Tag Archives: lebaran

#mudik the series 2013, Jatim Park 2

Kamis, 08-08-2013
Masih di Malang (ya iya lah, hari lebaran gitu loh)

Hari pertama lebaran praktis saya di rumah saja. Para tetangga di seputar kampung Plambesan yang mayoritas pada punya hubungan keluarga satu sama lain akan berkunjung ke Plambesan. Jadi ya lumayan sibuk bertemu tamu yang sekarang tampak asing buat saya (atau kebalikan saya yang asing buat mereka :P). Maklum saya meninggalkan Plambesan sejak tahun 1997, everything’s changed. Yang dulu teman main, sekarang dah pada bawa anak.

Yang dulu anak-anak, sekarang dah siap-siap punya anak. Bweh :P

bancakan_plambesan
Di Plambesan, selesai khutbah acara dilanjutkan dengan bancakan. Semacam potluck gitu deh. Makan-makannn yayyy

Ba’da Dhuhur saya malah molor. Mesti saving energy buat perjalanan panjang balik ke Jakarta hari Jum’at esoknya. Nah karena kelewat boring akhirnya saya dan @rara79 ngider-ngider Malang kota sambil nyari minum buat si Akane. Dari semua SPBU yang kita datangi semuanya pada ngaku kalo Pertamax-nya pada “habis”. Dan untuk pertama kalinya Fiesta saya akhirnya nenggak premium. Bukan salah saya lho kalo terpaksa konsumsi bbm bersubsidi…

Mobil mengarah ke Batu. Tadinya mo iseng ke BNS, tapi mengingat masih jam 3an, plus mendung pula, plus kelihatannya BNS cuman gitu-gitu doang kecuali pas malam dengan atraksi “cahaya”-nya maka kami memutuskan ke Jatim Park 2 saja. Wah takjub, ini pertama kali saya ke Jatim Park 2. Dan sepertinya terakhir kali saya masuk ke “kebon bintang” dah lama banget. Waktu masih SD kali :P

Serius.

Sempat kaget dengan harga tiket yang IDR 90 ribu/orang but let see what we we’ll get inside.

Dan emang keren! penataannya bagus, ga seperti “kebon binatang” yang saya tahu selama ini (referensi saya cuman the old bonbin wonokromo). Kaya di brosur/tv ads nya Singapore Zoo ^_^. Banyak satwa-satwa keren yang saya belum pernah tahu namanya atau belum pernah lihat bentuknya selama ini. Yang paling creepy tetap waktu memaksakan diri memasuki area reptil. Saya ini phobia ama ular :( Jadilah saya diledekin habis-habisan oleh @rara79, walo dia sendiri juga takut ular.

Saking serunya explore, ga berasa dah panggilan kalo JTP2 dah mo tutup. Padahal baru ajah mo motret si Brown Bear, belum say hello ke Jaguar. Masuk museum juga belum. Beuh, rugi neh rugi (salah sendiri juga ke sononya kelewat sore). Next time pulang ke Malang lagi saya mo jelajahin abis-abisan deh JTP2 dan JTP1 juga.

Nah selepas Maghrib kami turun ke Malang kota buat nyari maem. Rulenya ga boleh makan banyak-banyak, supanya banyak makanan yang bisa kita coba. Bingung ma kalimatnya? he he he he

Stop #1, Soto Ayam Lombok Tlogomas.
Dulu @rara79 pernah aku ajak maem Soto Ayam Lombok yg di Mondoroko dan dia jadi ketagihan. Jadi saya ajak ke sini deh. Katanya dulu ini cabang pertamanya.

soto_ayam_lombok
Soto Ayam Lombok, kali ini yang di Tlogomas

Stop #2, Pukis Hollywood depan Mitra (atau mungkin orang sekarang kenalnya sebagai Carrefour)
Ini pukis favorit paling enak se-Malang (IMO). Sejak saya kecil, kalo ke Malang Kota hampir ga pernah ga mampir ke sini. Tadinya dah takut ajah dia ga buka karena hari lebaran. Eh ternyata masih buka. Tapi bukan si Ibu lagi yang jualan, sepertinya sekarang sang anak/cucu yang menggantikannya.
Begitu bungkusan pukis diterima, saya mesti nganterin si @rara79 ngiterin alun-alun.
Ngapain coba?


