T-Cash Tap & Go

T-Cash

Apa itu t-cash?

T-Cash atau Telkomsel Cash adalah suatu layanan yang memungkinkan pelanggan untuk menggunakan mobile phone-nya (MSISDN) melakukan transaksi seperti pembelian,  pembayaran, dan lain sebagainya. Layanan baru ini dapat dinikmati melalui dua cara, yaitu secara offline atau secara online. Secara offline, pelanggan dapat menggunakan kartu yang berisi sejumlah nilai uang, yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi pada merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan Telkomsel. Secara online, layanan ini dapat dinikmati melalui USSD, SMS.
(http://www.telkomsel.com/web/tcash)

T-Cash

Singkatnya, T-Cash ini adalah layanan mobile wallet atau electronic money. Di asia, layanan serupa banyak di-implementasikan di Jepang, Hongkong, Filipina. Cuman kalo di Jepang mungkin menggunaan RFID yang either “ditanam” di simcard atau di ponselnya, Telkomsel menggunakan teknologi yang sudah ada dan dikenal masyarakat yaitu SMS dan USSD. T-Cash sendiri mulai diperkenalkan ke pasar Indonesia oleh Telkomsel sekitar tahun 2007 lalu.

So, what’s new from T-Cash?

Artikel berikut ini diambil dari hotnews internal Telkomsel.

Kini bertransaksi lewat T-Cash menjadi lebih mudah dan cepat berkat inovasi baru, yakni Tap & Go. T-Cash Tap & Go memungkinkan kita untuk melakukan pembayaran via ponsel dengan cara menempelkan (tap) ponsel kita (yang sudah terdapat kartu T-Cash Tap & Go di dalamnya) ke reader/ EDC kartu yang ada di merchant, sehingga proses pembayarannya mirip bar code scanning oleh kasir di sejumlah supermarket.

T-Cash Tap & Go sendiri sebenarnya merupakan SIMcard yang memiliki fitur tambahan, yang memungkinkan transaksi pembayaran dan pengisian ulang pada merchant T-Cash Tap & Go. Dengan kartu ini, kita tetap dapat menggunakannya untuk berbagai fungsi normal, seperti: voice call, SMS, MMS, internet (browsing, chatting, facebook, dsb). Saat ini TCASH Tap & Go ada di fase trial yang ditujukan kepada pelanggan yang berlokasi di Bintaro dan sekitarnya. Tujuan dari trial ini adalah untuk mendapatkan saran dan masukan mengenai teknologi baru ini sebelum di pasarkan.

Kartu T-Cash Tap & Go dapat digunakan oleh tipe atau merk ponsel apapun. Layaknya SIMcard pada umumnya, untuk dapat menggunakan kartu ini maka kita harus memasukkannya ke dalam slot SIMcard pada ponsel kita.

Pelanggan tidak dikenakan biaya apapun untuk bertransaksi dengan T-Cash Tap & Go. Batasan maksimal saldo kartu adalah Rp 1.000.000 (sesuai ketentuan Bank Indonesia) dan tidak ada batas minimal saldo, sehingga kita dapat melakukan transaksi sampai saldo nol.

Dengan menggunakan kartu T-Cash Tap & Go, kita dapat menikmati fitur-fitur sebagai berikut:

  • Transaksi pembayaran
  • Isi uang elektronik, dengan minimum top up sebesar Rp 50.000.
  • Cek saldo
  • Mengecek history transaksi
  • Mengecek berhasil atau tidaknya sebuah transaksi yang telah dilakukan
  • Ganti PIN kartu T-Cash Tap & Go

Partisipan T-Cash Tap & Go sudah dapat bertransaksi di sejumlah merchant sebagai berikut:

