happy birthday dear eunice
happy birthday to you π
met ulang tahun ke-5 buat eunice π

There's always a story to tell
Group A:
– Germany
– Costa Rica
– Poland
– Ecuador
Germany should happy with this. They will keep an eye on Poland more than the other two
Group B:
– England
– Paraguay
– Trinidad & Tobago
– Sweden
Eriksson, coach of England, will play againts his own country, Sweden
Group C:
– Argentina
– Ivory Coast
– Serbia & Montenegro
– Netherlands
This group seems to be group of death. Could Drogba and Ivory Coast make a shock like Senegal did in South Korea/Japan ?
Group D:
– Mexico
– Iran
– Angola
– Portugal
I think Portugal will go to the next round with no much trouble. Mexico is the other candidate
Group E:
Italy
Ghana
United States
Czech Republic
This group could also be another group of death. Italy and Czech have already known as strong teams in Europe. United States could not be underestimated, coz they’re also strong.
Group F:
– Brazil
– Croatia
– Australia
– Japan
If they’re not making mistakes they did during qualification, Brazil will easily go to the next round.
Group G:
– France
– Switzerland
– South Korea
– Togo
France meets Switzerland again. During qualification, France need Zidane, Makalele and Thuram to return to the squad to make miracles. Otherwise, there’ll be Israel replacing France’s place in final.
Group H:
– Spain
– Ukraine
– Tunisia
– Saudia Arabia
Spain and Ukraine will go to the next round.

Yang sebelah kiri itu namanya Mendol (e kaya di merah)
Yang kanan, tempe gorang biasa.
Foto di atas diambil waktu mudik lebaran kemarin. menu favorit saya π
Mendol adalah salah satu makanan khas Jawa Timur (selain rawon ma tempe kacang). Bahan dasarnya adalah tempe juga. Adik saya di Malang udah berbaik hati ngirim email cara membuat mendol, nah ga ada salahnya kalo di share di sini.
Bahan:
gr tempe, haluskan
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
10 bh cabe rawit
bisa juga ditambahin kencur (1-2cm ajah) ama daun jeruk, tapi krn Ibu n adik saya jarang make 2 bahan ini, kita sebut ajah sebagai optional
1/2 sdt garam
1 sdt kaldu instan
Cara membuat:
1. Tempe dialusin, cukup ditumbuk sih kalo kita di rumah biasa bikin
2. Bikin bumbunya, alusin bawang merah, bawang putih, cabe rawit, kencur, daun jeruk, dan garam.
2. Bumbu yang udah selesai dibikin, kita campur dengan tempe yang udah dialusin tadi sampe kecampur semua. Abis itu tambahin kaldu trus aduk lagi sampe rata. Kaldu juga opsional kok aslinya, tapi kalo pingin lebih gurih, rasa ayam, rasa sapi emang enaknya ditambahin kaldu
3. Bentuk adonan bulat lonjong, goreng sampai kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
nyam nyam nyam, makan pake nasi anget, sayur bayam, ikan tongkol goreng
slurp …. jangan lupa sambal tomat π
posted using MMS2Blogger – kidy
-puyeng ma skripsi, bukannya beresin flowchart eh malah nulis algoritma bikin mendol π –
Hari ini hari Jum’at, besok adalah hari Sabtu (sejak jaman kucing bejenggot juga gitu :P)
Btw, hari ini (hari Jum’at :P) hasil ujian yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai juga. Oktober kemarin selama seminggu saya mengikuti training tentang “ITIL practitioner: Change, Configuration & Release Management” dari Pink Elephant di Kuala Lumpur. 4 hari full intensive training + 1 hari buat ujian.
Dan dari 6 peserta, saya bersama 3 orang dinyatakan lulus ujian yang bikin puyeng kepala itu. Sayang 2 orang gagal. Yah abis mo gimana lagi, ujiannya emang bikin stress. Bernard ajah sampe bolos 1 1/2 hari gara-gara sakit perut (yg ini ga ada hubungan ma ujian, tapi krn ga cocok ma masakan malay :P)
Phew lega, international certification nambah satu lagi π
Thanks to Shane Johnson for the course.
phew, setelah 2 hari full begadang akhirnya lumayan juga yang dicapai.
Software:
Server
– Data Collector Handler (XML-RPC Server) , 50%
– Reporting Interface, Done
– User Management, Done
Agent
– Data Collector Agent (XML-RPC Client), 50%
– Snapshot Server, Done
Mobile Gateway
– SMS Module, Done
– MMS Module, 0% .. belum dapat akses π
padahal ini buat ngirim grafik statistik report .. aih aih
Penulisan
Bab I Pendahuluan, Done
Bab II Landasan Teori, Done
Bab III Analisa & Perancangan Sistem 50%, blom mulai nulis design-ya ;p
Bab IV Implementasi nunggu Bab III kelar π
Bab V Kesimpulan, Done (nah loh :p)
phew … capek …
Malang kota indah sejuk nyaman
Bagai bunga di atas taman
Banyak dikunjungi wisatawan
Sungguh menarik perhatian
Lirik di atas adalah lirik yang biasa kami nyanyikan waktu acara pramuka di sekolah semasa SD dan SMP dulu. Well, Malang kini mulai berbeda dengan Malang yang aku tinggalkan tahun 1997 lalu. Dari kota teduh beranjak menjadi kota “gerah”.