Cuman buat akses portal-portal yang ada di game Ingress. Gara-gara diracunin si @ariefbayu 2 malam sebelumnya nih *getok*

Stop #3, Bakso President
Kuahnya emang mantap. Tapi ga nyagka kalo hari itu ruameee buangetttt. Yang ada cuman kebagian paket bakso saja + urat saja karena yang lainnya habis.
Ya wislah, yang penting si @rara79 dah keturutan makan bakso :P

Balik rumah masih ditawarin makan lagi. Waduh ampun deh dah ga kuat, yang ada sukses molor kekenyangan :P

#mudik the series 2013, still at home

I’ve planned to go for #mudik today, but until now i’m still lying all my bed :p

The thing is i couldnt sleep until around 6am, although feeling so sleepy few hours back *and that’s when i left 8 hydro coco at 7-11 Bintaro* Woke up at 8am busy with arranging things inside my house, check and recheck the bags. Watching HBO (save the last dance 2, jack and jill) Feel so sleepy again on 2pm and i still have to bring Akane to the car wash.

Aaarrrghhhhh! It’s like a lyric from Arkarna old song, “so little time so much to do…”

Woke up again at 4pm and got updates from some friends on the road that traffic condition is still in the worst scenario than i’ve calculated. AgusC was reroute to #sadang and then jatiluhur and then reroute again back to #cileunyi. Live traffic from jasamargalive.com shows that cikampek up until exit toll at KM.72 is fine, many many reports said it stuck at #cikopo.

Exit #dawuan also reported stuck and the near end and it probably will be routed to somewhere else i dont know.

Pantura line is still in code red specially around cikopo-jomin and few kilometers after that.

Hmm, I think i better continue to sleep to gain strength :p wait for the night report and decide after that. Euh… feel somekind like burning inside my stomach :(

I am @nurikidy and this is the opening of my #mudik the series year 2013 blog posts *yawn*

Mudik 2012 #5 of 5, Balik Jakarta

Berkaca di laporan mudik tahun kemarin, titik balik mudik bakal terjadi sekitar weekend (jumat malam-sabtu-minggu malam) dengan titik simpul kemacetan di Cirebon. Tahun kemarin sih saya sama sekali ga kena kemaceta di manapun kecuali jalur Lawang – Purwodadi serta Porong karena salah belok ke arah tol lama ajah ^_^.

Berangkat H+1 lebaran (Kamis sore) Masuk tol gempol selepas Maghrib, sampai Semarang jam 12 malam kurang dikit. Berhenti di rest area tol Kanci sekitar jam 4 pagi. Sehabis subuh langsung tidur sampai jam 6 pagi. Udah deh, Jum’atan di rest area Cikampek.

Kali ini kami berangkat hari rabu, H+2 lebaran jam 9 malam. Sepanjang Karanglo – rel kereta Singosari cukup padat. Ternyata ada sedan nyusruk ngembat pembatas jalan di depan pos PJR Singosari. Habis itu lancar. Kejadi yang sama terulang. Di apolo saya salah belok kanan ke arah tol porong ^_^. Akhirnya muter balik deh lurus arah bangil masuk arteri baru tol gempol. Lancar jaya sampai Babat – Lamongan.

Mengingat 6km jalanan rusak di Rembang, kami gambling nyobain jalur tengah seperti yang selama ini disarankan bapak. Rutenya Bojonegoro – Cepu – Blora – Purwodadi – Demak – Semarang. Katanya sih jalannya enak, lurus-lurus ajah sampai Demak. Dari Lamongan sampai kota Bojonegoro sih lancar-lancar saja, kecuali masih banyaknya pengemudi motor.

Gila yah ini Bojonegoro? Dah lewat tengah malam tapi banyak pemotor berkeliaran tanpa helm. Banyakan sih emang ababil-ababil itu ^_^. Selepas Bojonegoro mimpi buruk dimulai. Hampir sama parah dengan kejadian macet pantura. Cuman ini masalahnya adalah jalanan yang hancurrrrr sampai Purwodadi bahkan mo masuk Demak. Kalo lihat Google Maps, jarak Babat Lamongan – Semarang itu 214km. Nah, kayanya 180km nya itu jalanan buruk deh. Complete nightmare … i mean, it was in the middle of the night, bad road and you have to pass through the woods.

