Firefox 10

Jadi, weekend kemarin dengan koneksi internet seadanya saya coba update browser Mozilla Firefox macbook pro ke versi 10. Terbilang cukup telat sih karena rilisnya sendiri sekitar 31 Januari kemarin. Yah apa boleh buat, updatenya saya set manual 🙂

firefox 10

 

Di versi 10 ini Mozilla menawarkan beragam fitur khususnya untuk para web developer, sementara itu untuk pengguna biasa adalah kecepatan update (yang lebih cepat tentunya) dan kompatibilitas yang lebih baik akan add-on add-on yang ada sekarang. Yang dimaksud di sini adalah sebagian besar add-ons Firefox versi 4 ke atas. Add-ons tersebut akan ditandai sebagai “compatible” dengan Firefox 10 secara otomatis. Jadi tidak perlu lagi ada update tambahan dari developernya. Jadi yang sebelumnya sempat ngedumel kalo tiap kali upgrade versi add-ons nya banyak yg ga jalan sekarang boleh cengar-cengir tenang 🙂

firefox 10 addons

Kemudian ada menu Inspect Element seperti yang ada di Google Chrome. Nah ini salah satu tools favorit saya kalo di Chrome, dan ini pasti akan bikin hepi banyak web developer juga. Kalau di versi sebelumnya Firefox sudah dilengkapi dengan Web Console, DOM inspector sederhana. Di versi 10 ini Firefox menyediakan seacam panel terintegrasi untuk developer dengan DOM inspector yang lebih lengkap, juga tool untuk view-modif property CSS. Dan animasi DOM inspectornya lebih keren daripada Chrome 🙂 Ga butuh lagi Firebug kalo kaya gini.

firefox 10 dom

Javascript ScratchPad, javascript editor lengkap dengan syntaxt highlighting-nya. Jadi kita bisa coding jscript langsung testing n lihat hasilnya di halaman web yang kita buat.

Selain itu, FF10 juga telah mendukung CSS 3D transform, full-screen API yang tentunya akan berguna sekali untuk web-based app yang memang butuh kapabilitas full screen supaya lebih optimal. Mirip Safari dengan full-screen support dari OSX Lion. Chrome juga ada sih. Versi berikutnya nanti akan support WebGL buat 3D web app. Kerennnn.

FF10 juga merupakan rilis pertama browser Mozilla yang ditawarkan sebagai Extended Support Release (ESR). Analoginya mungkin mirip dengan Ubuntu Long Time Support (LTS), cuman yang ESR ini kayanya buat setahun ajah. Yah mengingat update cycle Firefox sekarang kan cukup cepat tuh, per 6 minggu.

Notes from Wikufest 2012 – part 1

Tanggal 19 Januari kemarin saya berkesempatan mudik ke kota tercinta Malang.
Yah, walau tak sedingin dulu yang jelas macetnya mau saingan dengan Jakarta 🙂 Mudik kali ini tidak hanya karena long weekend karena ada libur Imlek hari Seninnya, tapi saya dan beberapa rekan membawa misi khusus.

Misi tersebut mempunyai nama WikuFest 2012 atau Wikusama Festival yang di adakan di sekolah kampus STM SMK Telkom Sandhy Putra Malang pada tanggal 20-21 Januari 2012. Wah, Sawojajar telah berubah … drastis.

Wikufest ini adalah sebuah acara yang digagas oleh dan juga merupakan sumbangsing dari para alumni STM (ok, SMK) Telkom Sandhy Putra Malang untuk almamater tercintanya. Wikufest ini lebih semacam festival knowledge sharing yang membahas tentang dunia ICT, berbagi pengalaman hidup para alumni dan juga tren bisnis.

Saya ga akan bertele-tele, rilis resmi latar belakang acara ini bisa baca di sini 🙂

Harapan kami sederhana. Sekedar ingin berbagi wawasan kepada adik-adik kelas akan apa yang ada di dunia luar dinding kampus tercinta ini. Implikasinya semoga jadi dopping penambah semangat, membakar motivasi dan menumbuhkan kreativitas terpendam yang selama ini tidur atau bahkan malu untuk dimunculkan. At the end, these young guns can set their goal of life earlier, so they will have enough to prepare anything for that.

Selain menambah erat rasa kekeluargaan dan saling memiliki antara alumni dan siswa, ini juga jadi ajang latihan bagi kami (well, most of us) untuk publik speaking heheheheh, untuk lebih banyak berbagi. Seperti donor darah lah. Sekian mili yang kita donorkan akan membantu orang lain, sebagai gantinya tubuh kita akan memproduksi darah segar penggantinya *berasa narasi film vampir gini*

Anyway,
Soal skill, adik-adik angkatan 18-19 ini cukup membuat kami terpukau. Awalnya saya pribadi juga Cak Adi Wahyu yang ketum ingin lebih membahas mengenai potensi mobile services. Karena hal ini sepertinya barang baru. Melihat kurikulum kok kayanya berat ke web programing. PHP lagi PHP lagi, saya dah bosen.

