Let’s all be brave :)

Video ini sempat saya mainkan di #wikufest3 kemarin.
Selain beatnya yang enak (coba juga dengerin Roar-nya Katy Perry deh :P) harapan saya sih yang lihat kemarin nyimak juga isi liriknya. Bagus, lho :)

Title: Brave
Album: The Blessed Unrest (2013)
Artist: Sara Bareilles

You can be amazing
You can turn a phrase into a weapon or a drug
You can be the outcast
Or be the backlash of somebody’s lack of love
Or you can start speaking up

Nothing’s gonna hurt you the way that words do
When they settle ‘neath your skin
Kept on the inside and no sunlight
Sometimes a shadow wins
But I wonder what would happen if you

Say what you wanna say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave
With what you want to say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

I just want to see you
I just wanna see you
I just wanna see you
I wanna see you be brave

I just wanna see you
I just wanna see you
I just wanna see you
I wanna see you be brave

Everybody’s been there,
Everybody’s been stared down by the enemy
Fallen for the fear
And done some disappearing,
Bow down to the mighty
Don’t run, just stop holding your tongue

Maybe there’s a way out of the cage where you live
Maybe one of these days you can let the light in
Show me how big your brave is

Say what you wanna say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave
With what you want to say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

And since your history of silence
Won’t do you any good,
Did you think it would?
Let your words be anything but empty
Why don’t you tell them the truth?

Say what you wanna say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave
With what you want to say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

I just wanna see you
I just wanna see you
I just wanna see you
I wanna see you be brave

#WikuFest3 – Komposisi – Framing

Masih meneruskan cerita paska #Wikufest3 (ga kerasa sudah seminggu yah? ^_^) dan terinspirasi fotonya Ardi Winata di Facebook.

Kali ini saya coba nulis tentang salah satu teknik komposisi yang biasa disebut sebagai Framing.

we not only can fix your computer and program but also we can fix basketball ring #arek_basket #benakno_ringbasket – photo copyright Ardi Winata 

Foto pada dasarnya memiliki paling tidak 2 elemen. Foreground dan background.
Nah Framing -berasal dari kata Frame yg terjemehannya adalah bingkai- adalah memanfaatkan elemen foreground untuk membingkai elemen background dari foto kita.

Yang diharapkan dari Framing ini apa sih?
Well, banyak pendapat sih cuman kira-kira dengan Framing sang fotografer ingin menggiring pemirsa secara dramatis langsung ke obyek utama fotonya. Seperti melihat dari balik tirai atau pintu yang sedikit terbuka.
Ada juga yang berpendapat bahwa dengan framing tidak hanya menggiring mata pemirsa langsung ke obyek foto tapi juga membuatnya lebih lama melihat/memperhatikan si obyek itu sendiri.

Jadi harus cari pigura nih kaya foto-foto yang dipasang ditembok?

Literally no, but in context yes.

Kita bisa menggunakan apa saja untuk nge-frame foto kita. Mulai bentuk-bentuk geometri (pigura foto :P jendela, pilar/tiang, pegangan gelas, dsb) sampai ranting pohon atau bahkan badan manusia. Tergantung kreatifitas kita saja.

Sama seperti foto Ardi Winata di atas, saya juga manfaatin pepohonan di sekitarnya untuk framing Great Pagoda of Peace di bawah ini.

The Great Pagoda of Peace – Naritasan Shinshoji
Narita City – Japan

Satu lagi, saya manfaatin Yofie dan Rara yang sedang diskusi sambil nunggu Dwi Hardy yang sedang asik dengan ponselnya berhenti di belakang mereka. Dengan bukaan lensa di f/2.8 plus kebetulan ga ada yang seliweran di depan mereka jadilah foto yang saya inginkan :)

FSA Indonesia in action :)

Nah yang terakhir ini kami sedang naik trem di San Fransisco. Eriska berada di dalam, sedangkn saya di bagian belakang (sengaja milih ke sini biar bisa motret jalanan di belakang trem). Nah pas posisi tangan para penumpang kayanya cukup menarik dengan Eriska diujung sana jadi kelintas ide. Setelah nunggu bentar, saya cukup dengan ngucapin 2 kata saja untuk membuat Eriska noleh.

