Google Cloud Connect

Google Apps

Video by lifehacker
[tube]http://www.youtube.com/watch?v=ubUFl0wPaeM[/tube]

Google AppsDikutip dari Blog Google, raksasa mesin pencari ini baru saja meluncurkan layanan terbaru mereka, Google Cloud Connect. Layanan ini akan memfasilitasi para pengguna Google (mereka yang punya akun di Google) untuk dapat melakukan sync antara Microsoft Office (Word, PowerPoint, Excel mulai dari Ms Office 2003) dengan Google Docs. Dengan demikian, maka dokumen-dokumen yang disunting menggunakan aplikasi Ms Office di PC dapat di simpan di cloud infrastucture milik Google. Selanjutnya kita dapat mengakses, mengunduh, menyunting dokumen-dokumen tadi dari manapun selama tersambung ke Google (via internet).

Google Cloud Connect ini berupa plugin yang mesti di install di komputer yang menggunakan aplikasi Ms Office dengan sistem operasi Ms Windows. Saat ini, plugin Google Cloud Connect belum/tidak mendukung aplikasi Ms Office di Mac OS.

Yah, sebenarnya ini bukan layanan baru sih. Layanan serupa sudah pernah ada namanya OffiSync.

Social Media is Twitter Until Some Agencies Say Otherwise

Social Media is Twitter

Social Media is Twitter

Jiakakakakakaka

“Social Media is Twitter. Until some agencies say otherwise”

Tweet seorang teman di atas (yg kemudian di RT oleh beberapa teman lainnya) bikin saya ngakak. Tapi kalo dipikir-pikir ya emang itu yang terjadi (di Indonesia, Jakarta) saat ini 🙂 Dan baru sekarang saya nulis soal itu *doh*

Dalam 3 tahunan ini saya banyak ketemu orang, rekan-rekan baru. Dan seperti biasa kami saling bertukar nama (what’s wrong with that anyway?). Satu hal yang saya perhatikan, kebanyakan rekan-rekan baru ini (sebenarnya banyak muka-muka lama sih :P) dari perusahaan yang berkaitan dengan public relation atau brand management. Yang saya simpulkan, most of them sharing same title, Social Media Expert. Saya jadi bertanya-tanya dong, kriteria untuk dapat claim sebagai expertise untuk social media media itu kira-kira apa yah? Perlu ujian sertifikasi kaya Unix admin, network admin, dba atau bahkan bahasa pemrograman khusus gitu kah?

Eh, ternyata ngga seribet itu lho.

Kesimpulan saya, ternyata cukup punya akun twitter dengan follower buanyaakkk, punya Facebook dengan friends yang buanyaaakkkk dan mungkin blog juga 😛 Pintar cuap-cuap is a must. Tapi masa iya sih cuman gitu doang? hehehehehehe.

Masa Social Networking = Social Media = Twittere+Facebook as plain as that?

Nah berikut ini sekedar ulasan ngasal dari saya mengenai Social Media dan Social Networking. Jangan kuatir, ini opini pribadi saya kok. Ndak ada niatan ngoreksi apa yang sudah sampeyan -para expert- klaim selama ini hehehehehehe.

So, what is social media and the social networking about anyway?
Awalnya emang rancu antara kedua terminologi ini.

Dikutip dari wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media
Social media are media for social interaction, using highly accessible and scalable publishing techniques. Social media uses web-based technologies to turn communication into interactive dialogues”

Singkatnya kalo dari definisi bahasa, media itu kan sarana untuk bagaimana berkomunikasi/menyampaikan informasi. Sebuah sistem yang bertujuan untuk menyebarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya. Dalam Sosial Media, setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menghasilkan dan/atau menyebarkan sebuah informasi.

Nah kalau Social Networking?
Kembali mengutip dari http://en.wikipedia.org/wiki/Social_networking
“A social network service is an online service, platform, or site that focuses on building and reflecting of social networks or social relations among people, e.g., who share interests and/or activities.” Jadi layanan yang fokus dalam membangun jaringan/relasi sosial antara orang-orang yang mempunyai kegiatan dan/atau ketertarikan akan hal yang sama. Mereka kemudian berkumpul bersama dan membentuk komunitas sesuai dengan common interest/activities tadi itu.
The clue is common interests and/or activities.
Social Network di-kombo dengan social media tadi itu menciptakan komunikasi 2 arah karena ada interaksi dalam komunitas tersebut akan informasi yang disampaikan.