langit di atas SPBU 4459509

Subuh sampai Demak dan sebelum jam 6 sudah melewati Semarang. Karena ngantuk kami memutuskan (saya sih, si Rara dah molor bbrp jam sebelumnya) untuk pitstop di SPBU 44.513.13 Lingkar Weleri. Tapi karena matahari dah mulai menyengat, SPBU yang rame, bobonya jadi ga konsen. Lanjutlah perjalanan, sekitar 9:30 kami kembali pitstop di SPBU 44.512.11 di Desa Timbang – Batang. SPBU nya nyaman, teduh dengan pepohonan jati, bersih dan luas. Ada tempat mandi air hangat juga lho :) Recommended deh buat  ‘camping’ di sini :) Setelah mandi, saya sarapan bekal yang telah dibuatkan ibu. Nasi putih + mendol + empal + sambal tomat. Sementara si Rara maem bakso. Minumnya es degan yang enak dan segar banget. Nyammmm…

sarapan dulu :) -photo by @rara79

bakso

bakso yg enak -@rara79

SPBU 44.512.11 di Desa Timbang – Batang

SPBU 44.512.11 di Desa Timbang – Batang

macet menjelang kota Batang

Laper? Ngegado empal saja :P

menjelang masuk Tol Pejagan

warung sate daerah Pejagan

bersiap u/ liputan arus balik

Jomin

Selebihnya cukup lancar. Jalanan sempat tersendat sebentar di beberapa titik dikarenakan warga sudah mulai melakukan aktivitas. Terutama sekali di beberapa pasar yang kita lewati. Jalan nyantai dan banyak pitstop, akhirnya sampai di Semanggi sekitar jam 9 malam.

Fiuhhh, mudik 52jam, balik 24jam … what an epic ^_^. Yang patut disyukuri, macet balik tahun ini tidak segila tahun kemarin. Jadi yang pada balik mepet weekend pun tidak sampai haru camping 1-2 malam atau dilempar kemana-mana jalurnya. Cuman emang pas arus mudiknya minta ampun deh..

Yang rada sedih sih ga bisa maen lebih lama dengan ponakan baru yang lucu ini. Ariq, tungguin om Nuy n tante Rara ke Malang lagi yah :)

   

Mudik 2012 #4 of 5, Sunset di Lasem and Macet di Malang

Nah menyambung postingan sebelumnya, berikut ini langsung ajah foto-foto sunset yang saya ambil dari pinggir jalan. Somewhere di Lasem – Rembang. Sebelum rest area Lasem seingatku yah.

taken w/ iphone4, Rara at Lasem Sea View

OK, pose, smile, and …

taken by Rara using Sony NEX-5n. #iphonegraphy

#iphonography #iphonegraphy #iphoneography

boat parking at Lasem Sea View

wild flowers at the side road

finally sun is set..

silhouette using iphone

40+ hours driving, this view is worth it

accidentally caught a shooting star at the horizon

beware … on the road to Tuban for the next sunset. couldnt make it ontime

At Lamongan with Arie ‘Becak’ @astralclouds ^_^. Proper meal we had so far that day..

at Lamongan with Arie @astralclouds

Emply plate of Cap Cay… and nasi goreng

Dan menjelang jam 12 malam 19/08/2012 kami nyampai di depan pintu rumah Singosari-Malang. Phew 52 jam perjalanan. Selain pemandangan di Lasem seperti foto di atas, pengobat lelah lainnya adalah… masakan Ibu n adik di Malang. Yayyy. H+1 lebaran menunya adalah … rawonnnnnn

Kuliner lain selama di Malang sih ga segitu banyak. Standar Bakso Cak Man. Soto Ayam Lombok yang di Lawang. Yang di Mondoroko kebetulan tutup. Soto Ayam Lombok Mondoroko ini mengingatkan masa-masa SD dulu. Karena selain letaknya di samping SD Banjararum 03, Arik teman sekelas semasa SD dulu kebetulan putra dari si pemilik depot soto ini ^_^.

Rik, di mana kamu sekarang ya? Wawang, Hari, Basuki, Adek, Robby, Iskandar n yang lain pada kemana yah?

Si Rara ketagihan soto ini sebelumnya. Tapi yang di Lawang ini rasanya dah ga segitu ‘nendang’ lagi, mungkin karena ‘dipaksa’ buka 24 jam.