Nama Merchant Lokasi
Solaria Pdk Indah Mall, Bintaro Plaza
Excelso Cilandak Town Square
Pizza Hut Bintaro Plaza dan Jl. Veteran Deplu, Pdk Indah Plaza
Toko Kue Soes Merdeka Jl. Serpong No. 18, BSD
Gulali City Plaza, Jl. Jend Gatot Subroto
Bakmi Japos Bintaro Sektor 7
OK’z Cafe Bintaro Sektor 7
21 Cineplex Epicentrum, HR. Rasuna Said Kuningan
Gorjes Salon Jl. Senopati
Cling Carwash Jl. Kesehatan, Bintaro Sektor 1
Indomaret Jl. Maleo, Bintaro Sektor 9, Versailes Serpong, Ancol 1

Telkomsel Blackberry Photo & Theme Contest

Buat para pelanggan Telkomsel baik prepaid maupun postpaid yang menggunakan service/layanan Blackberry Telkomsel, ada woro-woro nih.

Telkomsel Blackberry Photo & Theme Contents
Telkomsel Blackberry Photo & Theme Contents

Telkomsel melalui Blackberry Communitynya mengadakan lomba foto menggunakan handheld blackberry yang kamu pakai sekarang ini. Hasil tentu ga akan sebagus kalo via kamera yang seharusnya, namun kata “hasil” di sini kan punya berbagai interpretasi :). Menurut saya sih kekuatan “hasil” foto via kamera BB ini lebih ke arah komposisinya nanti. Nah ini akan jadi tantangan buat kamu semua pemakai BB khususnya pengguna layanan Blackberry Telkomsel untuk meraih hasil foto yang maksimal.

Perlu dicatat pula, program tersebut merupakan program kompetisi yang diperuntukkan khusus member Telkomsel BlackBerry Community dengan cara mengirimkan foto dan atau theme hasil karya sendiri yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Kompetisi ini hanya diperuntukan bagi pelanggan Telkomsel, baik paket BIS atau BES yang sudah menjadi member Telkomsel BlackBerry Community.

Berikut ini mekanisme untuk mengikuti kompetisi foto & theme tersebut:

  1. Mendaftar terlebih dahulu untuk menjadi member Telkomsel BlackBerry Community dengan mengakses http://blackberry.telkomsel.com/user/community
  2. Bergabung di milist tsel-bb@yahoogroups.com
  3. Mengirim karya foto melalui alamat email: kompetisifoto@tsel-bb.com, dengan subject KOMPETISI FOTO. Sedangkan karya theme dikirim ke alamat email: kompetisitheme@tsel-bb.com dengan subject KOMPETISI THEME, dengan menyertakan judul foto/ themes, nama peserta, PIN BB, no HP dan alamat email milis.
  4. Peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal dua buah foto dan dua buah themes.
  5. Foto dan theme harus sesuai dengan tema yang ditentukan.
  6. Foto dan theme adalah karya milik sendiri dan belum pernah memenangkan lomba serta belum pernah dipublikasikan.
  7. Foto adalah original hasil dari kamera BlackBerry dan tidak dilakukan editing.
  8. Foto dan theme tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
  9. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan.
  10. Foto dan theme yang dikirim oleh peserta menjadi hak milik Telkomsel.
  11. Tidak berlaku bagi karyawan Telkomsel.

Periode program ini berlaku pada 1–31 Juli 2010, di mana periode pengumpulan 1–25 Juli 2010, serta periode penjurian & polling 26 – 31 Juli 2010. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 7 Agustus 2010. Supaya kompetisi ini tambah semarak, ajak juga keluarga, rekan, dan kerabat terdekat yaa…

Sumber:

Corporate Communication Telkomsel
Community Management & New Segment Telkomsel

YouTube was Hacked

Tahukah kamu kalau situs video sharing terkemuka saat ini, YouTube, kena hack hari Minggu kemarin? Serangan ini memanfaatkan celah XSS dan menjadikan bagian utama halaman youtube tempat orang memberikan komentar sebagai sasaran.

Serangan tersebut akan memanfaatkan cookies yang ditinggalkan oleh pengunjung halaman youtube yang terinfeksi, namun perwakilan dari Google seperti yang dilansir di networkworld.com diklaim tidak akan dapat digunakanu untuk mengakses akun Google milik korban. Untuk tindakan pencegahan, para pengguna YouTube diminta untuk log-out akunnya sebentar kemudian log-in lagi.