“Eriska…. wekkkk”

Walau nyaris terjungkal dan dimarahin sopir trem, jadilah foto ini. Adik minion yang tadinya bertampang kecapekan karena diajak jalan kaki ke sana kemari akhirnya bisa tersenyum juga :)

She’s so cute isn’t she? :)

Eriskaaaaa….
Weekkk :P

Nah, gampang kan?
Yuk mari sama-sama berlatih framing buat minggu ini. Apa saja bisa kita manfaatkan lho untuk framing :)
Malah kalo mo agak ekstrim coba bikin foto ala film Inception.
Analoginya kalo Inception kan dream withing dreams. Di sini coba bikin frame dalam frame, jadi foto kita kesannya hmmm apa yah istilahnya?
It’s like having sense of depth and layers :)

Baca juga tulisan mengenai komposisi di postingan saya sebelumnya :)

#Wikufest3 Photo Contest – The Story

Wall-E and Wide/Macro Lens

Wall-E and Wide/Macro Lens

Selamat buat para pemenang #Wikufest3 Photo Contest.

Buat yang ga menang jangan berkecil hati, ini bukan lomba serius kok.
Saya mengadakannya just for fun dan yang penting adalah media bagi kita semua untuk belajar bersama mengenai fotografi. Dan ternyata banyak yang hobi atau tertarik dengan fotografi di kampus Moklet Malang ini :)

Nah kembali ke pemilihan para pemenang. Kenapa saya memilih mereka? Niatnya sih ngebahas sambil ngumumin pemenangnya. Tapi apa daya ga bisa terlaksana karena jadwal #Wikufest3 hari ke-2 mendadak penuh perubahan plus cuaca yang sangat tidak mendukung pula. Tapi ada beberapa sempat dibahas di ruang Mozilla (saya tersandera hu hu hu hu :P)

Ada beberapa catatan yang perlu saya sampaikan terlebih dahulu

  • Ini subyektif dari sudut pandang saya
  • Saya bukan fotografer profesional
  • Semua foto saya asumsikan diambil dengan kamera ponsel/tablet
  • Kembali ke paragraf awal, it’s just for fun to learn about photography together.

Kemudian dari banyaknya foto yang masuk (peserta mungkin tidak banyak-banyak amat), untuk memilihnya saya menggunakan beberapa kriteria. Diantaranya

  • Ketajaman fokus (dari semua foto yang masuk, saya berasumsi semuanya emang ga berniat moto blur)
  • Komposisi foto
  • Kreatifitas (dalam hal konsep fotonya)

Dari poin ketajaman fokus sudah cukup membantu untuk menyaring foto. Foto yang ga fokus biasanya diambil di kondisi pencahayaan yang tidak ideal (sore/malam) dan karena teorinya kalo mo bikin foto tajam harus long shutter, banyak kamera yang tidak bisa melakukan ini. Belum lagi motonya handheld, maka potensi goyang tinggi (belum lagi kalo lagi cuaca dingin berangin trus dikitikin pacar, amburadul deh) :)

Contoh foto-foto dari Rahman Kurniadi.
Foto konser, kantor pos, dcost dan foto ibu-ibu PKK itu jelas blur karena handshake. Jadi yah harus dipinggirkan dulu.
Sebab lain dari foto blur/out of fokus bisa jadi karena fitur “autofocus” di camera-app yang digunakan tidak bekerja sesuai dengan yang kita mau. Asumsi saya Rahman niatnya foto di earbud-nya, cuman entah kenapa fokus kok malah ke sisi kiri atas earbud nya. Mungkin si camera-app ngitung daerah situ lebih kontras, jadi fokusnya di sana.
Belum lagi kalo camera-app nya ga cukup canggih meteringnya (plus ga ada opsi pula buat kita untuk mengatur meteringnya) jadilah foto yang overexposure (kelewat terang) atau malah underexposure (kelewat gelap) seperti beberapa fotonya @HattaZakka

Kemudian komposisi.
Ga ada aturan sih komposisi yang bagus itu harus seperti apa. Tapi ada beberapa teknik yang bisa kita pakai. Yang paling sering kesebut biasanya Rule of Thirds, simplicity seperti fotonya Intania (i luv this one), komposisi landscape, maenan kontras, maenan garis, framing dan masih banyak lagi.