Homemade Rawon Party!!!! #danbo #domo #javaroadtrip

Soto Ayam Lombok – Stasiun Lawang

Menu di Toko Oen

Pukis Hollywood

Yang mengecewakan di Malang sekarang adalah macetnya!! Musim liburan panjang kaya gini bisa saingan ama Bandung kalo weekend deh :( Belum lagi sekarang Malang kondisinya jorok oleh poster-poster polishitkus yang bikin kotor kota karena selain betebaran di mana-mana, ukuran poster/baliho/spanduknya juga ga kira-kira. Alih-alih bikin rapi dan indah kota, mereka ini malah koplo bikin jijay deh. Pa lagi poster istri Walikota yang ga keruan ukurannya itu. Ewww, yikes!!

Kemacetan di Karanglo – Arjosari. Banyak putaran balik yang ditutup

kalo sial, puter balik mo ke Malang dari Karanglo harus ke Lawang

kopdar @idgmail cabang Malang di rumah @isdahahmad

Danbo dan Domo vs kue serta es krim suguhan @isdahahmad

Perlintasan kereta Karanglo jalur arah ke Batu

Contoh poster/baliho yang bikin kotor kota Malang tercinta

Meninggkalkan Malang sejak 1997, balik rata-rata setahun sekali pas Lebaran, banyak tempat baru yang saya ga tahu :( Terutama tempat-tempat kuliner. Banyak kafe-kafe kecil muncul. Banyak juga factory-outlet yang sayangnya kayanya cabang FO dari Bandung semacam Blossom :P

Mudik 2012 #3 of 5, Indramayu – Rembang

 

Setelah hampir 6 jam tidur di SPBU 34 452 19 daerah Lohbener, kami melanjutkan perjalanan. Arus lalu lintas bisa dibilang lancar jaya, kecuali beberapa ruas yang diberlakukan contra-flow karena digunakan untuk sholat Ied. Selebihnya tidak ada halangan sama sekali.

matahari

sunrise at Indramayu…

rushty

sampah-sampah di sekeliling si rushty :(

Pemudik

Pemudik dan keluarganya

menikmati sarapan setelah kemacetan panjang

traffic

lalu lintas pagi hari

contra-flow

contra-flow

Tapi ya tetap, kalo memang mental nyetirnya dah minus, kelakuan bodoh tetap terulang….

yah… gimana ya? dah kelakuan…

Satu kesalahan yang rada fatal hari Minggu itu adalah kami tidak makan/sarapan di SPBU. Karena sudah ketinggalan sholat Ied, ada yang ngeledek kalo ‘lebarannya dah lewat’. Jadi ya udah kita malah mo jalan-jalan ajah. City-Hoping nyari kuliner. Lupa kalo ini hari pertama lebaran, baru ajah kelar sholat Ied. Kagak ada tempat makan yang buka, jek.

Mulai Brebes-Tegal-Pemalang pada tutup. Sebenarnya begitu keluar GT Pejagan, ada beberapa warung sate kambing yang buka. Tapi selain @rara79 yang ga suka sate mbek, tempat parkir ga proper, potensial bikin macet pula. Jadi lewat deh. Sampai Pekalongan kami nemu warung tenda pinggir jalan yang alhamdulillah masih punya beberapa bungkus indomie tersisa. Nasi, soto dan makanan proper lainnya baru saja sold out. Hadehhh…

narsis

finally, food!! Yayyy..

only indomie?! oh, no!!

Pekalongan – Semarang – Demak/Kudus/Pati bisa dibilang jalanan sepi sekali. Sepanjang Pati banyak poster-poster yang cukup menarik perhatian, di antaranya adalah Ngopi Gratis seperti foto di bawah ini dan juga Cafe NaGa (Nasi Gandul). Keduanya ini ternyata disediakan oleh perusahaan Kacang 2 Kelinci. Sayang sekali lokasinya di kanan jalan. Malas buat nyebrangnya.

Ngopi Gratis 2 Kelinci

Sarimi FTW!!

Dari Semarang sampai Malang, hambatan yang kami jumpai hanya di sekitar Juwana Rembang. Cukup panjang sekitar 6km. Kalo ga sayang dengan shockbreaker/kaki-kaki mobil sih silakan ngebut. Kalo ga yah disarankan jalan 20-30km/jam ajah max.

