About nuri

Hi, i am Nuri. Just another IT guy working on fintech and telco at Jakarta, Indonesia. While tech stuff became my daily breakfast, i also love to travel around the globe and taking photos also. I DJ on my spare time while dealing with any mess my 9 cats made at home :)

A Week of My Life

This entry should be part of Weekly Photo Challenge: A Day in My Life

But since I forgot to make the complete photo series in one day, I decided to collect the photos i took with my iphone for the last 5 days. I arrange those photos based on common activities to describe what is a day of my life.

Routines start at the morning, walk across my neighbourhood to the train station. I used to ride my CBR to the office but lately i chose to take the commuter train. Same 1 hour trip, costly but more comfortable. No traffic jam, air con, can read my flipboard feed or playing game during the trip 🙂

Route #1 – Sudimara to Palmerah Train Station

Route #2 – Palmerah Train Station to City Plaza

Ok, I was too naive to say that there’s no traffic jam 🙂 You can see that Jakarta’s traffic is getting worse and worse. Driving a car is just wasting your life in here.

Route #3 – City Plaza – Palmerah to Sudimara Train Station

And these are some photos i took on my way home.

So, what is yours? What does your day look like? Here’s your chance to share with everyone a day in your life! Here are some suggestions to get started: snap a picture once an hour and share what your day was like, walk us through a typical day for you, or even just what happened today!

Madre Joe Friday

Well, long weekend has came to and end. What did you do in that periode of time?

Me?
Ummm, for some people it’s a Good Friday celebration. But unfortunatelly it’s the opposite story for us 😛
Friday morning we could finally went home with a smile. Smile that only last for less than 12 hours before our hard work for the last couple days (5 months for this one) being fucked up. Meh….

Well anyway, screw all of things. I think i’m reaching my “enough is enough” perimeter 😛 This project is sucking out my energy like a dementor. So, i chose to spent 3 days only for sleeping and watching movies.

Ya gitu deh, City Plaza selalu punya cerita 🙂 *towel-towel Bellia

MadreJadi Jum’at malam saya nyulik Rara buat nemenin medley nonton film. Aslinya sih pingin nonton G.I. Joe: Retaliation, tapi Rara pingin nonton Madre. Jadi biar adil, kita tonton sajalah keduanya. Namanya juga medley 🙂

Madre, film ini diangkat dari novel karya Dewi ‘Dee’ Lestari. Saya belum pernah baca novel-novel karangan Dee satupun, jadi waktu nonton film ini saya ga ngarep apa-apa, berbeda dengan si Rara yang terus mempromosikan novelnya ^_^

Ceritanya kurang lebih (rada spoiler) berkutat tentang roti dan toko roti. Adalah Tansen (Vino Bastian), seorang surfer, free man di Bali. Tau-tau dia harus ke Bandung karena mendapatkan warisan dari kakeknya (yang dia baru tahu kalo punya kakek bernama Tan Se Gie). Warisannya berupa sebuah kunci kulkas yang berisi adonan biang roti yang disebut sebagai Madre. Intinya, Tansen harus menghidupkan kembali toko roti Tan De Bakker tinggalan kakeknya dengan membuat roti madre ini. Puyeng lah dia. Yang tadinya orang bebas yang cuman mengejar ombak, kini harus memikul tanggung jawab. Di sini, Tansen harus selalu berdebat dan di’bully‘ Pak Hadi (Didi Petet), karyawan almarhum kakeknya, untuk membuat roti.

Kemudian datanglah Meilan (Laura Basuki), yang ngotot nawar untuk beli Madre yang ada akhirnya malah bekerja sama dengan Tansen dan Pak Hadi untuk membangkitkan kembali Tan De Bakker. Dari ini intrik bisnis seadanya serta romantisme mulai muncul. Buat yang sudah baca bukunya tentu dah tau ceritanya.