Foto sepatu dari @intaniasyifa dengan anggiebel. Menurut saya foto intania lebih ‘dramatis’, penempatan sepatu di pinggir, nyisain ruang kosong(negative space) di depannya plus motif lantainya yang seperti itu. Makanya saya usul  kalau diubah ke b/w (kan banyak tuh apps nya) jadinya bakal seperti apa. Tinggal nanya @intaniasyifa sih hasilnya n lebih suka yang mana :)

@junitapristi cukup kreatif dengan nyoba-nyoba foto low angle. Moto kan ga harus dari depan obyek, dari atas-bawah bahkan belakang juga bisa :)

danbo galau, malu difoto dari depan :P

Sementara @ribekkk juga unik fotonya manfaatin jepitan jemuran :) Seriusly, coba bikin bertema deh Bek. Misal tiap minggu satu foto jepitan + quotes (kertasnya bisa diutak atik juga tempat jepitnya). Kalo saya bawa Danbo, kamu bisa bawa jepitan + tali + kertas kemana-mana :P

Kemudian ada kesimpulan yang saya dapatkan setelah melihat-lihat foto yang diikutsertakan lomba ini.
Peserta cewek foto-fotonya secara ga sadar mengarah ke perspektif garis. Jadi obyeknya bisa lebih tampil (exposed)
Peserta cowok foto-fotonya lebih ke spontanitas, ada moment langsung jepret. Cuman saya jadinya bingung, PoV/PoI yang dimaksud fotografenya yang mana yah? (ini saya ajah yang bingung, orang lain belum tentu).

wikufest-photo-boys

Boys

wikufest-photo-girls

Girls

Misal fotonya Rahman (sori ya bro, ga ada maksud lain kok *pizzz*) yang bianglala itu. Tajam, biru langitnya bagus, cuman campur aduk dengan pagar (cafe?), mobil, rombong dll. Andaikan ponselnya justru diletakkan di atas pagar, viewnya ke arah bianglala (mau full circle atau setengah lingkaran) dengan gunung sebagai background di horizonnya, trus bikin siluet (manfaatin panasnya matahari) mungkin hasilnya akan beda. Yah kembali ini pendapat pribadi saya, dan karena cowok lebih impulsif apa yang di depan mata langsung ajah dipotret :)

Yang terakhir sih mungkin kurang fair –ini soal right man with the right tools sih– adalah keterbatasan perangkat. Kamera di ponsel-nya Daniar jelas kalah kelas dengan milik Rafikartika. *Balik nunjuk ke paragraf-paragraf atas* Tapi right tools kalo ga ditangan right man (and woman) ya hasilnya akan sama ajah. Emang kinclong kameranya Galaxy S4, plus Rafikartika cara ngambil foto-foto bunganya bagus. Sepertinya suka maenan DoF nih :)

rafikartika 20130901_152425

by @afi031… nice colours :)

Foto yang di submit @RenoLaks banyakan soal landscape pas dia lagi camping (bener kan bro?). Foto jamurnya warnanya unik, cuman saya nyari komposisinya dulu ajah deh. Warnanya terlalu banyak editan, saya pribadi lebih suka yang orisinal atau mendekati orisinal (alasan ngeles karena ga gape maenan sotosop buat edit foto). Tapi ga apa-apa, ini kan part of creativity juga :) Komposisi landscape dan kalo dianalogikan, fotonya banyak garis-garis .

 

Lesson learned

  • mari kita kenali device kita masing-masing. apa kelebihannya, apa kekurangannya
  • coba kita tentukan dulu Point of View/Point of Interest dari foto kita itu apa supaya penikmat foto kita juga bisa mengerti dan tidak mempunyai persepsi yang berbeda
  • mari iseng-iseng latian berbagai teknik komposisi dan temukan gaya kalian masing-masing :)

 

Got a Doodle!

According to wikipedia, a doodle is an unfocused or unconcious drawing made while a person’s attention is otherwise occupied. Doodles are simple drawings that can have concrete representational meaning or may just be abstract shapes.

Stereotypical examples of doodling are found in school notebooks, often in the margins, drawn by students daydreaming or losing interest during class. Other common examples of doodling are produced during long telephone conversations if a pen and paper are available.

Popular kinds of doodles include cartoon versions of teachers or companions in a school, famous TV or comic characters, invented fictional beings, landscapes, geometric shapes and patterns, textures, banners with legends, and animations made by drawing a scene sequence in various pages of a book or notebook.

And I got a doodle made by Mindha, my junior from SMK Telkom Sandhy Putra Malang. Thanks Mindha :)

fb_mindha_doodle thumb

Yayyyyyy, awesome isn’t it?

She’s so good at making doodle.