Yah dugaan itu benar. Lomba bikin mobile apps untuk printing dari ponsel ke portabel printer gagal karena ga ada yang submit. Tapi … ada tapinya nih. Some of them actually in the process of making the apps. But timeline is too short.
Saat closing acara, ada demo 2 aplikasi mobile yang itu semuanya membuat saya terpukau. Wow!!! Bravo.

Yah, sip lah. Bisa ngomporin adik-adik buat mulai iseng2 bikin sesuatu di ponsel mereka masing. Kalau susah native programming, bisa bikin versi mobile web atau yg hybrid pakai phonegap, sencha atau appcelerator 🙂

Well, animo adik-adik ternyata sangat menggembirakan. Insya Allah ini akan dijadikan acara tahunan. Kita akan coba di 2013 nanti. Terima kasih untuk para panitia, teman-teman alumni. Mohon maaf juga untuk teman seangkatan yang masih saya ledekin. Farisy n Ahot, asline aku ngiri ama kebesaran kalian. Tingkat ketebalan saya ga segitu nambah dibanding jaman sekolah dulu. Hehehehe
Eh iya, ada juga alumni junior yang kena ‘bully’ juga n ternyata taunya dah jadi guru di almamater tercinta ini. Maaf lho, Pak Mas eh Pak YouKnowWho *rofl*

Ulasan yang lebih mendalam bisa baca tulisan-tulisan dari Cak Usma berikut ini
http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/23/selamat-dan-sukses-wikufest-2012/
http://cakusma.blogdetik.com/

Hmm, adik-adik ternyata banyak yang blogging. Tapi kok ga nemu yah postingan yang membahas before-and-after wikusama. Ayo dong pada nulis. Buat masukan untuk kami juga guna mempersiapkan acara berikutnya 🙂

Kamera – Remote – iPhone

Saya asumsikan kalian semua tahu apa itu Flickr, layanan berbagi foto dari Yahoo. Tahukah kalian kamera apa yang paling populer di Flickr?

Nikon? D90 sempat nomor 2 sih
Canon? bukan, walaupun 5D Mark II dah mengambil alih posisi D90
Pentax? ngga
Olympus? apa lagi

Flickr Popular Camera
Yahoo!Flickr 2011-11-13

Jawara kamera di Flickr justru perangkat yang tidak dikategorikan sebagai kamera sama sekali, yaitu iPhone. iPhone 3/3Gs pernah menjadi jawara, dan kini posisinya masih dipegang oleh iPhone4.

Di kategori ‘camera phone‘ iPhone4, iPhone3, iPhone3Gs menduduki 3 besar. Bahkan iPod Touch generasi terakhir yang dilengkapi dengan kamera masuk 5 besar di bawah HTC EVO 4G

Karena populernya iPhone (kamera ponsel pada umumnya) banyak aksesoris yang telah dibuat oleh pihak ketiga. Contohnya adalah lensa tambahan baik itu tele-wide-macro-fish eye. Bahkan ada vendor yang membuat perangkat yang dikhususkan untuk iPhone yang memungkinkan kita untuk menggunakan lensa kamera profesional (seperti lensa Canon/Nikon)

Lihat saja OWLE Bubo + EnCinema atau iPhone SLR Mount

Nah, perangkat produksi Apple selain membuat penggunanya lebih kreatif rupayanya membuat produsen aksesoris juga ikut kreatif -imo- Menyusul aksesoris yang saya sebutkan di atas, Belkin menciptakan sebuah perangkat yang akan membuat para iphoneographer ini akan gembira. Sebuah remote kamera.

Lho? Kan sudah ada berbagai macam aplikasi remote kamera tuh buat iPhone?

Tet tottt…..

As I said before, it’s a device not an app (well +an app actually).

Belkin LiveAction Camera Remote - belkin.com

Belkin menyebutnya ini sebagai LiveAction Camera Remote. Bersama dengan Belkin LiveAction App, para iPhonegrapher dapat secara instan mentrigger iPhone-nya untuk mengambil gambar dengan kamera iPhonenya baik itu foto maupun video via Bluetooth. Dan Belkin ga berhenti sampai situ ajah. Belkin LiveAction App nya sendiri selain dapat digunakan sebagai aplikasi utama pengambilan foto (ga lagi pake CameraApp bawaan iOS), dia dapat juga digunakan untuk terkoneksi dengan perangkat Belkin lainnya seperti LiveAction Camera Grip, LiveAction Camera Remote dan LiveAction Concert Mic.