Tapi buat saya, film ini sedikit mengecewakan.
– Didi Petet menurut saya under-perform. Sayang banget dari aktor selevel dia, sukses berperan sebagai kabayan dan emon catatan si boy, tapi sunda-nya ga keluar dan dialognya itu loh… Duh. Padahal Didi Petet ini salah satu aktor favorit saya.
Kalo saya bilang ke Rara sih, terdakwa di film ini adalah sutradara dan penulis naskahnya (yang pas saya nulis postingan ini baru tau kalo keduanya adalah orang yang sama yaitu Benni Setiawan). Henky Solaiman sepertinya lebih tepat jadi Pak Hadi.
– Vino, aktingnya mantap. Cuman kurang lepas saja. Untuk peran “orang bebas” anti terikat, dia malah mainnya kaya orang terikat. Harusnya bisa seperti di Catatan Akhir Sekolah, Punk In Love atau di Serigala Terakhir.
– Laura Basuki, she’s still cute 🙂 malah sepintas ada adegan yg dia mirip bgt dengan Jennifer lawrence 😛 (OOT). IMHO yang aktingnya paling kuat di sini sih saya rasa Laura.

madre-01

Belum lagi ceritanya ga ngalir dan ada beberapa bagian yang kalau istilah saya adalah “blank spot”. Dari satu frame ke frame lain perpindahannya ga smooth. Kalo kamu suka mixing musik atau nge-dj blending antar tracknya kasar. Plus backsound musiknya rada-rada ga nyambung dan makin mendukung ‘blank spot’ tadi di beberapa frame.

Trus peran Qori (Titi Qadarsih) make it worse. Maksudnya mungkin buat fill-in biar isi Tan De Bakker ga cuman Tansen ma Pak Hadi doang maka dimunculkan 4 peran tambahan. Tapi khusus peran Qori ini justru… ah gitu lah.

Nilainya 6.5 lah buat saya.

 

G.I. Joe: Retaliation

“Joe Colton: You alright?
Lady Jaye: Yeah. You alright?
Joe Colton: My cholesterol’s a little high.”

Kelar nonton Madre, kami lanjut nonton G.I. Joe: Retaliation. Setelah spekulasi berkepanjangan dan juga ditundanya peluncuran sequel film GI Joe ini yang seharusnya diputar Juni 2012 lalu, akhirnya “G.I. Joe: Retaliation” tayang juga minggu ini. Duke (Chaning Tatum), Snake Eyes (Ray Park) dan Storm Shadows (Byung-hun Lee) adalah 3 karakter dari seri sebelumnya yang masih tampil. Karakter barunya cukup banyak. di sisi Joe ada Roadblock (Dwayne Johnson), Jaye, Jinx, Flint sampai Joe Colton yang diperankan Opa Bruce Willis mengeroyok Firefly yang diperankan Ray Stevenson (ingat The Punisher?).

gi-joe-retaliation-character-posters

Joe-Jinx-Jaye-Duke
Storm Shadow-Cobra-Snake Eyes-Roadblock

Sudah nonton G.I. Joe: Rise of The Cobra kan? Nah adegan terakhir kan Zartan menyamar jadi presiden Amerika. Di sini, sang presiden menjebak GI Joe dan menjadikan mereka seakan-akan sebagai teroris paling berbahaya di muka bumi yang harus dihabisi sampai akar-akarnya.

Tim GI Joe yang dikomandani Duke yang tengah menjalankan misi di Pakistan, dihabisi oleh tentara Amerika sendiri. Menyisakan Roadblock, Lady Jaye dan Flint yang berupaya untuk membalas dendam rekan-rekannya yang gugur dan mencari tahu kenapa mereka yang malah dibantai. Di sini mereka kemudian meminta bantuan Opa Bruce Willis.

Storm Shadows berhasil membebaskan Cobra leader, tapi ada twist di akhir-akhir cerita yang membawa kita sedikit flashback ke masa kecil Storm Shadow dan Snake Eyes.

Karena ini full action, don’t expect much on the story. Garing.

Di sisi lain, film ini mempunyai lebih banyak humor segar di sini dibandingkan G.I. Joe pertama yang humornya rada-rada jayus/maksa 😛

One more thing, try to see it in 3D.

