnya di menit 81, Park Ji-Sung membuyarkan mimpi Perancis meraih kemenangan pertama. Umpan silang pemain Wolverhampton Seol Ki-Hyeon dari sisi kanan disundul Cho Jin-Jae. Bola kemudian jatuh ke Park Ji-Sung. Gelandang Manchester United itupun langsung men-chop melewati Barthez dan Gallas. 1-1.
Ji-Sung menjadi Man of The Match sekaligus sementara membawa Korea Selatan menjuarai grup G. Perancis di urutan 2 dengan 2 poin. Namun pertandingan antara Togo-Swiss nanti bisa saja membuat posisi Perancis makin melorot.
Zidane menerima kartu kuning kedua yang membuatnya tidak bisa ikut di pertandingan penentuan antara Perancis-Togo. Bisa jadi pertandingan malam ini adalah pertandingan terakhir baginya.