Kenapa “gerah” ?
Karena banyaknya “rukonisasi” serta “mallisasi” melanda kota tercinta ini. Seperti kota-kota besar lainnya, Kota Malang tampaknya lebih dikembangkan menjadi pusat bisnis, perdagangan, dan perumahan mewah. Setiap jengkal tanah memiliki nilai ekonomi tinggi dan komersial. Malang kini menjadi kota seribu ruko seperti halnya Denpasar atau Makassar.
Tahun 1997, mall yang ada di Malang baru Mitra II, Dieng, Sarinah, Ramayana/Alun-alun Mal (dulunya penjara wanita), Matahari (dulunya total adalah pasar tradisional yang dimodernisasikan), kemudian kompleks mall Mitra I, Gajahmada, Malang Plaza.
Setelah itu kemudian berdiri Plaza ArayaPlaza Araya di perumahan Blimbing Indah, deket Terminal Arjosari. Satu kali naik angkot kalo dari rumah Ortu di seputaran Karanglo Indah.Pas mudik lebaran awal November kemarin, Malang udah punya Malang Town Square dengan akronim MaToS. Seperti halnya Citos ataupun Plangi di Jakarta, Matos juga biang macet yang parah. Letaknya yang bisa dibilang ditengah-tengah lingkungan sekolah mulai dari madrasah, SMP, SMU, Kampus kok kayanya malah mengajarkan para siswa dan mahasiswa itu untuk sering-sering nge-mall bukannya belajar. Ekskul-nya jangan-jangan window shopping. Padahal kalo menurut tata kota, daerah veteran situ diperuntukkan untuk pendidikan.
Waktu baca di harian lokal, banyak respon kalo walikota sekarang ini emang mencla-mencle. Seperti kebanyakan pejabat daerah lain, studi banding ke luar negeri hanya untuk plesiran, bukan studi untuk meningkatkan kesejahteraan kota, merapikan tata kota. Malah bikin berantakan.
Dan kini Malang berencana membangun Alun-Alun Junction (AAJ) yang berlokasi di bawah tanah alun-alun Merdeka Malang. Ancur deh. Pagar Masjid Agung serta Gereja di sampingnya kemarin penuh poster “Say No to Alun-alun Junction”. Ruko yang ada sekarang saja masih tidak maksimal, malah banyak yang kosong.
Bukannya ngurusin kanal biar Malang ga meniru Jakarta kalo musim hujan datang. Bila terjadi hujan lebat selama satu jam, sudah dapat dipastikan terjadi genangan air tidak wajar melebihi batas normal alias banjir. Kota Malang, merupakan daerah dataran tinggi, di lereng gunung. Aliran sungaipun langsung menuju laut di selatan. Jadi, logikanya tidak mungkin terjadi banjir dong.
Sama seperti Matos, AAJ ini juga melanggar tata kota. Dahulu kala (ciyeh), pusat perbelanjaan dulu terpusat di kawasan Kayutangan sampai PBM (pasar besar Malang). Seiring munculnya keramaian di kawasan itu, kemudian ada permintaan pusat perbelanjaan jangan dipusatkan di kawasan itu, tetapi merata di semua kawasan di Kota Malang. Di Blimbing ada, di Dieng ada, di Arjosari ada, di Batu ada. Nah kalo AAJ dipaksain, berarti merusak tata kota lagi yang semestinya ga boleh ada pusat perbelanjaan lagi di daerah kayutangan-PBM.
AAJ juga bakal mengganggu kelancaran beribadah umat beragama. Di seputar alun-alun yang eksis sejak tahun 1882 terdapat beberapa tempat peribadatan. Ada Masjid Jami’ yang bersebelahan dengan gereja berarsitektur kolonial Belanda yang walau nampak tua dimakan usia tapi masih tetap indah. Kalo foto depan situ berasa foto di eropa deh. Kemudian ada katedral di depan toko Oen yg juga bergaya kolonial.
Dari sudut pandang ekosistem, AAJ juga merupakan ancaman. Alun-alun kota berfungsi sebagai ruang terbuka hijau. Fungsinya sebagai konservasi lingkungan. Pembangunan mal di alun-alun akan merusak ekosistem dan menyebabkan ancaman banjir. Ruang terbuka hijau di Kota Malang saat ini menyisakan tidak kurang dari 4% lahan dari komposisi ideal 40%.Belum lagi akan hilangnya populasi burung (sepertinya gelatik) yang jadi penghuni pohon-pohon beringin di setiap pojok alun-alun itu.