Ok, I see Domo there. I’ll make you one, Danbo :)

Nick D’Aloisio – ABG 30 juta dollar

Eh, adakah yang ikutan WikuFest #1 Januari 2012 lalu?
Kalo ada dan masih ingat dengan slide di bawah ini.

keynote-scrsht

Baiklah, mari kita flashback sejenak.
Namanya Nick D’Aloisio, asal Inggris.
Umurnya sekarang masih 17 tahun. Yak, sama dengan Wikusama angkatan 19 yang sebentar lagi mau lulus.

daloisio-vimeo

Seperti disebutkan di slide di atas, Nick membuat sebuah aplikasi iOS yang dia namakan Summly (yang pada akhirnya menjadi sebuah perusahaan). Umurnya pas 15 tahun sih waktu itu. Nah Summly ini fungsinya membuat ringkasan dari berbagai sumber barita yang telah kita tentukan. Analoginya, dari ada membaca keseluruhan isi buku, si Summly ini akan membuatkan ringkasan kesimpulannya buat kamu.

summlyIdenya simple yah? :) Tapi sepertinya yang terlibat di sini adalah natural language processing (NLP). Nah silakan googling yah apa itu NLP. Summly juga mendapatkan gelar sebagai Apple’s Best Apps of 2012 award for Intuitive Touch!
Why? Bisa lihat di video Summly Launch  ini deh atau cari di youtube.

Nah, tahun 2011 Summly mulai dilirik venture company (VC). Taipan asal Hongkong, Li Ka-Shing menyuntikkan dana sebesar lebih dari USD 250 ribu, menjadikan Nick jadi orang termuda yang pernah menerima dana dari VC. Ga berhenti di situ, setahun kemudian sebuah grup yang isinya kebanyakan adalah artis-artis beken (diantaranya ada Yoko Ono, Ashton Kutcher) memberikan tambahan dana sekitar USD 1.2juta. 16 tahun.

hp-bgd-hand-high

Nah, minggu ini Nick D’Aloisio menerima tawaran dari Yahoo yang membeli Summly dengan harga sekitar USD 30 juta.
Tadaaaa….

Well, ala film Inception, ada banyak cerita dibalik cerita Yahoo mengakuisisi Summly. Some reports say it’s not about the app. Yahoo didn’t actually purchase Summly, but to get Nick D’Aloisio to become the face of the company. Mungkin untuk nemenin Marissa Mayer jadi spokeperson Yahoo. Cuman kalau menurut AllThingsD, kabarnya Nick dikontrak hanya selama 18 bulan. Setelah kontrak habis, ya ceritanya mungkin akan lain.

 

Jadi keingat Yahoo akuisi koprol…

Well anyway, 17 years with USD 30mio in the pocket. Still, it’s awesome….

#WikuFest2013 – After Effect

WikuFest 2013 telah berakhir 2 Februari 2013 kemarin. Sebagian mungkin merasa masih kurang, beberapa mungkin ngedumel, tapi yang jelas semuanya heboh. Lebih heboh dari tahun kemarin. Dan per 2 Februari 2013 kemarin itu pula, WikuFest diresmikan sebagai kegiatan tahunan SMK Telkom Sandhy Putra Malang.

Dari penyelenggara, kami masih punya banyak catatan.

#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013

Yang paling berasa adalah 2 kelas awal di hari pertama setelah keynote speaker. Acara ini dipastikan molor karena harus menunggu pihak-pihak tertentu untuk dapat tiba tepat waktu. And being on the venue at 7.00pm is difficult for some people, even for some of us the alumni :P

Waktu 1 jam akan dirasa kurang bagi keynote speaker, tapi lebihnya pun nanti juga jangan banyak-banyak amat. Since this year keynote speaker is way much better than last year, nobody complain about the additional time. Yang ada mungkin adik-adik peserta bakal protes kalo keynote speechnya dipotong ditengah jalan :)

Dan yang terkena efek adalah 2 kelas setelahnya. 1 jam tetap jadi kendala waktu yang harus dicukup-cukupkan. Makanya tahun kemarin saya senang karena kebagian kelas setelah jam makan siang (walaupun tantangan juga sih keep the audience awake after lunch :P). Tapi kali ini saya dapat kelas pertama. Dan waktu normal sudah kepotong hampir 45 menit dari timeplan yang hanya 1 jam. Alhasil, ya… seadanya. Jangankan 1 jam, 45menit kayanya juga ga nyampe. Mana pesertanya banyak yang saya kenal, dan sebagian sudah pernah lihat raw material presentasinya. Harapannya mungkin mereka pingin liat hasil akhirnya, cuman there’s no time left. In my standard, kelas pertama ini gagal total. Saya mohon maaf buat Via, Bibim, Tika, Ichal dan adik-adik lainnya yah *menjura*

Tahun depan, kami mungkin mencoba combo 1 kelas saja + games menjelang sholat Jum’at untuk sesi setelah keynote speaker.