Nah apa contoh common interest/activities tadi?
Content sharing untuk videos (YouTube, DailyMotion, Vimeo), foto (FlickR, SmugMug,Picasa, Fotolog), music dan playlists (Last.fm, iLike, Deezer), links (Delicious, Magnolia,Reddit) serta dokumen (Slideshare, Scrib, Slideo) ;

Publicatin tools seperti blog (Blogger, Typepad, WordPress), wiki(Wikipedia, Wetpaint,Wikia), microblog (Twitter, Tumblr, Identica), citizen news (Digg, Newsvine, AgoraVox) atau livecast (JustinTV, Ustream, BlogTV) ;

Dan masih banyak lagi lainnya.
Berikut ini adalah gambaran pemetaan social media yang dibuat oleh Fred Cavazza

Social Media Landscape
Social Media Landscape v2.0 oleh fredcavazza.net

Kemudian ada Conversation Prism yang dibuat oleh Brian Solis dan JESS3. Pendekatan dari Brian Solis ini memberikan gambaran akan apa saja yang ada di social media itu sendiri, jenis-jenisnya serta pengelompokannya berdasarkan bagaimana orang menggunakan jenis/kelompok social media itu satu sama lainnya.

The Conversation Prism v3.0
The Conversation Prism v3.0 by Brian Solis & JESS3

Bingung?
Hmmm, iya juga yah. Postingan ini kok jadi terlihat berlepotan gini 😀
coba nonton video dari common-craft ini ajah deh 😀

Social Media
[tube]http://www.youtube.com/watch?v=MpIOClX1jPE[/tube]

Social Networking
[tube]http://www.youtube.com/watch?v=6a_KF7TYKVc[/tube]

Jadi Social Media dan Social Networking itu hal yang berbeda tapi saling tersambung, saling membutuhkan satu sama lain.
Social Media != Twitter
Social Networking != Facebook+Twitter only
Dan sayangnya banyak -expert- yang benar-benar rancu dan susah bedain kedua hal tersebut 🙂

Moga-moga agensi perusahaan ga clueless deh soal ini …

*srotttt* pilek itu menyiksa, jendral

ref:
http://www.wikipedia.org
http://www.fredcavazza.net
http://www.theconversationprism.com
http://goo.gl/zFDRt socialmediatoday.com
http://goo.gl/pZaZ5 cohenside.blogspot.com
http://goo.gl/bIiKZ webmaster9.com
http://goo.gl/l5MXE virtualsocialmedia.com
http://goo.gl/KO2LU ezinearticles.com

Google Apps

Google Apps

Google Apps

Dalam acara Telkomsel CBS (Corporate Business Solution) Sales Exhibition 2010 Oktober 2010 kemarin, Telkomsel mengambil tema Personalization® for Integrated Solution. Salah satu highlight dari acara yang dilakukan di 3 kota ini (Medan, Surabaya, Makassar) adalah kerjasama Telkomsel dengan Google untuk layanan Google Apps bagi pelanggan Telkomsel.

Ada yang tahu Google Apps itu apa?

Google Apps adalah kumpulan layanan berbasis web/internet yang disediakan oleh Google yang fungsinya mirip dengan aplikasi perkantoran. Layanan ini meliputi Email (Gmail), Calendar, Talk, Video, Docs dan Sites.

Nah dengan Google Apps ini, perusahaan (baik skala kecil s/d besar atau bahkan perorangan) dapat melakukan penghematan akan keperluan infrastruktur TI (Teknologi Informasi).
Kenapa?
Dengan era cloud-computing saat ini, Google menawarkan infrastruktur termasuk aplikasinya dalam satu paket. Untuk punya layanan messaging dan collaboration di atas, kita ga perlu perangkat keras (server, storage, dll) maupun perangkat lunak khusus untuk itu. Kebutuhan administrasinya pun minimal, sehingga menciptakan penghematan waktu dan biaya yang sangat besar bagi bisnis. Google sendiri menawarkan layanan ini dengan SLA hingga 99.9%, jadi pengguna akan lebih produktif dan kekhawatiran tentang penghentian operasional sistem akan berkurang.