Si hacker rupanya sedang gemas dengan Justin Bieber, sehingga sasaran serangan ditujukan ke halaman-halaman youtube yang memuat video tentang penyanyi abg yang sedang naik daun tersebut. Jadi saat user mengakses halaman yang sudah terinfeksi tersebut, dia akan mendapatkan message pop-up ga jelas mengenai si Justin dan juga browser akan diarahkan ke situs-situs dewasa (baca: porno).

Segera untuk mengatasi hal tersebut, Google mengatakan bahwa bagian komentar YouTube sementara ditutup. Google sudah merilis fix untuk kasus ini dan sekarangpun bagian komentar YouTube sudah dimunculkan kembali 🙂

Telkomsel LTE – Flashback 1G/2G/3G

Mengacu ke postingan sebelumnya mengenai LTE (Long Term Evolution) yang baru saja di-launching R&D nya oleh Telkomsel, mungkin banyak diantara kita yang masih bertanya-tanya. Apaan sih LTE itu? Nah di sini saya akan coba share mengenai LTE, pengelan ajah ga menjurus ke teknikal (krn saya juga ga mendalami ini ^_^) plus roadmap Telkomsel berkenaan dengan teknologi broadband seperti yang dipresentasikan di Gran Melia minggu lalu.

Nah, sebelum membahas mengenai LTE ada baiknya kita flashback dulu ke saat dimana layanan komunikasi data mulai dikenalkan di dunia wireless terutama GSM. Kalo sekarang mungkin banyak di antara kita mengenal istilah 2G, 2.G, 3G, 3.5G maka saya akan coba analogian perkembangan teknologi ponsel berdasarkan itu pula

1G (Generasi Pertama)

Ini adalah generasi pertama dari layanan telepon nirkabel. Teknologi yang digunakan masih menggunakan standar telekomunikasi analog (signalling radionya) dan mulai diperkenalkan sekitar tahun 1980-an. Dari 1G ini terdapat beberapa standar perangkat telko yang muncul. Contohnya NMT (Nordic Mobile Telephone), digunakan dinegara-negara Nordic seperti Swiss, Belanda, Eropa Timur dan Rusia. Kemudian ada AMPS (Advanced Mobile Phone System) banyak digunakan di Amerika dan Australia, TACS (Total Access Communications System) di Inggris in the United Kingdom dan ada beberapa lagi. Di Jepang pun punya standar sendiri.

Di Indonesia pada era akhir 90an seingat saya ada beberapa operator AMPS yang cukup dikenal pada jamannya. Seperti Komselindo, Mobisel, Telesera dan Metrosel.

2G

Evolusi berjalan kemudian lahirlah “duaji” (hehehehe) 2G, generasi kedua dari jaringan teknologi telepon nirkabel. Di era 2G ini, teknologi yang digunakan dikelompokkan menjadi 2 group besar berdasarkan multiplexing sinyalnya. Pertama adalah TDMA (Time Division Multiple Access) dan CDMA (Code Division Multiple Access).

Turunan dari TDMA ini contohnya adalah GSM, nah mestinya dah pada tau dong operator GSM di Indonesia apa ajah. Salah satu contohnya ya Telkomsel yang baru kick off RnD LTE tempo hari 🙂 GSM sendiri diperkirakan menyumbang sekitar 80% dari total pengguna telepon seluler di dunia saat ini.

CDMA tentu juga pada tahu dong. Belum? wah, Telkom Flexi, Indosat StarOne, Esia, Mobile-8 Fren dan Smart Telecom itu contoh operator CDMA di Indonesia.

Nah beda antara TDMA dan CDMA sendiri apa?

TDMA (Time) – 1 kanal frekuensi dipakai oleh beberapa pengguna dengan cara slot waktu yang berbeda. Teknologi TDMA membagi sebuah frekwensi radio menjadi beberapa slot waktu dan kemudian mengalokasikan masing-masing slot tersebut untuk banyak panggilan (multiple calls). Dengan metode ini, satu frekwensi dapat melayani banyak kanal data secara simultan.