Dilansir dari Belkin.com, harga perangkat ini adalah $49.99. Sayangnya barang masih belum tersedia, entah kapan. Hmm, harus rajin mantengin belkin.com dan siapin paypal untuk online shopping nih rupanya.

Referensi:

RIM Obral Blackberry PlayBook

Steve Jobs introducing the iPad

Saat Apple meluncurkan iPad pada Januari 2010, pasar kembali terguncang. Definisi tablet (PC) seakan-seakan ditulis ulang dengan iPad sebagai standar acuannya. Banyak pihak kemudian berlomba-lomba mengeluarkan tablet yang diklaim merupakan pesaing bahkan ‘pembunuh’ iPad. Padahal beberapa saat sebelumnya mereka sibuk lomba membuat netbook.

Salah satu yang disebut-sebut sebagai pesaing kuat dan pembunuh iPad adalah Blackberry PlayBook produksi Research In Motion (RIM). Tablet dari RIM ini pertama kali diperkenalkan konferensi Adobe MAX 2010, menggunakan sistem operasi BlackBerry Tablet OS dan dapat menjalankan aplikasi yang dibuat menggunakan Adobe AIR. Adobe mungkin tandem dengan RIM karena sebel pada Steve Jobs yang menjelek-jelekkan flash dan menolak adanya Flash di iOS (iPhone, iPad, iPod) he he he he 🙂

Blackberry PlayBook mempunyai spesifikasi yang lumayan tinggi lho.
Bisa video HD 1080p lengkap dengan micro-HDMI port-nya dan kamera (3MP kamera depan, 5MP kamera belakang). Ukuran layar 7 inchi, resolusi 1024×600 dengan 3D graphics acceleration. Ada sensor InvenSense 6-axis gyroscope, magnetometer, and accelerometer. CPU dual-core Texas Instruments OMAP4430 Processor.

Blackberry PlayBook
image courtesy of ubergizmo.com

Namun sayang sekali, PlayBook justru sepertinya jadi pecundang di pasar tablet. Tidak seperti iPad yang kaya dengan aplikasi dari AppsStore, Playbook justru miskin. Tidak punya native email client, banyak keluhan mengenai overheat dan dead pixel, dan untuk bisa menggunakan BBM, Playbook harus terkoneksi dengan ponsel Blackberry itu sendiri. Dari sisi penjualan, Playbook bisa dibilang hampir gagal total karena targetnya meleset dengan angka lebih dari 90%.

Weleh.

Mengutip artikel Eric Zeman dari InformationWeek, sejak diluncurkan di Apri 2011 RIM telah mengapalkan sekitar 750,000 unit Playbook. Tapi angka penjualannya sampai ke pemakai sendiri tidak diketahui dengan pasti. Beberapa artikel menyebutkan pada Q1 2011 RIM mengapalkan (shipping not selling ya) 500,000 Playbook, tapi di Q2 hanya 200,000 saja. Dikatakan sih sekitar 50,000 Playbook terjual saat hari pertama peluncurannya di April 2011 (termasuk yang pre-sale). Nilai sahampun semakin anjlok. Jadi, perapa yang di gudang dan berapa yang di tangan pengguna, nih? Hard to tell.

Bandingkan dengan statistik penjualan iPad.
300,000 iPad terjual di hari pertama. Dalam waktu 70 hari, Apple berhasil menjual 1juta iPad.
Dan berdasarkan laporan Q4 2011, Apple sukses menjual 11.12juta unit iPad. 166% lebih banyak dibandingkan penjualan tahun 2010 di kwartal yang sama.

Dan sekarang RIM mengobral habis-habisan Playbooknya. Setelah ada potongan harga lumayan besar, kini untuk pelanggan bisnis/korporasi RIM menawarkan paket beli 2 bonus 1 plus tambahan pilihan aksesoris.

Nah, buat para pelanggan bisnis/korporasi RIM yang sekiranya berniat menyumbang, bisa tuh mengambil paket obral PlayBook-nya RIM. Buat pelanggan atau pegawainya 🙂 Tawaran ini hanya berlaku sampai 31 Desember 2011 saja lho. Karena rumornya produksi PlayBook akan dihentikan setelahnya 😛

 

Referensi:

iPod, 10 tahun

Di MacWorld Expo 2001, Steve Job memperkenalkan konsep “Digital Hub“-nya.