#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013

Materi maupun pembicara tahun ini lebih beragam karena banyak yang bukan alumni. Contoh saja Wahyu Liz, Mozilla Indonesia, Dondy Bappedyanto. Yang masih berasa kurang apanya? Antusiasme adik-adik di kelas sepertinya kurang explosif. Semangat foto-fotonya yang super heboh :P Yah ini bisa jadi kembali ke kami para presenter sih gimana bawain materi. Juga kami para panitia karena dibanding tahun kemarin sepertinya tahun ini waktunya mepet banget buat adik-adik lihat ‘kisi-kisi’ isi materi para pembicara, mengira-ngira isinya tentang apa untuk kemudian rebutan milih kelas. Well, semoga sih bagian mengira-ngira tadi masih sempat dilakukan supaya dapat gambaran apa yang akan ditanyakan di kelas nanti.

Come on guys, u dont have to pay for asking questions. In some cases, you’ll get some souvenirs just by asking questions :P Sesi mentor meet-up kalo saya ngerasa (ini pendapat pribadi sebagai tukang poto keliling nomaden yg buntutnya lupa kalo harus ikutan meetup juga) agak ‘sepi’ dibanding tahun kemarin. Yang saya alami sih tahun kemarin sampe harus blingsatan jawab karena pertanyaan justru bermunculan pas mentor meetup. Sampai beberapa hari setelahnyapun sms, whatsapp, email, sampai facebook chat juga rame pertanyaan :)

#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013

Banyak nemu adik-adik yang punya side story unik-unik. Ada yang nerusin K-San ma Oton soal design, ada yang udah kelihatan bakal jadi aprentice-nya Denny Key. Ada yang kayanya semangat jadi artis, tapi lom tau artis apa. Ada beberapa yang mungkin boleh buat seriusin dunia modelling *getok Sofian Hadi, aku melu moto-moto po’o. butuh ekskul nih :P* Ada yang hobi ikutan lomba dan hobi menang juga. Ada juga yang masih galau soal langkah berikutnya setelah lulus.

Like I said in my previous post, there are so many diamonds in this place. Some of them start shining, some of them need to be polished.

#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013

The rest of the story is …. I can say, or we all can say it’s a big success!!

Semua bisa melihat sendiri, mulai Bapak-Ibu Guru, adik-adik peserta maupun panitia, para pembicara yang sudah 2x ikut (termasuk panitianya) yang bisa bandingin dengan tahun kemarin. Bahkan sosial media pun juga turut sumbang suara. Paling ga, anak-anak Mozilla Indonesia dah mulai kena after effect-nya :P Betul begitu Vik? He He He He

#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013

Sepertinya tahun depan ada beberapa brand yang berminat untuk join #WikuFest. Tapi harapan saya sih brand-brand tersebut at the end bukan jualan produk. Kalo pribadi sih pinginnya lebih banyak anak-anak komunitas yang bisa join. Tahun ini alhamdulillah sukses bisa minta waktu anak-anak Mozilla Indonesia, next mungkin anak-anak Linux, FreeBSD, Photography atau komunitas-komunitas menarik lainnya. Karena saya pribadi belajar banyak dengan join komunitas, dan harapannya adik-adik di kampus Moklet akan melakukan hal yang sama. Dunia ga hanya sebatas tembok di kampus di Jalan Danau Ranau itu saja.

#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013
#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013

Harapan pribadi sih, jangan eksklusif.

Life is about learning and sharing. Kita semua bisa seperti ini karena belajar (learn) dan ada yang mo ngajarin (share). Mau otodidak juga tetap ada porsi share-nya. Dengan 2 hal tadi kita akan berkembang dan hopefully bisa bawa lingkungan sekitar berkembang juga. If you’re good at one or few thigs, share. Try to make people around you at least as good as you. By doing that, you’ll be one step a head of them because you’ll always need new things to be shared later.

And WikuFest itself, IMHO, after all is about learning and sharing.

Sampai jumpa di WikuFest selanjutnya.

#WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013 #WikuFest2013