CDMA (Code) –  menggunakan teknis penyebaran spektrum. CDMA tidak mengalokasikan frekuensi khusus untuk setiap penggunanya saat melakukan maupun menerima panggilan. Pada teknologi CDMA, beberapa pengguna bisa dilayani pada waktu bersamaan dan frekuensi yang sama, dimana pembedaan satu dengan lainnya ada pada sistem coding-nya, sehingga penggunaan spektrum frekuensinya teknologi CDMA sangat efisien.

2.5 G

Istilah 2.5G adalah batu loncatan antara transisi teknologi selular 2G ke 3G. Era ini ditandai dengan dikenalkannya General Packet Radio Service (GPRS) ke pasar komersil. Jaringan CDMA2000 juga berkembang melalui pengenalan 1xRTT. Jadi 2.5G ini kasarnya adalah layanan selular yang dikombinasikan dengan peningkatan kemampuan transmisi data. Kecepatan akses data via GPRS ini antara  56 kbit/s s/d  115 kbit/s (rata-rata mungkin di 60kbit/s). Hal ini dapat digunakan untuk mengkonsumsi layanan seperti akses WAP, Multimedia Messaging Service (MMS), dan untuk layanan komunikasi Internet seperti email dan akses web. Ponsel GPRS ku saat itu Ericsson R320s dan Nokia 6600 🙂

2.75G

Di sini EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution) dikenalkan. EDGE distandarisasi oleh 3GPP sebagai bagian dari keluarga GSM, dan ini merupakan upgrade yang menyediakan meningkat tiga kali lipat kapasitas potensial dalam jaringan GSM / GPRS. Transfer rate mencapai 473kpbs downlink.

3G

Kalau saya bilang, 3G (generasi ketiga) teknologi seluler ini adalah upgrade dari versi 2G sebelumnya dengan titik berat di layanan data kecepatan tinggi, penanganan multimedia yang lebih baik (advance) dan kemampuan global roaming. Layanan yang paling dipromosikan seingat saya waktu itu adalah browsing (opera mini memulai kerajaannya di sini) dan video call.

Kecepatan transfer data yang ditawarkan oleh 3G mencapai  14.0 Mbit /s (1.75 MB /s) untuk  downlink dan 5.8 Mbit/s (0.725 MB/s) untuk uplink. Dibandingkan GPRS yang upto 115kbps, 3G berarti berapa kali lipatnya tuh? Waktu itu saya pakai Nokia 6680 (video call bagus) upgrade ke Nokia N73me (video call kualitas lebih jelek, foto bagus).

Di sini Telkomsel menjadi operator pertama di Indonesia yang meluncurkan jaringan 3G pada tahun 2006. Indonesia sendiri menjadi negara ke-tiga di Asia Tenggara yang mempunyai jaringan 3G.

3.5 G

Di Indonesia, era 3.5G ditandai dengan peluncuran layanan mobile broadband yaitu produk Telkomsel Flash yang menggunakan jaringan HSDPA. Peningkatan kecepatan transfer data pada jaringan HSDPA ini mencapai 3.6-7.2Mbps

3.9G

Nah, LTE posisinya ada di sini. LTE belum sepenuhnya termasuk dalam generasi ke-4 (4G). WiMax dan LTE Advance yang merupakan keluarga 4G.

Berdasarkan laporan “Global UMTS, UMTS-HSPA, HSPA+ and LTE Status Update List” yang dirilis oleh 3G Americas, jaringan GSM 3G UMTS-HSPA ini telah dioperasikan oleh 347 operator di 148 negara. Jaringan HSPA+ sendiri saat ini baru dioperasikan oleh 56 operator di dunia dan Telkomsel termasuk di dalamnya. Sementara ini Telkomsel masih menjadi satu-satunya operator yang mengimplementasikan jaringan HSPA+ di Indonesia.

http://en.wikipedia.org/wiki/1G
http://en.wikipedia.org/wiki/2G
http://en.wikipedia.org/wiki/3G
http://www.eventhelix.com/lte/lte-tutorials.htm
http://www.pangolinsms.com/tech03-types-of-mobile-phones.htm

*errrr, lost mood n concentration. might edit this article later*

Telkomsel – Paket BlackBerry Family

Ini gara-gara seorang teman yang lebih dikenal sebagai "Tembok Charlizainer" bertanya-tanya soal paket Blackberry yang baru dari Telkomsel. Kebetulan dapat info mengenai paket tersebut.