Berikut ini video mengenai pengenalan akan Google Apps

[tube]http://www.youtube.com/watch?v=kJT3pagjd8s[/tube]

Berapa?

Ya, ujung-ujungnya emang duit 🙂 Tapi sebelum membahas itu perlu saya sampaikan kalo Google Apps ini punya 4 versi.

  • Google Apps – gratisan, mungkin cocok untuk penggunaan personal/rumahan atau kelompok dengan maksimal 50 user. Tapi ga dapat SLA 99.9% dan beberapa fitur lainnya.
  • Google Apps for Business – menawarkan email 25GB/user, SLA jaminan 99.9% uptime, kemampuan migrasi data, advanced management tools, support via telpon, fitur keamanan dll.
  • Google Apps for Government sepertinya untuk pemerintahan.
  • Google Apps for Education mirip seperti Google Apps for Business tapi untuk institusi pendidikan dan lembaga non-profit

Perbandingan dari tiap versinya tersebut dapat dilihat di sini

Dikutip dari laman Google Apps for Business, biaya untuk menggunakan layanan Google Apps (untuk Business) ini sebesar USD 50 tiap pengguna, tiap tahunnya. Jika sebuah perusahaan misalnya punya 50 pegawai, biaya tahunannya ya sekitar USD 2,500. Nah, kalau perusahaan tersebut harus setup server sendiri, sewa lokasi datacenter, belum lagi kalau pakai aplikasi propritary seperti kombo Ms Windows Server + Ms Exchange + Firewall + Anti virus + Ms SQL Server dll, waaah ga kebayang deh abis berapa. Beberapa ulasan sih penghematan bisa sampai USD 30,000 (bergantung ke kebutuhan juga, bisa lebih banyak lagi).

Sebagai ilustrasi bisa akses ke sini untuk perbandingan biaya yang dapat dihemar atau ke situ untuk migrari dari Exchange atau  di sana untuk pengguna Lotus Notes.

Saya sempat meyinggung di awal mengenai kerjasama Telkomsel – Google untuk memasarkan layanan Google Apps ini. Nah, saya belum tahu skema harga yang ditawarkan Telkomsel-Google Apps nanti kaya gimana. Tapi semestinya bisa lebih murah ga sampe USD 50/user/tahun. Info yang lebih valid soal Telkomsel-GoogleApps ini bisa kontak ke sini ajah deh 🙂

Telkomsel sendiri saat ini sudah meluncurkan beberapa layanan yang menggunakan Google sebagai backend-nya. Diantaranya adalah Google Maps dan Google SMS Translator.

Berita terbaru dari Google adalah …. jreng jrenggggg … tadaaaa…
Layanan dalam paket Google Apps yang diberikan Google bertambah hingga 10 kali lipat lho!!! Jadi sekarang kira-kira ada 60 aplikasi dalam paket layanan Google Apps. Wow!

Apa ajah?

Walah buanyak, ada AdSense, AdWords, Alerts, Analytics, Maps, Checkout (ini menarik buat e-commerce), Places (kombo ma Maps n GIS) sisanya lihat sendiri di sini.

Kalo ga nyoba sendiri emang bakal penasaran lho 🙂 Kan ada versi gratisnya juga tuh. Kalo emang pingin manfaat lebih, baru deh itung-itungan biaya tambahannya 🙂

Layanan Info Lokasi – TELKOMSEL LACAK

Telkomsel Lacak

Telkomsel LacakTelkomsel baru saja meluncurkan layanan info lokasi mobile pertama di Indonesia bernama Telkomsel Lacak. Dengan mengakses layanan ini langsung dari ponsel, pelanggan dapat mengetahui lokasi fasilitas-fasilitas umum terdekat dengan lokasinya pada saat itu.