Tontonan hari Jum’at pada mengecewakan. Lebih gondok lagi selepas nonton harus balik ke kantor lagi *sigh*

 

Nick D’Aloisio – ABG 30 juta dollar

Eh, adakah yang ikutan WikuFest #1 Januari 2012 lalu?
Kalo ada dan masih ingat dengan slide di bawah ini.

keynote-scrsht

Baiklah, mari kita flashback sejenak.
Namanya Nick D’Aloisio, asal Inggris.
Umurnya sekarang masih 17 tahun. Yak, sama dengan Wikusama angkatan 19 yang sebentar lagi mau lulus.

daloisio-vimeo

Seperti disebutkan di slide di atas, Nick membuat sebuah aplikasi iOS yang dia namakan Summly (yang pada akhirnya menjadi sebuah perusahaan). Umurnya pas 15 tahun sih waktu itu. Nah Summly ini fungsinya membuat ringkasan dari berbagai sumber barita yang telah kita tentukan. Analoginya, dari ada membaca keseluruhan isi buku, si Summly ini akan membuatkan ringkasan kesimpulannya buat kamu.

summlyIdenya simple yah? 🙂 Tapi sepertinya yang terlibat di sini adalah natural language processing (NLP). Nah silakan googling yah apa itu NLP. Summly juga mendapatkan gelar sebagai Apple’s Best Apps of 2012 award for Intuitive Touch!
Why? Bisa lihat di video Summly Launch  ini deh atau cari di youtube.

Nah, tahun 2011 Summly mulai dilirik venture company (VC). Taipan asal Hongkong, Li Ka-Shing menyuntikkan dana sebesar lebih dari USD 250 ribu, menjadikan Nick jadi orang termuda yang pernah menerima dana dari VC. Ga berhenti di situ, setahun kemudian sebuah grup yang isinya kebanyakan adalah artis-artis beken (diantaranya ada Yoko Ono, Ashton Kutcher) memberikan tambahan dana sekitar USD 1.2juta. 16 tahun.

hp-bgd-hand-high

Nah, minggu ini Nick D’Aloisio menerima tawaran dari Yahoo yang membeli Summly dengan harga sekitar USD 30 juta.
Tadaaaa….

Well, ala film Inception, ada banyak cerita dibalik cerita Yahoo mengakuisisi Summly. Some reports say it’s not about the app. Yahoo didn’t actually purchase Summly, but to get Nick D’Aloisio to become the face of the company. Mungkin untuk nemenin Marissa Mayer jadi spokeperson Yahoo. Cuman kalau menurut AllThingsD, kabarnya Nick dikontrak hanya selama 18 bulan. Setelah kontrak habis, ya ceritanya mungkin akan lain.

 

Jadi keingat Yahoo akuisi koprol…

Well anyway, 17 years with USD 30mio in the pocket. Still, it’s awesome….

Korea Utara: Sori ye, ga ada akses data 3G lagi

DSC_0123_sophieinnorthkorea

image couryesy of sophieinnorthkorea

Tahu ngga kalau jaringan 3G “tidak ada” di Korea Utara? Sebenarnya bukan tidak ada sama sekali sih. Operator 3G di sana adalah Koryolink, satu-satunya. Tapi fasilitas 3G tidak boleh dinikmati oleh penduduk negara komunis ini.

What?! Yup, that’s true.

Tapi sekitar januari 2013 kemarin, pemerintah Korea Utara membolehkan turis menggunakan layanan ini (*) pada akhirnya. Nice kan? 🙂

(*) asal mereka membeli SIM Card dari Koryolink seharga USD67 dan mendaftarkan IMEI handsetnya di pabean/bea cukai. Koryolink juga menyewakan rental handset yang counternya ada di airport Pyongyang. Trus, SIM card ini ga bisa dipake untuk akses internet dan nelpon lokal.

WTF?! Yup, that’s true 🙂

Tapi sepertinya kebijakan ini berubah. Akses data sepertinya diperbolehkan karena bulan februari kemarin mulai instagra dan facebook mulai dialiri postingan dari Korea Utara. Berikut ini contoh artikel-artikel tentang kiriman foto-foto dari balik tembok negara komunis ini.

Horeeeee.

Yak, horenya udahan dulu yah.
Lho kenapa?

Belum nyampe sebulan, pemerintah Korut menutup akses data 3G buat para turis. Jadi no more instagram, facebook, twitter from North Korea. Buat nelpon internasional sih masih bisa. Tapi tanpa akses data? We can say bye bye 3G.

Why?
Yah sudah dipastikan isu politik sih. And because i do hate politics, this is the end of this post 🙂

ini ada postingan bagus dari anaknya Eric Schmidt (itu loh, bosnya Google) mengenai kunjuangannya ke Korut
It might not get weirder than this

DanBorobudur

Nah, mengakhiri seri traveling ke Yogyakarta dan sekitarnya, kali ini Danbo, Wally dan Domi wisata sejarah.