Jadi Telkomsel, Citibank dan sejumlah Mitra Dealer Telkomsel menyelenggarakan Program penjualan Postpaid BlackBerry Telkomsel yang dikemas dalam bentuk paket-paket penjualan melalui Kartu Kredit Citibank. Paket spesial bagi pelanggan KartuHALO ini dapat diperoleh dengan cicilan 700 ribuan/ bulan, dan sudah mendapatkan 3 unit BlackBerry dan gratis internetan selama 1 tahun dengan cicilan 0% dari Citibank selama 1 tahun.

Paket ini terdiri dari 3 unit BlackBerry dan 3 paket layanan bulanan BlackBerry Internet Services (BIS) Telkomsel, di antaranya:

Paket Ultimate
Handset Paket Blackberry Periode
BB Onyx Unlimited 12 Bulan
BB Onyx Unlimited 12 Bulan
BB Gemini Lifestyle 12 Bulan
Rp. 14, 865, 500
Paket Excellent
Handset Paket Blackberry Periode
BB Onyx Unlimited 12 Bulan
BB Onyx Business 12 Bulan
BB Gemini Lifestyle 12 Bulan
Rp. 14, 090, 000
Paket Super
Handset Paket Blackberry Periode
BB Onyx Unlimited 12 Bulan
BB Onyx Lifestyle 12 Bulan
BB Gemini Lifestyle 12 Bulan
Rp. 11, 914, 000

 

Berikut ini adalah simulai cicilan Citibank dengan maksimal diskon 25% jika Redeem Point berdasarkan paket-paket di atas

Harga Cicilan Normal Redeem Point Citibank
Paket Harga/Paket Cicilan/Bulan Harga/Paket
Cicilan/Bulan
Ultimate 14,865,500 1,238,792 11,149,125 929,904
Excellent 14,090,000 1,174,167 10,567,500 880,625
Super 11,914,000 992,833 8,935,500 744,625

Paket BlackBerry Family akan dijual di beberapa titik GraPARI di kota Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar. Di periode pertama, program ini akan berlangsung hingga 31 Juli 2010. Jadi segeralah bergegas ke Grapari 🙂

Telkomsel R&D for LTE Services

TelkomselMinggu kemarin saya menghadiri sebuah acara di Hotel Gran Melia yang diprakarsai oleh Telkomsel. Dalam acara bertajuk "Telkomsel R&D for LTE Services" ini, Telkomsel berusaha untuk membuktikan keseriusannya untuk selalu siap taking a lead di industri telekomunikasi seiring dengan pesatnya peningkatan teknologi (terutama bidang wireless/selular) itu sendiri.
 
R&D ini merupakan proyek kerjasama antara Telkomsel dan Telkom  selaku induk perusahaan dengan para akademisi (diwakili oleh ITB, UI, ITTelkom) serta mitra produsen perangkat telekomunikasi yaitu NSN, Ericsson, ZTE dan Huawei. Selain kick off R&D, diacara ini dilakukan pula demo LTE (long Term Evolution)  itu sendiri (menggunakan perangkat dari Huawei yang di pasang di Jakarta) serta Dual Carrier HSPA+ yang dilakukan di Medan (Ericsson) dan Denpasar (NSN). Bisa dibilang ini adalah roadmap Telkomsel untuk tetap memimpin pasar layanan broadband berbasis selular yang saat ini telah dinikmati oleh sekitar 16 juta dari total 86juta pelanggannya. Layanan broadband existing sendiri saat ini menggunakan jaringan 3G dengan penggunaan lebih dari 5000 Node B atau BTS 3G.
 