Seringkali pengguna ponsel mengalami kendala dalam mencari lokasi fasilitas umum, seperti lokasi rumah makan, tempat ibadah, ATM, atau SPBU yang terdekat dengan lokasinya. Kini pelanggan bisa mengetahui lokasi secara langsung via ponsel dan juga fasilitas-fasilitas umum yang ada di sekitarnya, serta melihat peta dari lokasi tersebut. Telkomsel Lacak merupakan solusi tepat bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lokasi secara cepat dan mudah ketika sedang mobile.

Telkomsel Lacak menampilkan tempat-tempat menarik yang terdekat dari posisi di mana kita berada. Dengan teknologi Location Based Service, aplikasi Telkomsel Lacak dapat mengetahui posisi kita berada, bahkan ketika GPS (Global Positioning System) sedang tidak aktif. Secara otomatis Telkomsel Lacak memanfaatkan informasi dari BTS (Base Transceiver Station) terdekat.

Telkomsel Lacak memanfaatkan aplikasi Google Maps untuk memudahkan pencarian alamat secara visual. Selain menampilkan lokasi di mana kita berada saat ini, Telkomsel Lacak juga menampilkan tempat-tempat menarik atau point of interest (POI) di sekitar lokasi kita. Saat ini Telkomsel Lacak menyediakan informasi lebih dari 200.000 POI.

Untuk mengaktifkan layanan ini, cukup tekan *123*55# lalu OK/yes, kemudian pilih menu ’download’. Pelanggan akan memperoleh SMS notifikasi berisi link untuk mengunduh aplikasi Telkomsel Lacak. Khusus untuk ponsel Android, Telkomsel Lacak juga dapat diunduh di Android Market pada menu Lifestyle. Setelah proses pengunduhan, selanjutnya pilih paket harian Rp 1.000 per hari atau paket mingguan Rp 5.000 untuk pemakaian 7 hari. Biaya tersebut sudah termasuk unlimited layanan data untuk mengakses aplikasi Telkomsel Lacak.

Berbagai fitur yang terdapat di dalam Telkomsel Lacak adalah:

  • Home, menyediakan info 20 tempat atau fasilitas umum terdekat dengan lokasi pelanggan berada
  • Map, menampilkan peta alamat dari lokasi yang dipilih
  • Browse, menyediakan fitur info tempat atau fasilitas sesuai dengan 20 kategori yang tersedia, antara lain: akomodasi (hotel, penginapan), bisnis (bank, perkantoran) telekomunikasi (akses internet wireless atau hotspot), edukasi (sekolah, kampus), hiburan (bioskop, tempat pertunjukan)
  • Tools, menampilkan info bantuan (info mengenai aplikasi Telkomsel Lacak), call center (info layanan pelanggan Telkomsel), dan program promo yang sedang diadakan Telkomsel

Pengguna Telkomsel Lacak juga berkesempatan memperoleh penawaran khusus dan diskon hingga 50 persen dari 214 merchant rekanan Telkomsel yang terdiri dari restoran, kafe, shopping boutique, pusat kesehatan dan kecantikan, resort, dan hotel yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Layanan Telkomsel Lacak dapat dinikmati seluruh pelanggan Telkomsel, baik kartuHALO, simPATI, maupun Kartu As, yang menggunakan ponsel bersistem operasi Java, Symbian, Android, dan MTK, seperti: Nokia, Motorola, Sony Ericsson, LG, HTC, Nexus One, Samsung, dan Nexian. Ke depannya, Telkomsel akan mengembangkan aplikasi Telkomsel Lacak agar dapat digunakan di smartphone lainnya, seperti: BlackBerry dan iPhone.

Telkomsel Lacak merupakan aplikasi pengembangan dari layanan info lokasi yang sebelumnya telah dihadirkan melalui menu browser *250#. Dengan layanan berbasis SMS dan MMS tersebut, pelanggan bisa melacak lokasi pengguna ponsel lain, memperoleh informasi lokasi fasilitas umum dan jadwal sholat sesuai lokasi, serta menggunakan layanan kencan dengan pasangan (mobile dating service). Kini layanan info lokasi Telkomsel telah digunakan sekitar 4 juta pelanggan.