Mending membangun science center gitu, biar ga cuman di Jakarta dan ITB doang adanya.
Atau memperbaiki sarana pariwisata khususnya di daerah Malang Selatan yang masih minim. Perlu banyak di explorasi lagi tuh, padahal masih banyak obyek-obyek alam yang berpotensi di sana. Kalo pingin jadi kota wisata belanja seperti Singapore, mestinya tata kota dan prasarananya di benahin dulu. Jangan jumlah mallnya yang ditambah, letaknya berantakan, lalu lintasnya pun semakin kusut.
Malang yang dulu meninggalkan kesan mendalam buat pengunjungnya, kota tenang, dingin, indah, segar, rapi. Kini segar masih lumayan, adem masih lumayan, rapi ? semrawut iya. Berisik pula. Bahkan Batu pun dah mulai amburadul.
Sudah makan ?
Kalimat di atas akan kalian temukan di setiap brosur pariwisata Singapura. Mulai selebaran hingga travel book. Sebenarnya kalimat serupa juga berlaku di Malang. Wahai pak walikota Peni S (untung masih ada spasi :P), belajarlah mengelola pariwisata dan tata kota dari Singapore. Jangan cuman ngeliat mal nya.
Kalo mo kaya Singapore, versi minimalis dulu …
Orchard, mal.
Malang dah punya mulai dari Blimbing sampe PBM + Dieng, Ijen, Kawi. Dah kebanyakan. Cuman packagingnya emang beda jauh. Ga punya pedestarian lebar kaya di sono.
Chinatown, Little India ?
Ada tapi balik ke masalah packaging. Mestinya kampung Arab atau etnis tradional lain bisa lebih dibangun. Re-package biar lebih komersil dengan menonjolkan ke-khasan etnis masing-masing.
Akomodasi ?
Bandara ada, 1x flight daily dari Jakarta. 1,5 jam perjalanan darat dari Surabaya. Tinggal tempat nginap yang mungkin kurang (kecuali di Batu). Mestinya ada semacam Jl. Jaksa kalo di Jkt atau Prawirotaman/Sosrowijayan kalo di Yogya.
Science Park. Minus berat
Tranportasi ?
Masih berantakan. Cuman ada mikrolet ama taksi borongan (abis ada argopun ga mo dipake, mintanya borongan mulu)
Education ?
Banyak dan cukup bermutu. Malang kan juga Kota Pelajar. Tinggal perbaiki kualitas pengajaran mulai kurikulum, prasarana sampe SDM nya.
Sentosa ?
Ada juga pulau Sempu π Tapi wisata pantai selatan kalo becus packagingnya bisa saingan ama Bali. Biar tujuan wisata Indonesia ga cuman Bali doang yang terkenal.
Zoo, Botanical Garden, Bird Park ?
Untuk Zoo ma Safari, Jatim Park bolehlah. Kalo Botanical Garden ma Bird Park ga tau deh. Sebelum kampus AAP di Tanjung dituker guling ga jelas sehingga jadi perumahan mewah, kawasan ini terdapat hutan heterogen, kebun kopi, kakao, sawit, ladang jagung, hamparan sawah, hingga lapangan rumput terbuka, plus menjadi tempat tumbuh sedikitnya 128 spesies tanaman beberapa di antaranya belum teridentifikasi, serta tempat hidup habitat bagi 36 spesies burung langka.
Food
You know what ? Malang is blessed with many awesome restaurants and heaps of western ones too.
And still many more. Couldn’t go anywhere due to rain last week in Malang π Didn’t get Bakso Cak Man also …. huaaaaaaa
Yah, kembali cuman bisa menghela nafas kalo ngomongin Pemkot. Mestinya bisa mengayomi rakyat banyak, membuat kota nyaman dihuni. Tapi ternyata yang di ayomi cuman rakyat “bermodal kuat”. Palagi kalo dana dan upeti mengalir lancar. Lancar pula lah proyek yang bersangkutan. EGP mo nyalahin tata kota, ekosistem, ibadah dan lain-lain. Kasus-kasus tukar guling ga jelas n ga transparanpun menggerogoti kotaku tercinta ini. Tanah milik negara yang semula berfungsi sebagai daerah strategis lahan resapan, hutan kota, kantor pemerintahan, dan pengembangan ilmu pengetahuan telah berubah fungsi peruntukan menjadi areal perumahan mewah, pertokoan, mal, hotel, dan restoran fast food.
Sudi Kiranya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besar atas segala kekhilafan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.
Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini di terima oleh Allah SWT..
Selamat Idul Fitri 1426 H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Ma’af Lahir dan Batin