“We believe the Mac can become the digital hub of our lifestyle, adding termendous value to our other digital devices”(1)

Dan wujud dari lifestyle dan other digital devices tadi adalah musik (peluncuran iTunes di Januari 2001) dan iPod (diluncurkan pada Oktober 2001). Mungkin lebay, tapi yang baca tulisan saya ini sepertinya nyaris tidak ada yang tidak tahu/kenal/pernah baca mengenai perangkat musik portabel spektakuler keluaran Apple ini.

Pada awalnya iPod hanya dapat terhubung dengan komputer Mac, mungkin sesuai konsep menjadikan Mac sebagai digital hub tadi. Namun Apple tidak bisa tutup mata bahwa pengguna/penikmat musik justru sebagian besar tidak menggunakan Mac 🙂 Jadi pada Juli 2002, Apple meluncurkan iPod generasi ke-dua yang kompatibel dengan Windows dan mampu menampung 4000 lagu dengan kapasitas 10GB. Generasi pertama hanya 1000 lagu dengan kapasitas 5GB.

iPod bukan mp3 player pertama di dunia, tapi Steve Jobs berhasil membuatnya menjadi mp3 player paling sukses di pasar hingga saat ini. Desainnya yang minimalis tapi cantik dan elegan serta fungsionalitasnya mampu mencuri perhatian banyak orang.

Dan bulan ini, iPod telah berumur 10 tahun.

Varian yang ditawarkan makin banyak, baik itu dari segi kapasitas penyimpanan maupun dari inovasi desain fisiknya yang beragam. Dan tampaknya, kotak musik mungil dari Apple ini semakin membuat mp3 player lainnya tenggelam. Terlebih lagi iPod sekarang tidak sekedar hanya music player. Bermain Angry Birds, personal financing sampai mengukur detak jantung bisa dilakukan menggunakan iPod.
Di dusun tempat almarhum nenekku tinggal dulu suka ada pertanyaan

“hondamu mereknya apa?”

Sebegitu identiknya Honda dengan sepeda motor.
Pilih Mana?

Nah, iPod-mu mereknya apa?
Maksudku, iPod tipe apakah milikmu saat ini?

Hehehehehe

(1)Carmine Gallo, The Innovation Secret of Steve Jobs, (McGraw-Hill 2010), 56-57
http://www.youtube.com/watch?v=9046oXrm7f8
http://en.wikipedia.org/wiki/Ipod

Goodbye, Beluga

BelugaMy friend @denisz used to ask me to install multi platform messaging/chat apps.
I remembered that one day he told me to try Beluga — i oftenly spell it wrong as ‘Belagu’ 😛 — on my iPhone
After few weeks trying, we found that Beluga is not good enough or at least not interesting for us anymore.
We now stick to Kik and WhatsApp.

So, why i write about this little whale 2am in the morning?

Some of you may be dont know that Beluga has been bought by Facebook around March 2011.

I think because of Facebook chat only alowing one-to-one chat only, they need a system that will enable the Facebook users to do group chat. And by acquiring Beluga system, the social network giant is getting serious with the idea.

Unlike its past acquisitions, Facebook has acquired both the product and the team of Beluga. Well, there are only 3 ex-Google persons in Beluga team 😛

But today the story has changed.

Beluga app will be shutted down. The little white whale will swim to the sunset.

Acording to Beluga blog,

“Starting November 11, you’ll no longer be able to use Beluga to send messages,
but you can still get to your old messages on the Beluga app and website.
If you want, you can also download an archive of your pods.

On December 15, the Beluga service will shut down completely,
and you’ll no longer be able to access your old pods or messages.”

Is Beluga that bad so Facebook want to kill it? Nope.

I think because Facebook has launched the Facebook Messenger App (based on Beluga tech of course, last update is Oct 26, 2011). The Facebook Messenger App is available for iOS, Android and Blackberry in 22 languanges 😉

That is why they need no whale anymore.

And these are the Facebook Messenger features:

  • Send messages instantly to other friends who have Messenger
  • Chat with friends who are on Facebook
  • Get free push notifications for incoming messages
  • Add location and photos to messages
  • Reach friends via text message if they don’t have Messenger yet
  • Access sent and received messages on both Messenger and Facebook
  • Create group conversations for making plans on the go
  • Add more friends to group conversations at any time
  • Control alert and location settings for each conversation

Bloody Messi! He made hattrick within 15 minutes!

Beluga is now friends with Facebook (http://belugapods.com/fb)
Beluga is swimming into the sunset… (http://belugapods.com/shutdown)

Will you survive, RIM?

RIM,

RIM stock past 12 months, Marketwatch at 2011-10-22 at 6.11.05 PM GMT+7

How will you survive? how will you come back? For me, practically u has nothing but BBM service to be offered. The other fruit logo has outperform you in many ways, big time.