Kategorisasi Fasilitas Umum dalam Layanan Telkomsel Lacak

ID Kategori Fasilitas Umum
1 Accommodation hotel, tempat penginapan
2 Businesses bank, pabrik, perkantoran
3 Telecommunications titik akses internet, telepon umum, wireless LAN hot spot
4 Education sekolah, kampus
5 Entertainment bioskop, tempat pertunjukan, klub malam
6 Food and drink rumah makan, kafe, bar
7 Geographical locations kota, pusat kota
8 Outdoor activities tempat berkemah, kolam pemancingan, taman bermain anak
9 People rumah saya, rumah teman saya, tempat favorit orang-orang terdekat
10 Public services kantor informasi publik, kantor pemerintahan, perpustakaan, kantor pos, rumah sakit, kantor polisi
11 Places of worship gereja, masjid
12 Shopping pasar, apotek, pusat perbelanjaan, mall
13 Sightseeing monumen, museum
14 Sports pusat olahraga, stadion, tempat bermain boling, golf
15 Transport bandar udara, halte bus, pelabuhan, stasiun kereta, tempat peristirahatan
16 SPBU pom bensin
17 ATM ATM
18 Posko Mudik posko yang menyediakan penjualan kartu perdana dan layanan isi ulang pulsa
19 Bengkel bengkel mobil, bengkel motor
20 GraPARI Telkomsel pusat pelayanan pelanggan Telkomsel

sumber: Corporate Communication Telkomsel

Tuh kan, The New iPod Touch 4G

Tahu perangkat ini?

iPod Touch 3rd Gen
iPod Touch 3rd Gen - apple.com

Yak, yang satu ini emang dikenal luas, apalagi dikalangan pecinta gadget dan musik (juga game) pasti pada tahu,  Apple iPod Touch 3G (3rd Generation – Generasi ke-3).
Kamu punya?
Saya pernah punya, 64GB nyicil dari belibarang.com hehehehehe (lebih murah 250ribu++ dari pasar plus cicilan 6x bunga 0% pula pake citibank). Sayang barangnya ilang padahal cicilan belum lunas. Sepertinya saya ini emang ga ditakdirkan untuk dapat nikmatin gadget milik ndiri. Nasib, nasib …

Anyway, gara-gara kehilangan barang, saya pasti langsung jadi ilfil untuk ngeliat palagi membeli barang yang sama lagi.Namun tanggal 1 September kemarin Om Steve Jobs kembali bikin ulah dengan meluncurkan ini.
The Apple iPod Touch 4G

Tuh kan…. nyebelin.
Sebenarnya rumor mengenai apa/bagaimana fitur baru dari iPod Touch generasi 4 ini dah bisa ditebak banyak orang. Kenapa? Karena hebohnya berita tentang prototype iPhone-4 yang dilansir gizmodo sekitar bulan April 2010 lalu. Dari gonjang-ganjing iPhone itu, bermunculanlah rumor mengenai the next iPod Touch berkamera. Misalnya:

iPod Touch 4 - apple.com

Dan 1 September kemarin semua rumor terjawab.

Nah mari kita ulas satu per-satu
Harga

Dari sisi harga, ini yang suka bikin nyesek orang yang ga sabaran. Harga iPod Touch 4G bisa dibilang sama dengan pendahulunya.
Dikutip dari store.apple.com
8GB – USD 229
32GB – USD 299
64GB – USD 399

Tinggal kalikan ajah dengan kurs US dollar saat ini. Misal 9100, berarti yg 64GB itu seharga IDR 3,630,900. Wow beda kurang dari IDR 20,000 dari harga di belibarang.com waktu itu *nasib, nasib ….*