Tujuan mereka bertiga adalah kunjungan ke Candi Borobudur di Magelang serta melongok-longok isi kraton Yogya sebentar. Harusnya sih lama, tapi berhubung saya accidentally ngikut rombongan lain, taunya malah kebawa arus keluar kraton padahal belum ada satu jam masuk. Mo masuk ke dalam lagi dah males ajah, jadi ya ngider-ngider seputaran luar tembok kraton sambil menikmati es dawet yang segar.

Dan akibatnya mulai batuk-batuk lagi. Guilty pleasure 😛

and these are things you should not follow

but i’m so tired, this temple is too big 🙁

push higher, Wally!!

Berikut ini maen-maen ke Keraton Yogyakarta


and fly back to Jakarta

Merapi, Blessing in Disguise

Masih menyambung soal perjalanan (dinas) ke Yogyakarta tengah Maret kemarin. Tanggal 14 pagi ternyata acaranya langsung mo ke Merapi.

Eh? Kirain masih ada closing meeting bentar pasca sarapan. Bagus lah ^_^.

Dari hotel di bilangan Jalan Hayam Wuruk, kami berangkat ke Telaga Putri di Kaliurang sana. Saya jelas senang karena sebagai anak gunung kangen banget ma suasana dan hawa pegunungan. Sempat salah koordinasi meeting point, akhirnya rombongan sampai juga di Telaga Putri. Barisan mobil Jeep Willys pun menunggu buat mengantarkan kami menyusuri rute erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Selain menggunakan Jeep, kita bisa sewa motor trail juga. Dan bersyukur EO tidak menyediakan kami opsi menggunakan motor trail. Karena niat saya sih cuman nikmatin suasana gunung, taking some nice pictures not pushing adrenalin doing off-road. Pake Jeep ajah dah mesti kaya gitu apalagi bawa motor tril sendiri.

Rutenya sih ga lewat dusun/makamnya Mbah Marijan. Lebih menyusuri jalur lahar dingin dan awan panas seperti Glagah Sari, Kali Gendol berhenti di Batu Alien. Selanjutnya turun tapi lewat jalan normal ke ‘museum merapi’. Ga gila-gilaan off-road lagi 🙂

Yah, Merapi memang selalu menghidupi orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Di balik bencana yang timbul, ada manfaat yang di dapat. Salah satunya adalah wisata off-road ini. Kita bisa melihat seberapa hebat (sisa-sisa) kerusakan yang ditimbulkan letusan Merapi 3 tahun lalu. Kalo pernah lihat foto-foto pas hari H maupun hari-hari evakuasi sudah sebegitu dramatis, saya ga kebayang deh suasana aslinya waktu itu. Bro Fajar, driver kami, kalo cerita mengenai saat itu seperti back to the worst nightmare ever.

Batu alien, dan puncak merapi. So beautiful isn’t it?

But it was past, no need to mourn anymore. Banyak hal yang bisa diambil hikmahnya tapi yang penting adalah optimisme untuk keep moving forward seperti yang dilakukan oleh penduduk lereng Merapi ini. Benar-benar survivor sejati.

Pada akhirnya si Papa Raka kesampaian juga ngidamnya buat nyetir mobil jip off-road ini waktu perjalanan pulang. Medan off-roadnya sih ga seberapa, karena driver aslinya sepertinya masih bisa berpikir rasional untuk tidak menitipkan keselamatan kami begitu saja kepada off-roader newbiw kaya @imansyah ini 😛 But it was fun.

Sampai seminggu kemudian efeknya mulai timbul. Kulit muka pada mengelupas 2 hari ini karena ga pakai pelindung kepala, muka bahkan sun block 😛 aih…

So, where are they? Ah iya, beberapa teman selalu menanyakan foto-foto mahkhluk-makhluk unyu ini tiap kali saya pergi.
So here is the story of Danbo – Wall-E and Domo trip to Mount Merapi


WallE: feel like home..

Danbo: Hi there Wally, i feel like on the moon

Eehh Danbo, I think I see something…

We should go from here Danbo. It’s big and scarry 🙁

Monster Yellow!!!