Juwana - Rembang

Juwana – Rembang

Juwana - Rembang

Juwana – Rembang

That anoying Pringsewu board ^_^

arah surabaya jalanan ancurrr

Di daerah sini kami juga nyaris kecelakaan. Selepas Juwana, jalanan lancar dengan pemandangan laut dan tambak garam di sisi kiri. Tapi siapa nyangka tiba-tiba ada sapi dengan cueknya menyeberang jalan sementara si Rushty lagi lari 80km/jam. Phewww, untung jarak dengan rombongan belakang masih jauh baget. Bisa tabrakan beruntun tuh….

Dasar sapi edan!

Tapi akumulasi rasa lelah, sebal, lapar terbayarkan beberapa belas kilometer setelahnya. Pemandangan laut yang sangat indah yang sudah saya incar sejak lama untuk dipotret. Akhirnya kesampaian juga dan waktunya tepat pula :)

Foto-foto yang saya maksud silakan dibaca di postingan selanjutnya yah :) he he he he

Mudik 2012 #2 of 5, Cikampek – Lohbener

Menyambung postingan sebelumnya yang berakhir di Bypass Jomin, beberapa bilang sih ini sisa-sisa kemacetan Kamis kemarin. Buset dah. Tapi semakin siang, sesore, dari beberapa tweet yang di-RT akun @pulkam @ayopulkam @lewatmana bilang gara-gara bbm pada habis di spbu-spbu daerah pamanukan, trafik jadi menumpuk. Terutama di spbu sebelum rumah makan/hotel Markoni.

Sambil menjaga diri agar tak mengantuk, tak kebelet pipis apalagi be-a-be, kami cuman bisa bersabar menikmati kemacetan sambil mengomentari tingkah polah pengemudi kendaraan plat-B di sekeliling kami. Sungguh ancurrrrr kelakuan mereka itu. Banyak sih yang tertib, defense driving (like us ^_^) tapi ga sedikit juga yang ugal-ugalan. Yang kasihan sebenarnya para pengemudi motor karena jalur mereka yang paling kiri habis disasak sopir-sopir busuk ini. Alhasil mereka harus ‘offroad’ lewat jalan tanah yang sangat berbahaya selain tidak rata, banyak lubang juga. Dan beberapa sudah terjatuh karena ini.

Jadi ga heran kalau tingkat kecelakaan paling tinggi dialami para pengendara motor. Miris juga melihat mereka harus berjibaku di jalan tanah, atau memaksakan diri nyelip-nyelip di antara kendaraan gede dengan segala barang bawaannya. Termasuk balita :( Duh, gusti. Ini niatnya pada baik mo berlebaran di kampung halaman, tapi berasanya sadar diri nyetor nyawa ke malaikat kematian.

Nah berikut ini adalah beberapa contoh pengendara super goblok di sepanjang pantura yang mengakibatan kemacetan paling parah sepanjang sejarah mudik yang pernah saya alami. OK, peningkatan volume kendaraan memang menjadi salah satu faktor. Tapi itu kecil jika dibandingkan kelakuan ga becus pengendara-pengendara mobil seperti foto-foto berikut ini. Lokasi di sepanjang ciasem-sukamandi-pamanukan.

Sekitar jam 11.30 kami sampai di SPBU 34 452 19 daerah Lohbener dan memutuskan untuk istirahat di sana. Biyuh biyuh. 25 Jam dari Gandaria sampai Lohbener.

Jam 6 pagi dah bangun, kesiangan. Kenapa kesiangan? karena setelah mandi kami mulai jalan sekitar jam 6.40 dan beberapa ruas jalan mulai 1-2km setelah SPBU sudah mulai diblokade lagi untuk sholat Ied. Karena kadung stuck di tengah jalan dan ga ada tempat yang layak untuk parkir mobil, kepaksa tidak bisa ikutan sholat Ied deh. Di sini petugas banyak yang berjaga dan mengarahkan para pemudik.

Tapi ya tetap, kalo memang mental nyetirnya dah minus, kelakuan bodoh tetap terulang….

Bersambung ke postingan berikutnya yah…

Kalau mau baca versi lain dari Rara, silakan klik di sini “#JavaRoadtrip : 24 jam pertama