Fitur

Seperti yang sudah menjadi rumor beberapa bulan sebelumnya, iPod Touch 4G ini punya kamera depan dan belakang + Layar Retina seperti di iPhone 4. Yang belum pernah nyobain/liat resolusi 960×640 pixel Retina Display di iPhone4 pasti ga akan bisa merasakan betapa kinclongnya tampilan layarnya.
Body masih mirip dengan pendahulunya, tanpa sudut. Tidak model “kotak” seperti halnya iPhone 4. Terobosan lainnya adalah ketebalan dan berat iPod Touch 4G ini berkurang 15% dibanding yang 3G. Wow.
Nah ini pasti bakal bikin sebel pabrikan pembuat aksesoris 😛 Dah ada kamera depan belakang, lebih tipis 15% pula. Kalo cuman kamera doang sih, yang dah punya model switch easy, otter, zagg n sejenisnya bisa kreatif dikit dengan ngebolongin ajah case tempat kamera terletak. Lha tipisnya ini yang susah diakalin.
Fitur selanjutnya adalah dengan adanya kamera tadi, iPod Touch 4G memungkinkan kamu untuk dapat merekam video, seperti Nano video. Cuman yang ini kelasnya 720p HD video. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Apple Face Time untuk video-call (via WiFi tentunya) dengan teman kamu sesama pengguna iPod Touch 4G dan juga iPhone 4.
Kayanya layanan video call bakal naik daun justru gara2 iPod Touch 4G + iPhone 4 deh dibanding gadget2 GSM pendahulunya 😛
Spesifikasi teknis iPod Touch 4G ini hampir ga ada bedanya dengan iPhone 4 lho.
CPUnya sama-sama pake A4 chip seperti iPhone. Ada integrated gyroscope untuk kendali game yang lebih nyaman. The Wi-Fi antennanya bisa 802.11n di 2.4GHz. LCD nya sudah saya sebutin di atas. 3.5″ Retina Display dgn resolusi 960×640.

Dari segala fitur “wow” di atas, ada beberapa catatan terhadap iPod Touch 4 ini. Jadi jangan keburu “wow” dulu. Disadur dari ilounge.com. Fitur wow tapi yang ternyata garing itu adalah …. KAMERA-nya
Kemampuan kamera belakang iPod Touch 4G ini hanya 0.69 Megapixels (960×720) untuk foto, dan 0.92 Megapixels (1280×720) untuk video. Kamera depannya hanya kualitas VGA (kaya N73 yg pernah saya punyai) Tettereeeeeetttt
Banyak situs yang mengulas kamera iPod Touch 4G ini, tinggal googling ajah. Tapi untuk awal bisa baca artikel ini.

Nah yang belum punya iPod Touch n berencana beli, sabar dulu. @iBoxIndonesia di salah satu postingan twitternya mengatakan kalo iPod genereasi baru (Touch, nano, shuffle) akan masuk Indonesia akhir tahun nanti. Sekalian buat gadget tahun baruan tuh 🙂

Berikut cuplikan youtube video berkenaan dengan iPod Touch 4G

New iPod Touch 4G from Apple’s September 1st Live Event
[tube]http://www.youtube.com/watch?v=XW9ghPSmN20[/tube]
New HANDS ON iPod Touch 4g With Camera (4th generation)
[tube]http://www.youtube.com/watch?v=iowoHnI3a2E[/tube]

*all images taken from apple.com

iMac Touch Screen

Kita dah lihat yang ini

ipod-touch-8gb
iPod Touch - iPhone

Trus ini

iPad

Nah kemudian…

Perhatikan video di atas baik-baik. Keren bukan?

Nah banyak rumor telah beredar berkenaan dengan iMac Touch seperti di atas. Apple sendiri  mengajukan paten untuk teknologi iMac berlayar sentuh itu sejak 2008. Dan paten itu sepertinya sedang diajukan kembali awal tahun ini.

Rumornya (lagi) akhir 2010 ini akan muncul iMac 22″ dengan mode touchscreen tadi.

Jadi apa dong namanya? MacTouch? iMacTouch? touchiMac?

Kembali ke video di atas.

iMac 2009

Bukan, itu bukan iMac touchscreen (not even Apple’s prototype) yang bakal keluar seperti yang saya sebutkan di atas. Video di atas adalah demonstrasi dari sebuah produk add-on untuk iMac bernama trolltouch. Seperti yang bisa dilihat, kamu bisa bermain touch screen dengan device ini. Cuman ya itu, kamu perlu sedikit membongkar iMac kamu to make it happen.

iMac 22″ yang digosipkan itu akan native touchscreen dan kabarnya pula ada unsur iOS4 di sana untuk orientationnya. Jadi layar mungkin bisa diputer-puter dan orientation objectnya akan ngikut posisi layar. Jadi semacam jumbo iPad 😛

Gambar dari PattenlyApple ini mungkin bisa sedikit memberikan ilustrasi bakal kaya gimana iMac Touch itu nantinya 🙂

iMac Touch - patentlyapple.com
iMac Touch - patentlyapple.com

Apple’s iMac Touch Technology Surfaces in Patent
Apple Patents Point to Future iMac Touch Display
The Mother Lode: Welcome to the iMac Touch
Apple Patent Filing Shows Touch-Enabled iMac, MacBook
Apple iMac Touch-Screen Patent: Brilliant Concept or Crazy Idea?