 
“Kesiapan dalam mengujicoba teknologi terbaru ini semakin menguatkan komitmen Telkomsel dalam berinvestasi sekaligus memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband.”, demikian kata Dirut Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
 
 
Acara ini dihadiri pula oleh Menkominfo Tifatul Sembiring yang selain memberikan sambutan (menurut saya sih agak-agak ga nyambung) juga berkesempatan mencoba beberapa demo di antaranya 3D streaming, game online (saya ga memperhatikan apakah Pak Menkominfo sempat maen Counter Strike pa ngga :P) serta demo vending machine. Kebetulan sekitar 1-2 minggu sebelumnya saya sudah mencoba menggunakan vending machine sejenis yang ditempatkan di Plaza Semanggi lantai 2. 
 
Pasar layanan broadband wireless berbasis GSM di Indonesia ditandai dengan dikenalkannya jaringan UMTS 3G/W-CDMA. Kecepatan transfer data jaringan 3G mencapai 384 kbit/s di kondisi ideal. Ini merupakan versi upgrade dari GPRS yang sudah dikenal masyarakat sebelumnya. Teknologi 3G ini kemudian berevolusi ke HSDPA/HSUPA dan HSPA+. Teknologi tersebut terus berevolusi ke Dual Carrier HSPA+ (42Mbps), Multi Carrier (84Mbps), dan Multi Carrier yang didukung antena Multiple Input Multiple Output (MIMO) 2×2 (168 Mbps).
 
Nah, LTE (Long Term Evolution) ini merupakan lompatan besar di teknologi broadband celuller yang kemudian disebut sebagai pre-4G (masih belum full 4G kok ^_^). Dengan LTE, layanan data dapat diakses dengan kecepatan hingga 172 Mbps, sementara LTE Advance menawarkan kecepatan hingga 300Mbps, 600Mbps, bahkan 1 Gbps dengan teknologi Multi Carrier dan MIMO 4×4. Sebagai analogi pada kondisi ideal, jika kamu termsuk tukang download, maka sebuah file iso Linux sebesar 700MBytes (setara dengan sekitar 5600 Mbits) dapat kamu download dengan waktu hanya 33 detik menggunakan LTE 17Mbps. Wow!
 
Jika saat 3G dikenalkan dulu, layanan/konten yang dikedepankan diantaranya adalah Video Call, Video On Demand, Video Conference sampai dengan Location Based Service (LBS). Dengan evolusi LTE ini maka layanan-layanan yang lumayan haus bandwidth akan dapat solusinya. Mo VoIP, Online Gaming, Telegeoprocessing. Layanan High Definition (HD) video streaming  juga dapat menjadi primadona.
 
 
LTE dan Dual Carrier HSPA+ diprediksi akan membawa perubahan industri telekomunikasi cukup signifikan, di mana pada era LTE perkembangan layanan berbasis data akan semakin pesat seiring dengan peningkatan kemampuan teknologi akses tersebut. Perkembangan layanan berbasis data juga ditentukan oleh berbagai aplikasi/service layer, seperti: teknologi IP Multimedia Subsystem (IMS), Service Delivery Platform (SDP), dan Cloud Computing. Di sisi lain, untuk mengembangkan berbagai layanan ke depan, operator membutuhkan dukungan dari mitra kerja, seperti: penyedia konten, aplikasi, dan tentu saja adalah penyedia device/terminal aksesnya.

FreeBSD 8 + Java = Pain in The Ass

Have you ever had any success installing a java, JDK on a FreeBSD box. Specially FreeBSD 8 RELEASE #1?

I got a headache with it.

Why FreeBSD? Dont ask me. It was just given like that i couldn't complaint nor allowed to reinstall the machine with linux.

Did almost all reading and googling but none of them seems to be working 🙁 &R@)DF@*&TC D!@CDS(

install diablo-jdk16 OK

problem running java both jdk n jre from installed diablo-jdk16

diablo should be a boot strap to install ports java/jdk15 and java/jdk16. Both failed to install 🙁