Multitouch Support di Ubuntu 10.10

Ubuntu
Ilustrasi Multi Touch dari geekyard.com
Ilustrasi Multi Touch dari geekyard.com
Ubuntu
Ubuntu

Nah ini dia. Melalui blog pribadinya  dan juga perusahaannya, Mark Shuttleworth mengumumkan bahwa dukungan akan fungsi multi-touch di Ubuntu 10.10 yang diberinama uTouch 1.0. Hal ini akan membuat Linux menjadi semakin kompetitif setelah fungsi serupa digunakan Mac OSX dan juga Windows 7.

Yang menarik juga dari berita ini, Mark menyebutkan bahwa tim Ubuntu telah menciptakan “bahasa” sendiri untuk keperluan multi-touch ini. Hasilnya diharapkan akan menjadi standar baru aplikasi berbasiskan gesture multi-touch di dunia Linux khususnya.

Our multi-touch team has worked closely with the Linux kernel and X.org communities to improve drivers, add support for missing features, and participate in the touch advances being made in open source world. To complete the stack, we’ve created an open source gesture recognition engine and defined a gesture API that provides a means for applications to obtain and use gesture events from the uTouch gesture engine.

API di atas saat ini sudah dirilis di Launchpad dengan mengadopsi lisensi GPLv3 dan LGPLv3.

Dengan hadirnya uTouch di Maverick Meerkat (codename Ubuntu 10.10), maka penetrasi Linux di pasar desktop maupun mobile device diharapkan akan semakin meningkat. Fakta saat ini menunjukkan bahwa kemampuan multi-touch khususnya di mobile device adalah sesuatu yang sangat mutlak. Di desktop sendiri yang saya tahu Mac yang mempelopori penggunaannya (cmiiw, i’m fully using Mac for the last 5 years, dont know much anymore about PC news)

Jadi, multitouch itu sebenarnya apaan sih?
Detil mengenai multitouch mulai sejarah awal hingga perkembangannya sampai saat ini dapat dibaca di Wiki::Multi-Touch. Namun secara garis besar bisa saya katakan bahwa multi-touch itu adalah

sebuah enhancement dari teknologi layar sentuh (touch screen) saat ini. Teknologi ini akan memungkinkan pengguna untuk menggunakan 1 jari atau lebih pada saat bersamaan untuk menyentuh layar yang akan membuatnya menjalankan fungsi yang berbeda. Tergantung kombinasi jari yang digunakan serta gerakan jarinya.

Masih ga jelas?

Contoh yang paling banyak dikenal orang pengenai penerapan multi-touch ini adalah saat Apple meluncurkan iPhone, iPod Touch dan juga memperbaiki jajaran trackpad MacBook Pro (khususnya yang unibody) dengan kemampuan ini. Terakhir adalah Apple Magic Mouse dan Magic TrackPad. Dengan perangkat-perangkat Apple tadi (katakanlah contohnya iPhone), kamu bisa menggunakan jari 2 jari dan gerakan mencubit untuk mengecilkan (zoom-out) gambar. Gerakan sebaliknya akan membersarkan gambar (zoom-in). Ponsel-ponsel Android sendiri kini juga  dilengkapi dengan kemampuan multi-touch ini di Android 2.0/2.1 (di versi sebelumnya juga udah ada sih, cumah didisable di level kernelnya).

Di MacBook Pro, gerakan 4 jari digeserkan serentak ke atas akan menyingkirkan semua window aktif dari layar Anda. Gerakan sebaliknya (4 jari geser ke bawah) akan mengembalikan semua window aplikasi yang tadi “tersingkir” kembali ke posisi semula.

Nah keren kan? We’ll see the next enhancements from Linux-Open Source World.